Sukses

Komunitas Fotografi Hantu, Hiii Serem....?

Citizen6, Jakarta Hantu, bagi banyak orang, makhluk itu sangat menakutkan karena bentuknya yang menyeramkan. Di tiap daerah atau wilayah di Indonesia pasti mempunyai cerita legenda hantu yang populer: Leak di Bali, Genderuwo di Jawa Tengah, jurig di Jawa Barat, Reng Tua Malem di Madura dan lainnya.

Namun berbeda dengan komunitas Ghost Photography Community (GPC) yang ada di Bogor ini. Komunitas ini justru berburu hantu ke tempat-tempat yang dianggap angker oleh orang-orang biasa. Mereka sengaja ke tempat tersebut karena ini memotret penampakan hantu kalau memungkinkan.

Komunitas yang dibentuk oleh Mickey Oxcygentri ini melakukan aktivitas perburuan itu dua minggu sekali. Ketika orang-orang tidur lelap, mereka mulai berangkat untuk melakukan perburuan.

Namun mereka tidak sembarangan menentukan tempat perburuan. Siangnya mereka melakukan survey ke tempat yang dijadikan target. Beberapa anggota bisa mendeteksi tempat-tempat mana saja yang menyimpan “energy besar” yang kemungkinan menjadi sarang para hantu.

Namun komunitas Ghost Photography community kegiatan ini tak ada hubungannya dengan klenik. Mereka berburu hantu tanpa disertai paranormal seperti yang ada di acara televisi.

Menurut Micky, foundernya, Ghost photography community ingin membuat genre baru dalam fotografi. “Aliran fotografi kan banyak, aliran, nah  fotografi yang kita ciptakan modelnya bukan konstan, bukan fisik. Yang tidak tampak pun bisa tertangkap oleh lensa,” katanya.

Biasanya mereka memotret hantu dengan kamera infra red. Karena hantu berada di posisi inframerah, gelombang elektromagnetik spectrum.

Fenomena hantu bisa dipotret itu bisa dianalogikan dengan sinar infra merah pada remote control. Dengan mata telanjang sinar infra merah yang ada di remote control tak nampak. Namun jika dilihat dengan kamera sinar itu kelihatan jelas oleh mata telanjang.

2 dari 2 halaman

Hantu Menakutkan?

Micky yang mantan fotografer model ini ingin mengedukasi masyarakat bahwa hantu memang menakutkan, namun tidak perlu ditakuti. Karena hantu tidak bisa mencelakakan atau membunuh.

"Karena ketakutan, schock, mereka yang melihat hantu biasanya lari tanpa kontrol. Hal inilah yang membahayakan, karena bisa jatuh dan celaka, "katanya .

"Dia berharap dengan melihat hantu atau foto-foto hantu,  kita bisa lebih nalar, bukan malah lebih ketakutan, "tambahnya.

Komunitas yang dibentuk pada 15 November 2013 ini sampai sekarang baru memiliki 10 anggota. Namun aktivitas mereka sangat "militan". Meeting dilakukan dua minggu sekali untuk menganalisa dan mendiskusikan hasil perburuhan mereka.

Ada pengalaman aneh yang ditemui selama masa perburuan hantu. Selain suara-suara aneh, tangis bayi, tawa perempuan dan penampakan-penampakan yang menyeramkan, hal yang paling aneh adalah dilempar batu, yang tak mungkin dilakukan oleh manusia karena disitu tak ada satupun orang lain.

Namun sayang, pengalaman-pengalaman aneh mereka itu tidak ditulis di websitenya. Karena kesibukan para anggotanya yang sebagian besar masih kuliah, mereka belum sempat mengupdate website-nya.

Disclaimer:

Citizen6 adalah media publik untuk warga. Artikel di Citizen6 merupakan opini pribadi dan tidak boleh menyinggung SARA. Isi artikel menjadi tanggung jawab si penulisnya.

Anda juga bisa mengirimkan artikel, foto atau video seputar kegiatan komunitas, kesehatan, keuangan, wisata, kuliner, gaya hidup, sosial media, dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com

Ikuti Lomba foto berhadiah total Rp 20 juta. Info detail di sini