Sukses

Studi Ungkap Hoaks Meningkat di TikTok Jelang Pemilu Kenya

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah studi dan penelitian dari Mozilla Foundation mengungkapkan, terjadi peningkatkan konten hoaks di TikTok jelang pemilu Kenya.

Menurut hasil temuan mereka, terdapat 130 lebih video berisi hoaks, ujaran kebencian, hasutan, dan disinformasi seputar politik Kenya. Selain itu, terdapat juga 33 akun yang diduga melanggar pedoman dan kebijakan TikTok.

Seorang peneliti dari Mozilla Tech dan Society Fellow, Odangan Madung menyimpulkan bahwa ketidaktahuan masyarakat dengan konteks politik di Kenya, menjadi salah satu penyebab merebaknya informasi palsu.

"Demokrasi Kenya membawa masa lalu yang tercemar kekerasan pasca pemilihan. Sekarang, disinformasi politik beredar di TikTok – yang melanggar kebijakan platform itu sendiri – memicu lanskap politik yang sangat bergejolak ini," kata Madung dikutip dari techcrunch.com, Kamis (9/6/2022).

Madung juga mewawancarai seorang pembuat konten, Gadear Ayed. Ia menyayangkan, banyaknya konten berisi informasi palsu, hasutan, serta ujaran kebencian yang marak di TikTok.

"Video tersebut dapat dibiarkan menyebar karena kurangnya pengetahuan tentang konteksnya," ucap Ayed.

Direktur Eksekutif di Amnesty International, Irungu Houghton dalam laporan Mozilla mendorong, TikTok untuk menindaklanjuti temuan konten hoaks dan disinformasi di platform mereka. Apalagi, pengguna TikTok banyak yang berusia muda.

"Demografis TikTok jauh lebih muda dan saya khawatir karena mereka tidak memiliki tingkat kedewasaan politik atau basis nilai yang jelas yang memungkinkan mereka menyaring informasi semacam itu," kata Irungu Houghton.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.