Sukses

Beragam Jurus Facebook Lawan Penyebaran Hoaks Covid-19

Liputan6.com, Jakarta - Raksasa media sosial, Facebook terus berupaya mencegah dan melawan penyebaran hoaks khususnya terkait virus corona Covid-19 dan vaksin. Sejumlah cara telah dilakukan, satu di antaranya adalah dengan menggandeng pemeriksa fakta.

Sejak 2019 upaya ini dilakukan dengan menerapkan tiga kebijakan yakni menghapus, mengurangi dan menginformasi. Usaha ini semakin gencar dilakukan karena jumlah hoaks yang bertambah selama pandemi covid-19.

Hingga kini Facebook menggandeng 80 pemeriksa fakta di seluruh dunia untuk mempromosikan informasi yang akurat. Khusus di Indonesia, Facebook bekerja sama dengan enam pemeriksa fakta pihak ketiga termasuk Cek Fakta Liputan6.com.

"Misinformasi adalah hal yang kompleks, terus berubah dan tidak ada satu solusitunggal yang dapat menyelesaikannya. Inilah mengapa kami terus berkonsultasidengan para ahli, mengembangkan program pemeriksaan fakta, dan meningkatkan kapabilitas teknis internal kami," bunyi pernyataan Facebook dalam email pada Cek Fakta Liputan6.com beberapa waktu lalu.

"Bagi kami, tidak ada satupun pihak baik itu perusahaan swasta atau pemerintah, yang berhak dan memiliki kekuatan untuk menentukan apa yang benar dan salah. Itu sebabnya kami mengandalkan pemeriksa fakta independen untuk mengidentifikasi dan meninjau potensi misinformasi, yang menjadi dasar bagi kami untuk mengambil tindakan."

"Selama Maret hingga Oktober 2020, kami memberikan label peringatan pada sekitar167 juta konten terkait covid-19 di Facebook berdasarkan artikel cek fakta terkait covid-19 yang ditulis oleh mitra pemeriksaan fakta kami."

Selain menggandeng pemeriksa fakta, ada beragam cara lain yang telah dilakukan Facebook untuk mencegah dan melawan hoaks Covid-19. Berikut rangkumannya.

 

2 dari 5 halaman

Fitur Baru

Facebook sedang mencoba fitur baru untuk mengurangi penyebaran hoaks. Kini pengguna Facebook diberikan peringatan sebelum berbagi konten artikel atau berita pada pengguna lain/

Seringkali pengguna Facebook hanya langsung membagi sebuah konten, terutama link berita tanpa membaca isinya atau hanya membaca judulnya. Fitur ini pun bertujuan memberikan peringatan agar pengguna dapat memikirkan ulang konten apa yang akan mereka bagikan.

Hal serupa sudah diperkenalkan oleh Twitter sejak Juni lalu. Namun untuk Facebook baru dilakukan pada enam persen pengguna Facebook dari gawai Android di seluruh dunia.

Tentu hal ini merupakan langkah bagus yang dilakukan Facebook. Pasalnya pengguna akan berpikir ulang untuk membagikan konten sebelum mereka membacanya.

Sebelumnya Facebook juga menampilkan fitur serupa saat pengguna ingin membagikan konten yang berusia lebih dari 90 hari. Mereka berharap fitur itu untuk mengurangi hoaks yang tidak sesuai konteks.

 

3 dari 5 halaman

Kampanye Baru

Facebook akan meluncurkan kampanye baru sebagai tindak lanjut merebaknya hoaks Covid-19 di India. Kampanye ini bertujuan untuk mendidik dan memberi tahu orang-orang tentang cara mendeteksi informasi yang salah terkait Covid-19 dan mendorong mereka untuk memeriksa informasi yang mereka terima dari sumber otentik seperti platform MyGov.

"Kami telah mengembangkan enam tip mudah untuk melawan misinformasi Covid-19. Tip ini akan muncul di Facebook melalui serangkaian iklan kreatif, dan ditautkan ke situs mikro khusus di situs fightcovidmisinfo.com/india/," demikian pernyataan Facebook, dikutip dari indiatimes.com, Jumat (14/5/2021).

Melalui kampanye tersebut, masyarakat akan didorong untuk mendapatkan informasi valid dari sumber terpercaya, dan berbagi fakta, bukan rumor.

Kampanye dan situs web akan diluncurkan dalam bahasa Inggris dan 9 bahasa India - Hindi, Tamil, Telugu, Oriya, Malayalam, Marathi, Kannada, Gujarati dan Bengali.

Sesuai data yang diberikan oleh pemerintah India awal tahun ini, India memiliki 53 juta pengguna WhatsApp, 41 juta pengguna Facebook, dan 21 juta pengguna Instagram.

Facebook menambahkan, mereka juga telah bekerja sama dengan dokter terkemuka di India dalam upaya untuk memberikan informasi dan sumber daya yang akurat tentang Covid-19.

Kampanye tersebut mencakup serangkaian 12 video berisi pernyataan dokter yang menjawab pertanyaan paling umum tentang Covid-19. Serial video - #DoctorKiSuno - akan tayang perdana di facebook.com/FacebookIndia dan akan membahas topik-topik utama seperti Covid-19 pada anak-anak hingga dampak kesehatan mental dari Covid-19.

"Melalui pandemi Covid-19 ini dan seterusnya, kami akan terus bekerja dengan mitra dan komunitas untuk memastikan kami menangani informasi yang salah secara efektif. Kami akan memberi mereka sumber daya yang mereka butuhkan untuk membantu menemukan dan menantang konten yang mereka lihat secara online, dan untuk berbagi informasi akurat dengan teman dan keluarga mereka melalui media sosial," kata Facebook.

 

4 dari 5 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini: