Sukses

Simak 6 Hoaks yang Beredar Sepekan, dari Covid-19 hingga Mudik

 Informasi hoaks masih beredar di media sosial, pada satu pekan belakangan ini hoaks yang banyak beredar seputar Covid-19 hingga mudik lebaran.

Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com pun telah melakukan penelusuran, untuk membuktikan sejumlah informasi tersebut hoaks atau benar.

Berikut hoaks yang beredar dalam sepekan hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com:

1. Reporter TV di India Ditusuk karena Menyiarkan Acara Kerumunan Mandi di Sungai Gangga

 Kabar seorang reporter TV di India ditusuk hingga tewas karena menyiarkan acara kerumunan mandi di Sungai Gangga beredar di media sosial. kabar tersebut beredar lewat pesan berantai di aplikasi percakapan WhatsApp pada Sabtu 1 Mei 2021.

Dalam pesan tersebut juga terdapat foto seorang perempuan yang tengah tergeletak di jalan. Perempuan tersebut dikaitkan dengan seorang reporter TV di India yang ditusuk hingga tewas.

Berikut narasinya:

"Reporter TV di India ditusuk berkali kali di jalanan sampai tewas.

Dia penyiar TV yang menyiarkan acara kerumunan mandi di Sungai Gangga yang menyebabkan ledakan kasus Covid-19.

Tragis ....kok reporternya yang disalahkan...😪😪😪"

Benarkah seorang reporter TV di India ditusuk hingga tewas karena menyiarkan acara kerumunan mandi di Sungai Gangga? Berikut penelusurannya.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, kabar tentang seorang reporter TV di India ditusuk hingga tewas karena menyiarkan acara kerumunan mandi di Sungai Gangga ternyata tidak benar.

Faktanya, kabar tersebut hanya sebatas rumor. Foto yang diklaim sebagai seorang reporter TV yang ditusuk juga tidak benar. Faktanya, perempuan tersebut merupakan seorang karyawan di sebuah rumah sakit. Dia dilaporkan tewas setelah ditusuk oleh suaminya.

 

2. Covid-19 adalah Bakteri yang Terpapar Radiasi

Klaim tentang Covid-19 adalah bakteri yang terpapar radiasi beredar di media sosial. Klaim tersebut beredar lewat pesan berantai di aplikasi percakapan WhatsApp pada 5 April 2021.

Pesan berantai tersebut berisi narasi bahwa Rusia adalah negara pertama yang melakukan otopsi terhadap jenazah korban Covid-19. Hasilnya ditemukan bahwa Covid-19 bukan merupakan virus tetapi bakteri yang terpapar radiasi.

Berikut narasinya:

"Rusia menjadi negara pertama di dunia yang melakukan otopsi (post mortem) terhadap jenazah Covid-19. Setelah dilakukan penyelidikan menyeluruh, ditemukan bahwa Covid-19 tidak ada dalam bentuk virus, melainkan bakteri yang telah terpapar radiasi dan menggumpal melalui darah hingga menyebabkan kematian.

Penyakit Covid-19 telah ditemukan menyebabkan pembekuan darah, yang menyebabkan pembekuan darah manusia dan pembekuan darah vena, yang membuat orang sulit bernapas karena otak, jantung, dan paru-paru tidak dapat menyerap oksigen, menyebabkan orang mati dengan cepat.

Guna mengetahui penyebab kurangnya energi pernapasan, dokter Rusia tidak mendengarkan kesepakatan WHO, melainkan melakukan otopsi terhadap COVID-19. Setelah dokter membuka lengan, kaki, dan bagian tubuh lainnya dan memeriksanya dengan cermat, mereka menemukan bahwa pembuluh darah melebar dan berisi gumpalan darah, yang menghalangi aliran darah dan mengurangi aliran oksigen. Hal tersebut dapat menyebabkan kematian pada tubuh.

Setelah mengetahui penelitian tersebut, Kementerian Kesehatan Rusia segera mengubah rencana pengobatan Covid-19 dan menggunakan aspirin untuk pasien positif. Mulailah mengonsumsi 100 mg dan Imromac. Hasilnya, para pasien mulai pulih dan kesehatan mereka mulai membaik.

Setelah periode penemuan ilmiah, dokter Rusia menjelaskan bahwa penyakit ini adalah tipuan global, dan metode pengobatan ini menjelaskan, "Ini tidak lain adalah gumpalan di pembuluh darah (bekuan darah) dan metode pengobatan.

Tablet antibiotik

Anti-inflamasi dan Minum antikoagulan (aspirin).

Untuk tujuan ini, kesepakatan telah dikeluarkan di Rusia.

Bagikan informasi ini dengan keluarga, tetangga, kenalan, teman, dan kolega Anda sehingga mereka dapat menghilangkan rasa takut akan Covid-19 dan menyadari bahwa itu bukan virus, melainkan bakteri yang hanya terpapar radiasi.

Hanya orang dengan kekebalan rendah yang harus berhati-hati. Radiasi ini juga dapat menyebabkan peradangan dan hipoksia. Korban harus mengonsumsi Asprin-100mg dan Apronik atau parasetamol 650mg.

Sumber: Kementerian Kesehatan Rusia"

Benarkah Covid-19 adalah bakteri yang terpapar radiasi? Berikut penelusurannya.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim Covid-19 adalah bakteri yang terpapar radiasi ternyata tidak benar. Faktanya Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus korona yang baru ditemukan. Covid-19 menyebar terutama melalui tetesan air liur atau cairan dari hidung saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin.

 

3. Foto Rombongan WN China Baru Mendarat di Bandara Soetta

    

Gambar Tangkapan Layar Foto yang Diklaim Rombongan WN China Baru Mendarat di Bandara Soetta (sumber: Facebook)

Sebuah foto yang diklaim rombongan warga negara (WN) China baru mendarat di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) beredar di media sosial. Foto tersebut disebarkan akun Faceook Xcross pada 5 Mei 2021.

Dalam foto tersebut, terdapat beberapa orang berseragam tengah berdiri di lobi bandara. Mereka tampak membawa koper dan tas.

Akun Facebook Xcross kemudian mengaitkan foto tersebut dengan baru mendaratnya rombongan WN China tanpa melewati jalur imigrasi di Bandara Soetta.

"Yg seperti ini kita mau percaya sama pemerintah ❗❗❗

Tinggal nunggu hancur tanpa nama Republik Indonesia, di dukung Rusdi Kirana, Lion Wings Air, pesawat yg berani mnurunkn penumpang dari Cina, tanpa lewat jalur Imigrasi, tp lewat penumpang dlm negeri," tulis akun Facebook Xcross.

Foto yang disebarkan akun Facebook Xcross telah 318 kali dibagikan dan mendapat 40 komentar warganet.

Benarkah dalam foto tersebut rombongan warga negara (WN) China baru mendarat di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta)? Berikut penelusurannya.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, foto yang diklaim rombongan warga negara (WN) China baru mendarat di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) ternyata tidak benar.

Faktanya, foto tersebut bukan rombongan WN China yang baru mendarat, melainkan yang akan berangkat ke negara tujuannya.

Foto tersebut sempat viral pada Oktober 2020 lalu. Ketika itu, foto tersebut disebut-sebut sebagai kedatangan pasukan dari China. Namun klaim tersebut tidak terbukti.

 

 

2 dari 4 halaman

Berikutnya

4.Pandemi Hadir Setiap 100 Tahun Sekali

Beredar di media sosial postingan terkait pandemi yang diklaim hadir setiap 100 tahun sekali. Postingan ini ramai dibagikan sejak pekan lalu.

Salah satu akun yang mengunggahnya adalah bernama Kika Dulen. Dia mempostingnya di Facebook pada 1 Mei 2021.

Dalam unggahannya terdapat postingan dengan narasi sebagai berikut:

"Dyk?

1720: wabah besar Marseille

1820: pandemik chorella di Asia

1920: flu spanyol

2020: virus corona

Ada teori bahwa setiap 100 tahun pandemi terjadi."

Selain itu ada juga akun bernama Axire yang mengunggah postingan pada 20 Oktober 2020. Dalam postingannya terdapat narasi:

"1720: The Great Plague of Marseille

1820: The Cholera Pandemic in Asia

1920: Spanish Flu

2020: Coronavirus outbreak

There is a theory that every 100 years a Pandemic's happen."

Lalu benarkah pandemi terjadi setiap 100 tahun sekali seperti dalam postingan? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, postingan yang menyebut pandemi terjadi setiap 100 tahun sekali adalah tidak benar. Faktanya pandemi sama sekali tidak bisa diprediksi apalagi untuk penyakit baru.

 

5. Video Tank Menyekat Jalur Mudik Perbatasan Bekasi - Bogor

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video tank diterjunkan untuk menyekat jalur mudik perbatasan Bekasi-Bogor

 

 Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video tank diterjunkan menyekat jalur mudik perbatasan Bekasi-Bogor.Klaim tersebut diunggah akun Facebook Ayu Kurnia, pada 7 Mei 2021.

Unggahan klaim video tank diterjunkan untuk menyekat jalur mudik perbatasan Bekasi-Bogor tersebut berupa video yang menampilkan sejumlah orang mengenakan seragam loreng berwarna hijau, kemudian terdapat tank yang berjalan dari jalur aspal menuju jalan tanah.

Dalam video terdapat narasi suara sebagai berikut:

"Penyekatan mudik di perbatasan Bekasi-Bogor nggak tanggung-tanggung TNI nurunin Tank Baja. Yang mau mudik biar dibom,"

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Hati² bagi yang mudik lewat perbatasan Bekasi_Bogor sudah disediakan thank baja,, Yang berani lewat biar di bom😀😀😀😀😀😀Ruwet ruwetAstaghfirullaahal'adziim..."

Benarkah klaim video tank menyekat jalur mudik perbatasan Bekasi-Bogor? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video tank diterjunkan untuk menyekat jalur mudik perbatasan Bekasi-Bogor tidak benar.

Tank Baja jenis AMX di Jalan raya Narogong Cileungsi tersebut bukan untuk melakukan penyekatan bagi para pemudik, namun keberadaan Ranpur milik Yonarmed-7/105 GS itu adalah dalam rangka Latihan Taktis Tingkat Baterai TW II TA 2021.

 

6. Foto Pemudik Berenang di Bawah Jembatan Suramadu

 

 

Cek Fakta pemudik berenang di bawah Jembatan Suramadu

Beredar di media sosial postingan yang mengklaim pemudik berenang di bawah Jembatan Suramadu. Postingan tersebut ramai dibagikan sejak akhir pekan ini.

Salah satu akun yang mempostingnya bernama Budi Soegianto. Dia mengunggahnya pada 8 Mei 2021.

Dalam unggahannya terdapat foto sejumlah orang berenang di bawah jembatan yang diklaim Jembatan Suramadu. Selain itu terdapat narasi:

"Suramadu nya ditutup pemudiknya berenang kabeh, Madura di lawan"

Selain itu ia juga menambahkan narasi: "SAAT MUDIK JALAN RAYA JALAN TIKUS DITUTUP TERNYATA MASIH ADA JALAN BEBEK "NEKAD?.. HAHAHA"

Lalu benarkah postingan yang mengklaim pemudik berenang di bawah Jembatan Suramadu? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, postingan yang mengklaim pemudik berenang di bawah Jembatan Suramadu adalah tidak benar. Faktanya foto tersebut merupakan Marinir yang sedang berenang memecahkan rekor MURI tahun 2016 menyebrangi Selat Madura.

3 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut