Sukses

Kumpulan Hoaks Seputar Subsidi Kuota untuk Belajar

Liputan6.com, Jakarta- Informasi tentang subsidi kuota internet untuk belajar tentu menarik di tengah pandemi Covid-19, sebab kegiatan belajar mengajar yang masih dilakukan dalam jaringan untuk memutus penularan Covid-19 membutuhkan internet.

Cek Fakta Liputan6.com telah menelusuri informasi seputar subsidi pulsa dan kuota internet untuk belajar, hasilnya sejumlah informasi tersebut tidak benar alias hoaks.

Berikut kumpulan hoaks seputar subsidi kuota internet untuk belajar hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com:

1. Pendaftaran Subsidi Pulsa 200 Ribu dan Kuota 95 GB dari Kemendikbud

Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi tautan pendaftaran subsidi pulsa 200 ribu dan kuota 95 GB dari Kemendikbud, informasi tersebut tersebar lewat jejaring sosial WhatsApp.

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri informasi tautan pendafratan subsidi pulsa 200 ribu dan kuota 95 GB dari Kemendikbud

Informasi tautan pendaftaran subsidi pulsa 200 ribu dan kuota 95 GB dari Kemendikbud yang beredar tersebut berupa tauan yang terdapat keterangan sebagai berikut:

"KEMENDIKBUD

Program kuota belajar pulsa 200RB dan kuota 95GB untuk dosen, guru, siswa, mahasiswa selama pembelajaran jarak jauh periode bulan maret-april!"

Bernarkah informasi tautan pendaftaran subsidi pulsa 200 ribu dan kuota 95 GB dari Kemendikbud? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com informasi tautan pendaftaran subsidi pulsa 200 ribu dan kuota 95 GB dari Kemendikbud tidak benar.

Pihak Kemendikbud menyatakan tautan pendafratan subsidi pulsa 200 ribu dan kuota 95 GB dari Kemendikbud hoaks, informasi subsidi kuota internet bagi siswa, mahasiswa, guru dan dosen hanya pada situs kuota-belajar.kemdikbud.go.id.

 

2. Informasi KPCPEN Buka Gelombang ke-3 Subsidi Kuota Internet 75 GB

 Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) membuka gelombang ke-3 subsidi kuota internet 75 GB.

Informasi KPCPEN membuka gelombang ke-3 subsidi kuota internet 75 GB diunggah akun Facebook Maylan, pada 29 Desember 2020,

Berikut informasi tersebut:

 

KPC-PEN membuka gelombang ke-3 subsidi kuota internet 75 GB

Unggahan tersebut disertakan tautan yang mengarah pada pemilihan operator telepon seluler yang di atasnya terdapat logo KPCPEN.

Selain itu juga terdapat foto seorang anak yang sedang belajar dan terdapat logo KPCPEN yang diberi tulisan seperti berikut "Segera, Subsidi Kuota Internet Bulanan untuk Belajar Mengajar" 

Benarkah informasi KPCPEN membuka gelombang ke-3 subsidi kuota internet 75 GB? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, informasi KPCPEN membuka gelombang ke-3 subsidi kuota internet 75 GB tidak benar.

Informasi tersebut  terindikasi phising atau mengarah ke situs peretasan tertentu jika mengklik tombol dalam tautan.

 

3. Perpanjangan Kuota Internet Peserta Didik hingga April 2021

 Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi cara mendapat perpanjangan kuota internet peserta didik hingga April 2021.

Informasi cara mendapat perpanjangan kuota internet peserta didik hingga April 2021, diunggah akun Facebook Lusi Anjaniati, pada 19 Januari 2021.

Unggahan tersebut berupa tautan "docs.google.com" yang berisi formulir digital, yang meminta email Facebook dan passwordnya.

Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"BANTUAN KUOTA DI PERPANJANG HINGGA APRIL 2021

dengan di perpanjangnya masa daring,pelajar akan tetap mendapatkan bantuan kuota belajar sampai akhir april nanti

dengan batas max 1,8 juta pelajar akan mendapatakan bantuan sesuai skala yang terdaftar

segera dapatkan bantuan kuota belajar

klik link di bawah untuk mendapatkan notif jika terpilih dan login di fb untuk menentukan penerima yang terpilih."

Benarkah informasi cara mendapat perpanjangan kuota internet peserta didik hingga April 2021? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, informasi cara mendapat perpanjangan kuota internet peserta didik hingga April 2021 tidak benar.

Kemdikbud menggunakan mekanisme dapodik untuk input nomor telepon seluler bukan melalui Facebook.

 

2 dari 3 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

3 dari 3 halaman

Simak Video Berikut