Sukses

Kurangi Hoaks, Twitter Resmi Luncurkan Fitur Birdwatch

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks adalah masalah besar di seluruh platform media sosial tak terkecuali Twitter. Itu sebabnya sejumlah fitur pun terus dikembangkan untuk meminimalisasi peredaran hoaks atau berita palsu.

Terbaru, Twitter meluncurkan fitur bernama Birdwatch yang sudah diperkenalkan sejak Oktober tahun lalu. Fitur ini akan memberikan kesempatan pada pengguna untuk menandai posting-an yang mungkin menyesatkan atau palsu.

Sehingga Twitter tidak lagi mengandalkan moderator sendiri atau juga verifikasi dari lembaga pemeriksa fakta yang selama ini digandeng.

"Birdwatch memungkinkan orang mengidentifikasi informasi di tweet yang mereka yakini menyesatkan dan menulis catatan yang memberikan konteks informatif. Kami yakin pendekatan ini berpotensi untuk merespons dengan cepat ketika informasi yang menyesatkan menyebar, menambahkan konteks yang dipercaya orang dan dianggap berharga," bunyi pernyataan Twitter dilansir dari Uber Gizmo.

"Kami segera untuk meluncurkanya untuk pengguna Twitter di seluruh dunia jika sudah mendapat persetujuan dari kontributor luas dan beragam."

Untuk saat ini fitur Birdwatch baru bisa digunakan untuk pengguna Twitter di Amerika Serikat.

2 dari 3 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini: