Sukses

Cek Fakta: Hoaks Sultan HB X Sebut Positif-Negatif Corona Pasti Meninggal

Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang Gubernur Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono X menyebut  bahwa positif dan negatif Covid-19 sama saja karena semua orang pasti meninggal beredar di media sosial. Kabar ini disebarkan akun Facebook Kusnadi Purwo Kusumo pada 24 September 2020.

Akun Facebook Kusnadi Purwo Kusumo mengunggah sebuah narasi berisi Gubernur Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono X menyebut orang positif dan negatif corona Covid-19 pasti meninggal dunia. Narasi tersebut, juga diklaim berasal dari Tempo.

Berikut narasinya:

"Ngerso Dalem (Sultan): Kabeh positif rapopo wong iso sembuh dewe, jangan takut-takuti rakyat

```Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X (Sultan HB X) mengatakan tambahan kasus dalam sehari tak perlu dipermasalahkan, "Ora popo, nek positif ya neng omah opo rumah sakit (tidak apa-apa, kalau positif Covid-19 ya dirawat di rumah atau rumah sakit)," ujar Sultan di Yogyakarta, Sabtu, 19 September 2020.```

_Ditanya apakah ada kebijakan khusus untuk meredam lonjakan kasus itu, Sultan menilai tak ada kebijakan lain, "Tidak bisa (kebijakan baru), kita adaptasi saja, jangan menakut-nakuti (masyarakat)," ujar Sultan._

```Sultan menilai jika masyarakat terlalu takut menghadapi wabah ini, dampaknya bisa mempengaruhi sektor ekonomi dan akhirnya masyarakat di Yogyakarta bisa kesulitan mencari nafkah. "Rakyat bisa kelaparan, kalo sakit cari nafkah pun sudah. positif negatif podowae, semua orang mengalami sakit dan pasti mati nek ora tau lara opo mati dudu manungso. sing penting ono upo kanggo urip," ujar Sultan dengan santainya.```*(tempo)*," tulis akun Facebook Kusnadi Purwo Kusumo.

Konten yang disebarkan akun Facebook Kusnadi Purwo Kusumo telah 2 kali dibagikan dan mendapat 22 komentar warganet.

 

 

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar tentang Gubernur Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono X menyebut orang positif dan negatif corona Covid-19 pasti meninggal dunia.

Penelusuran dilakukan membuka akun Twitter resmi milik Humas Pemerintah Daerah Yogyakarta, @humas_jogja. Akun Twitter @humas_jogja memberikan stampel hoaks pada narasi berisi Gubernur Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono X menyebut orang positif dan negatif corona Covid-19 pasti meninggal dunia.

Gambar Tangkapan Layar Unggahan dari Akun Twitter @humas_jogja

"1. Beberapa waktu lalu tersebar narasi melalui internet dan jejaring sosial dengan judul narasi: Kabeh Positif Rapopo, Wong Iso Sembuh Dewe, Jangan Takut-Takuti Rakyat.Setelah ditelusuri, narasi ini berasal dari postingan di Facebook dan menyebar di beberapa platform lain.

2. Dalam pesan berantai tersebut menyiratkan bahwa Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan sikap pembiaran terhadap penambahan jumlah kasus konfirmasi Covid-19 di DIY.

3. Penyebar pesan tersebut mengambil tulisan yang dipublikasikan oleh media Tempo @tempodotco, kemudian mengubah dan mengurangi isi dari informasi yang dipublikasikan.

4. Setelah berkoordinasi dengan wartawan @tempodotco dan mendengarkan rekaman statement dari Gubernur DIY, diketahui bahwa terjadi modifikasi judul berita dan penambahan paragraf terakhir pada pesan berantai yang tidak pernah disampaikan oleh Gubernur DIY.

5. Terkait dengan hal tsb, kami merasa perlu mengklarifikasi bahwa pesan yang banyak tersebar melalui internet dan jejaring sosial tersebut adalah berita bohong (hoax) dan telah menyudutkan Gubernur DIY.

6. Sumber berita asli yang disampaikan oleh Tempo terdapat pada tautan berikut:https://travel.tempo.co/read/1388073/soal-lonjakan-kasus-covid-19-sultan-hb-x-jangan-takut-takuti-rakyatBerita tersebut adalah benar dan tidak ada unsur hoax pada berita tersebut," tulis akun Twitter @humas_jogja.

Selain itu, Liputan6.com juga menemukan artikel dari Tempo yang membantah kabar bahwa Gubernur Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono X menyebut orang positif dan negatif corona Covid-19 pasti meninggal dunia.

Adalah artikel berjudul "[Fakta atau Hoaks] Benarkah Sultan HB X Sebut Positif-Negatif Covid-19 Sama Saja Karena Semua Orang Pasti Meninggal?" yang dimuat situs tempo.co pada 24 September 2020.

Gambar tangkapan layar sebuah berita yang diklaim berasal dari Tempo beredar di grup-grup percakapan WhatsApp pada 24 September 2020. Dalam berita itu, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X (Sultan HB X) disebut menyatakan bahwa positif dan negatif Covid-19 sama saja karena semua orang pasti meninggal.

Dalam gambar tangkapan layar itu, berita ini berjudul "Ngerso Dalem (Sultan): Kabeh positif rapopo wong iso sembuh dewe, jangan takut-takuti rakyat". Menurut berita tersebut, pernyataan Sultan HB X itu dilontarkan pada 19 September 2020.

Ada tiga kutipan dari Sultan HB X yang tertulis dalam berita tersebut. Pertama, "Ora popo, nek positif ya neng omah opo rumah sakit (tidak apa-apa, kalau positif Covid-19 ya dirawat di rumah atau rumah sakit).” Kedua, "Tidak bisa (kebijakan baru), kita adaptasi saja, jangan menakut-nakuti (masyarakat).”

Adapun kutipan ketiga berbunyi, “Rakyat bisa kelaparan, kalo sakit cari nafkah pun sudah. Positif negatif podo wae (positif negatif sama saja), semua orang mengalami sakit dan pasti mati, nek ora tau lara opo mati dudu manungso (kalau tidak pernah sakit atau mati bukan manusia). Sing penting ono upo kanggo urip (yang penting ada makanan untuk hidup).”

Apa benar Sultan HB X menyebut positif dan negatif Covid-19 sama saja karena semua orang pasti meninggal?

Pemeriksaan Fakta

Berdasarkan verifikasi Tim CekFakta Tempo, kutipan ketiga dalam berita itu, yang menyebut "positif dan negatif Covid-19 sama saja karena semua orang pasti meninggal", hasil suntingan. Berita asli Tempo tidak memuat pernyataan yang diklaim dilontarkan oleh Sultan HB X tersebut.

Berita asli Tempo yang memuat pernyataan Sultan HB X pada 19 September 2020 berjudul "Soal Lonjakan Kasus Covid-19, Sultan HB X: Jangan Takut-Takuti Rakyat". Pernyataan ini disampaikan Sultan HB X untuk menjawab pertanyaan wartawan soal rekor baru kasus Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pada 19 September 2020, DIY mencatatkan penambahan sebanyak 74 kasus positif Covid-19 baru. Penambahan ini membuat total kasus positif Covid-19 di DIY menjadi 2.111 kasus. Sultan HB X pun mengatakan tambahan kasus dalam sehari itu tidak perlu dipermasalahkan.

"Ora popo, nak positif ya neng rumah sakit (tidak apa-apa, kalau positif Covid-19 ya dirawat di rumah sakit)," ujar Sultan HB X. Terkait apakah ada kebijakan khusus untuk meredam lonjakan kasus, Sultan HB X menilai tidak ada kebijakan lain, "Tidak bisa (kebijakan baru), kita adaptasi saja, jangan menakut-nakuti (masyarakat)."

Sultan menilai, jika masyarakat terlalu takut menghadapi wabah Covid-19 ini, dampaknya bisa mempengaruhi sektor ekonomi dan akhirnya masyarakat di Yogyakarta bisa kesulitan mencari nafkah. "Rakyat bisa kelaparan, cari nafkah pun juga sakit," ujar Sultan HB X.

Kesimpulan

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa "Sultan HB X menyebut positif dan negatif Covid-19 sama saja karena semua orang pasti meninggal" keliru. Gambar tangkapan layar sebuah berita yang berisi klaim itu merupakan hasil suntingan. Dua kutipan pertama memang dinyatakan oleh Sultan HB X dan dimuat oleh Tempo. Namun, kutipan ketiga adalah hasil penambahan dari pihak lain. Tempo tidak pernah memuat kutipan "positif dan negatif Covid-19 sama saja karena semua orang pasti meninggal". Pernyataan ini pun tidak dilontarkan oleh Sultan HB X dalam wawancara dengan media pada 19 September 2020.

 

 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Kabar tentang Gubernur Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono X menyebut orang positif dan negatif corona Covid-19 pasti meninggal dunia ternyata tidak benar. Narasi tersebut diduga hasil suntingan dengan mencatut nama Tempo.

 

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.