Sukses

Informasi Hoaks dalam Sepekan, dari Covid-19 hingga Soal Syekh Ali Jaber

Liputan6.com, Jakarta- Informasi terkait virus Corona baru (Covid-19) hingga penusukan  Syekh Ali Jaber ramai beredar di dunia maya dan nyata pada pekan lalu. Namun, tidak semua informasi tersebut benar

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah klaim dengan hasil penelusuran hoaks.  Informasi tersebut akan menyesatkan jika penerimanya mudah percaya, bahkan disebarkan ke orang lain.

Berikut 6 informasi hoaks selama sepakan hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

1. Situs Republika.co.id Tulis Jokowi Sebut Penusukan Syekh Ali Jaber Kriminal Biasa karena Tidak Sampai Mati

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut penusukan Syekh Ali Jaber kriminal biasa karena tidak sampai mati di situs Republika.co.id.

Klaim tersebut berupa tangkapan layar cuitan akun Twitter situs berita Republika.co.id @republikaonline, berikut cuitannya:

"Jokowi: Tidak Perlu Dibesar besar kan, Penusukan Ustad Ali Djaber Itu Kriminal Biasa. Ustad Juga Nda Sampai Mati".

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com klaim Jokowi menyebut penusukan Syekh Ali Jaber kriminal biasa karena tidak sampai mati di situs Republika.co.id  tidak benar.

Cuitan tautan artikel berita Republika.co.id asli telah diubah, foto bergambar Presiden Jokowi itu adalah tentang tempat isolasi pasien covid-19. Jadi bukan berita penusukan Syekh Ali Jaber.

2. Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber Sudah Bebas

Klaim tentang pelaku penusukan Syekh Ali Jaber sudah bebas beredar di media sosial, dengan unggahan foto pelaku penusukan Syekh Ali Jaber. Pelaku tampak tengah duduk sambil bersandar di kaki seorang pria.

Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Bebas......Astaghfirullah... Pantesan pd brani nusuk.. krn sdh tau hasilnya akan spt ini😔,"

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim tentang pelaku penusukan Syekh Ali Jaber sudah bebas ternyata tidak benar. Pelaku penusukan Syekh Ali Jaber berinisial AA saat ini masih ditahan di balik jeruji besi Polrestabes Bandar Lampung. Konten yang disebarkan akun Facebook HIdayat tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

3. Video Raja Thailand Gelar Selawat demi Mencegah Corona

Sebuah video yang diklaim Raja Thailand, Vajiralongkorn tengah menggelar selawat untuk keselamatan rakyatnya dari wabah virus corona Covid-19 beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, Raja Thailand Vajiralongkorn tampak berdiri sambil membuka tangannya seraya berdoa. Ia terlihat mengenakan setelan jas hitam.

Terdapat juga puluhan orang dalam video tersebut yang tampak mengangkat tangan seperti berdoa. Terdengar juga lantunan selawat dalam video tersebut.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Raja Thailand, Vajiralongkorn tengah menggelar selawat untuk keselamatan rakyatnya dari wabah virus corona Covid-19 ternyata tidak benar.

Video tersebut merupakan peristiwa saat Raja Thailand Vajiralongkorn menghadiri acara peringatan Maulid Nabi pada April 2019 dan tidak ada kaitannya dengan wabah virus corona Covid-19.

4. Klaim Video Mayat Korban Covid-19 di Rusia

Beredar di media sosial video berisi penurunan mayat yang disebut korban covid-19 dari Rusia.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, video yang disebut menggambarkan mayat korban covid-19 di Rusia adalah tidak benar. Faktanya mayat tersebut merupakan manekin untuk syuting sebuah video klip seorang rapper Rusia bernama Husky.

5. Foto Anies Sedang Uji Coba Sepeda Masuk Tol

Cek Fakta Liputan6.com mendapat informasi berupa klaim foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sedang uji coba sepeda masuk tol.

 Unggahan tersebut berupa foto Anies bersepeda lepas tangan di jalan tol.

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim foto Anies sedang uji coba sepeda masuk tol.

Kemudian diberi keterangan sebagai berikut:

"#HIBURANTAHAP UJI COBASEPEDA MASUK TOL 🚴➡️

MAAF TIDAK BERMAKSUD BIKIN KELOJOTAN DAN KEPANASAN..‼️

🙏🙏👉Gambar sekedar Meme

Mengapresiasi Program 🚴 Anies"

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim foto Anies sedang uji coba sepeda masuk tol tidak benar. 

Foto tersebut hasil editan dari dua foto yang berbeda.

6. Klaim Menag Fachrul Razi Sebut Penusukan Syeikh Ali Jaber Kriminal Biasa

 Klaim tentang Menteri Agama Fachrul Razi menyebut penusukan Syekh Ali Jaber kriminal biasa beredar di media sosial.

Klaim tersebut berupa gambar tangkapan layar dari sebuah artikel berjudul "Menag Fachrul Razi Sebut Penusukan Syekh Ali Jaber Kriminal Biasa" yang dimuat situs telusur.id pada 14 September 2020.

 

2 dari 2 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam  cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.