Sukses

Kumpulan Hoaks Politik di Tanah Air

Liputan6.com, Jakarta Bagi sebagian kalangan, kabar bohong (hoax) adalah musuh bersama. Namun, tak sedikit pula yang memanfaatkan hoax untuk kepentingan pribadi, kelompok, dan tentu saja politik. Sejak media sosial (medsos) eksis dan dimanfaatkan secara luas untuk berkomunikasi, sekaligus menyampaikan isi hati dan pikiran, hoax pun bermunculan.

Berikut deretan hoaks yang menyangkut tentang politik

1. Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Cucu Pendiri PKI di Sumbar

Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, Arteria Dahlan sedang menjadi perbincangan publik. Dia disebut-sebut punya darah dari seorang tokoh PKI, Bachtaroeddin.

Untuk menelusuri kebenaran tersebut, Cek Fakta Liputan6.com memasukkan nama Bachtaroeddin ke mesin pencari, Google. Hasil penelusuran mengarahkan ke situs Wikipedia. Menurut Wikipedia, Bachtaroeddin memang seorang pendiri dan pimpinan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Sumatra Barat. Namun di Wikipedia, tidak dijabarkan lebih mendalam mengenai silsilah keluarga Bachtaroeddin.

Penelusuran di Google juga mengarahkan ke situs detik.com dengan judul: "Arteria Dahlan: Tidak Benar Saya Cucu Pendiri PKI!". Artikel itu sudah dipublikasikan pada 9 September 2020.

2. Foto Razia dan Larangan Bendera PDIP di Sumatera Barat 

Sebuah foto yang diklaim sebagai razia dan pelarangan atribut PDIP di Sumatera Barat beredar di media sosial.

Foto tersebut disebarkan akun Facebook Sulaiman I pada 7 September 2020 lalu. Dalam foto tersebut, tampak sejumlah petugas Satpol PP mengangkut bendera PDIP. Foto tersebut kemudian dikaitkan dengan razia dan pelarangan atribut PDIP di Sumatera Barat.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, foto yang diklaim sebagai razia dan pelarangan atribut PDIP di Sumatera Barat ternyata keliru. Foto yang disebarkan akun Facebook Sulaiman I merupakan peristiwa penurunan bendera PDIP di Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada 17 Januari 2020 lalu.

3. Janji Gatot Nurmantyo Jika Terpilih Jadi Presiden 2024

Cek Fakta Liputan6.com menemukan unggahan yang menyebut mantan Panglima TNI Jenderal Purn, Gatot Nurmantyo di Facebook. Disebutkan kalau Gatot berjanji bakal memberikan gaji sebesar Rp 5 juta jika terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia (RI). Akun yang mengunggah janji Gatot Nurmantyo jika terpilih menjadi Presiden RI adalah Wisnubudi Kusumo pada Kamis (27/8/2020).

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri foto unggahan Wisnubudi Kusumo dengan menggunakan mesin pencari Yandex. Hasilnya, diketahui kalau foto itu sudah dimanipulasi.

4. Tak Ada Media yang Memberitakan Demonstrasi Menolak RUU Omnibus Law

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim tidak ada media yang memberitakan aksi demonstrasi menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja, pada 25 Agustus 2020.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim tidak ada media yang memberitakan aksi demonstrasi menolak RUU Omnibus Law tidak benar. Sejumlah media baik online hingga televisi memberitakan aksi aksi demonstrasi menolak RUU Omnibus Law yang dilakukan pada 25 Agustus 2020.

5. Video Dunia Terkejut Prabowo Akan Jadi Wakil Presiden RI

Cek Fakta Liputan6.com menemukan sebuah akun Facebook yang menyebut Prabowo Subianto bakal menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia (RI).

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kebenarannya dengan menonton video tersebut sampai habis. Video itu mempunyai durasi 12 menit dan 17 detik. Sayangnya, hingga video berakhir, tidak ada pernyataan resmi dari pihak Istana Negara yang menyatakan Prabowo bakal menjadi Wakil Presiden RI, menggantikan Ma'ruf Amin.

(Arazanses Vicoristen Sinaga)

2 dari 2 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.