Sukses

Cek Fakta: Hoaks WNI Terjangkit Virus Corona Dirawat di RSUD Embung Fatimah

Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang WNI terjangkit virus corona yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Batam, Kepulauan Riau beredar di media sosial.

Kabar ini diunggah oleh akun facebook Icha Seftyan pada 30 Januari 2020. Akun ini mengunggah sejumlah foto yang memperlihatkan suasana di salah satu rumah sakit.

Selain itu, akun facebook Icha Seftyan juga menambahkan narasi dalam konten yang diunggahnya.

Berikut narasinya:

Assalamualaikum wr wbBuat teman2 semua saya dapat info dr temen istri dokter yg kerja di RDUD embung fatimah, bahwa saat sini sudah ada 1 orang wni yg permit di singapore di suspen terkena virus corona, skrg dalam tahap isolasi di RSUD embug fatimah,Harap kita semua setiap keluar rumah menggunakan masker dan untuk anak2 harap jgn di bawa ketempat keramaian terlebih dahulu.Ijin melaporkan hasil investigasi awal kasus suspek pneumonia an. Rahmat di RSUD Embung Fatimah tgl.29 Januari 2020 sbb :I. Data Pasien :- Nama : Rahmat- Umur : 40 thn- Jenis kelam in : laki-laki- Alamat : Perum Aviari Permai Blok I No.3 A, RT.007/RW.011 Sagulung ..II. Kronologis- Tgl. 22 januari pasien pulang ke rumahnya dari singapore, pasien berada di rumahnya sampai tgl.25 januari, saat dirumah pasien : pilek, batuk & merasakan demam ..- Tgl.26 januari pasien ke singapore via pelabuhan batam center, turun di pelabuhan Tanah Merah, singapore, dari pelabuhan tanah merah pasien naik taxi ke dermaga speedboat yg membawa pasien ke laut dimana kapal tug boat berlabuh ..- Tgl. 27 januari pasien mulai demam- Tgl. 29 januari atas saran kapten & crew kapal (teman kerja pasien), pasien di pulangkan ke batam dgn maksud utk berobat, pasien pulang via pelabuhan tanah merah ke pelabuhan batam center via ferry mv. wave master 6, tiba di batam skitar pukul 12.00 wib ..- Pada pukul 13.00 wib pasien dibawa oleh istrinya ke RSUD embung fatimah ..III. Keluhan saat di RS- demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak napas, sakit kepala, lemah/malaise, menggigil, nyeri otot, mual ..- suhu tubuh saat masuk RS 38,8°C, 1 jam kemudian suhu tubuh 40°C ..- suhu tubuh terakhir skitar pukul 21.00 : 37,8°C ..IV. Penyakit komorbid- pasien tidak memiliki riwayat penyakit DM, hypertensi, liver, ginjal ..V. Diagnosa- Bronco pneumonia causa virus dgn Diagnosa banding TB paru & suspek corona (pasien dalam pengawasan) ..- pukul 21.20 pasien di pindahkan ke ruang isolation di Boogenville lantai 2 ..* Dilakukan pengambilan spesimen serum tgl.29 Januari 2020 pukul 20.15 wib oleh petugas BTKL Batam ..- Demikian dilaporkan (laporan lengkap menyusul) 🙏🙏🙏

Konten yang diunggah akun facebook Icha Seftyan telah 187 kali dibagikan dan mendapat 4 komentar warganet.

 

2 dari 3 halaman

Penelusuran Fakta

Setelah ditelusuri tim cek fakta Liputan6.com, kabar tentang WNI yang positif terinveksi virus corona dan dirawat di RSUD Embung Fatimah, Batam, Kepulauan Riau ternyata tidak benar.

Informasi ini dikutip dari situs Liputan6.com dengan judul artikel "RSUD Embung Fatimah Batam Kedatangan Pasien Diduga Terinfeksi Virus Corona".

Liputan6.com, Batam - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam merawat satu orang pasien diduga terinfeksi Virus Corona. Pasien berkewarganegaraan Indonesia berinisial R (40) itu, kini ditempatkan di ruang isolasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam dr Didi Kusumaryadi mengatakan, pasien tersebut saat ini sedang berada dalam pengawasan tim medis. Pasien mengalami gejala mirip Virus Corona sehingga membutuhkan penanganan khusus.

"Kita sedang menunggu hasil diagnosa, sudah dikirim hari ini," kata Didi di RSUD Embung Fatimah Batam, Kamis (30/1/2020).

Didi mengatakan, pasien tersebut masuk rumah sakit dan mendapatkan penanganan medis pada Rabu siang (29/1/2020).

"Pasien ini tiba dari Singapura siang kemarin. Masuk ke Batam melalui Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre," ungkap Didi.

Pasien R sebelumnya punya riwayat bekerja di sebuah Kapal Toeg Boat di Singapura dengan 6 orang kru dari berbagai negara. Saat mengeluh sakit demam, dirinya dipulangkan oleh perusahaan dan sempat meminum obat demam panas tubuhnya turun.

Setelah sampai di Batam, pasien R merasakan sesak napas, dan melapor ke RSUD Kota Batam.

Saat dilakukan pengecekan suhu tubuh dan pemeriksaan dengan thermal scanner mengalami demam sehingga langsung diarahkan untuk memdapat penanganan khusus.

"Langsung dirujuk ke RSUD Embung Fatimah Batam. Langsung ditangani oleh tim dokter yang dipimpin dr Sianturi, dan setelah itu ditempatkan di ruang khusus atau ruang isolasi,” kata Didi.

Didi mengatakan, pasien tersebut tidak mengalami gejala yang akut, seperti gejala pernapasan akut dan lainnnya. Namun demikian, pihaknya bersama RSUD Embung Fatimah tetap harus melakukan penanganan serius kepada pasien.

Sementara itu dokter spesialis Paru dan Jantung RSUD Embung Fatimah, Antonius Sianturi mengatakan, kini kondisi pasien tersebut sudah mulai membaik demam dan sesaknya mulai turun.

"Mudah-mudahan tidak terjangkit, tapi kita tetap menunggu hasil laboratorium dari Jakarta," ungkap Antonius.

Terkait gejala pada pasien R, Romer Simanungkalit, Kepala Bidang Karantina dan Surveilance Epidemiologi mengatakan, pihak pelabuhan sedang menelusuri kapal fery tempat bekerja pasien R. Hal itu dilakukan untuk mewaspadai atau mencegah menularnya Virus Corona. Di dalam kapal tersebut ada 8 orang kru, termasuk pasien R, 4 orang lainnya WNI.

"Sekarang pihak karantina dan pelabuhan sedang menelusuri jejak penumpang, untuk kru kapal sudah di isolasi," kata Romer.

Belakangan, pasien yang diketahui berinisial R tersebut sudah dinyatakan negatif virus corona. Alhasil dia diperbolehkan pulang oleh pihak RSUD Embung Fatimah, Batam, Kepulauan Riau.

Informasi ini dikutip dari situs antaranews.com dengan judul artikel "Pasien terduga Virus Corona di Batam dinyatakan negatif".

Batam (ANTARA) - Seorang pasien warga negara Indonesia yang diduga terinfeksi Virus Corona di Kota Batam, Kepulauan Riau, dinyatakan negatif dari paparan Virus 2019-nCoV itu.

"Hasil laboratorium negatif," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi di Batam, Sabtu.

Hasil laboratorium itu, katanya, diperolehnya dari Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Kelas I Batam.

Atas hasil laboratorium, ujar Didi, maka pasien yang sempat dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah itu sudah diperbolehkan pulang.

Selain pasien tersebut, otoritas kesehatan Kota Batam juga memperbolehkan delapan orang anak buah kapal, rekan pasien yang ikut dikarantina, kembali ke kediamannya.

Sebanyak delapan anak buah kapal yang merupakan rekan pasien terduga terjangkit Virus Corona itu ikut dikarantina di Asrama Haji Batam untuk menghindari penyebaran virus yang sebaran awal dari Wuhan, China itu.

"Yang karantina juga sudah diakhiri," kata dia.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri juga membenarkan kabar bahwa hasil laboratorium atas pasien terduga Virus Corona itu dinyatakan negatif.

Ia mengemukakan bahwa sebanyak sembilan anak buah kapal yang dirawat di ruang isolasi RSUD Embung Fatimah dan Asrama Haji Batam sudah dipulangkan.

 

3 dari 3 halaman

Kesimpulan

WNI yang menjadi pasien di RSUD Embung Fatimah ternyata tidak terinfeksi virus corona. Pasien yang diketahui berinisial R telah dipersilakan pulang.

Dengan begitu, hingga kini belum ada seorang pun di provinsi yang berbatasan dengan empat negara tetangga itu yang terjangkit Virus Corona.

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Loading
Artikel Selanjutnya
Cek Fakta: Mendikbud Nadiem Makarim Wajibkan Bayar SPP Pakai Aplikasi Online? Ini Faktanya
Artikel Selanjutnya
Cek Fakta: Hoaks Foto Luka di Selangkangan karena Azab Menghina Alquran