Sukses

Cek Fakta: Hoaks Pedagang Jeruk Mengamuk karena Wabah Virus Corona

Liputan6.com, Jakarta - Wabah virus corona yang bermula dari Wuhan, China sudah menyebar ke sejumlah negara, satu di antaranya Malaysia.

Di tengah ramainya isu virus corona, beredar kabar bahwa seorang pria asal China yang berdagang jeruk di Malaysia mengamuk.

Penyebabnya, jeruk yang mereka jual dari China dituding terinfeksi virus corona. Kabar ini disebarkan oleh akun facebook Abdul Malik pada 31 Januari 2020.

Akun ini mengunggah sebuah video yang memperlihatkan seseorang yang tengah marah, menghancurkan jeruk yang dijualnya. Akun ini juga menambahkan sebuah narasi dalam konten yang diunggahnya.

"Hahahaa.. Di malaysia..cina ngamuk..krn jerukny ngga ada yg laku.Gimana dengan di indonesia ?? Mulai sekarang jangan beli apapun produk milik orang china..Ayo viralkan 👊✊ 😀😀😀," tulis akun facebook Abdul Malik.

Konten yang diunggah akun facebook Abdul Malik telah 4 kali dibagikan warganet.

 

2 dari 3 halaman

Penelusuran Fakta

Setelah ditelusuri tim cek fakta Liputan6.com, video dan kabar tentang pedagang jeruk asal China di Malaysia mengamuk karena virus corona ternyata tidak benar.

Video tersebut berasal dari akun twitter milik radio asal China, Radio Free China @RFA_Chinese. Akun ini mengunggah video tersebut pada 25 Januari 2020.

Akun ini juga menambahkan sebuah narasi yang menjelaskan tentang video tersebut.

"【广州花市生意惨淡】【店主怒掷盆栽泄愤】受武汉疫情影响,全中国各地民间过年气氛大打折扣。花市生意大受影响,档主损失惨重。," tulis @RFA_Chinese.

Jika diterjemahkan, narasi tersebut menjelaskan tentang pedagang yang membongkar kios bunga. Peristiwanya terjadi di Pasar Guangzhou, China. Mereka merasa geram setelah merugi akibat penyebaran virus corona di Wuhan, China.

3 dari 3 halaman

Kesimpulan

Tidak ada pedagang jeruk asal China di Malaysia yang mengamuk karena barang dagangannya tidak laku karena virus corona.

Narasi dan video yang disebarkan oleh akun facebook Abdul Malik tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Loading
Artikel Selanjutnya
Cek Fakta: Hoaks Foto Luka di Selangkangan karena Azab Menghina Alquran
Artikel Selanjutnya
Pariwisata Indonesia Rugi Rp 6,9 Triliun Akibat Wabah Corona