Sukses

[Cek Fakta] Ibu Terpaksa Membunuh 11 dari 12 Bayi Kembar yang Dilahirkan? Ini Faktanya

Liputan6.com, Jakarta - Pada 21 September 2019, situs zei6iaqu-fey3ybur3q-an.justsharedthis.info mengunggah artikel berjudul, Bayi Kembar 12 Terpaksa Dibunuh

Isinya terkait seorang ibu bernama Jinan Huang (33) yang melahirkan bayi kembar 12. Artikel itu mengklaim, perempuan asal Shanghai, China itu harus memilih satu bayi. Lainnya konon akan dilemparkan dari atas puncak gunung. 

Selain artikel, situs berbahasa Melayu itu juga memasang sebuah foto yang menunjukkan dua perempuan dan empat pria yang menggendong 12 bayi.

Berikut isi artikel tersebut: 

Memang Kejam aduh sedih sangat kenapalah bayi yang tak berdosa dihukum sebegini rupa? berikut info penuh

Jinan Huang, seorang ibu yang berumur 33 tahun, melahirkan bayi kembar 12 di Shanghai pada hari isnin yang lalu. Jinan, sekarang ini dalam keadaan stabil setelah proses melahirkan selama 31 jam,diberikan peluang selama seminggu oleh kerajaan untuk memutuskan seorang bayi yang akan dipilih untuk dibesarkan.

“Saya bersama suami belum boleh memastikan pilihan,” ujar Jinan yang bercakap kepada wartawan beberapa saat setelah kelahiran yang ajaib tersebut terjadi.

"Tetapi kami telah mempertimbangkan dengan serius untuk membesarkan seorang bayi lelaki yang lahir pada urutan ke dua. Dia adalah bayi paling berat dan oleh kerana itu kami berharap bayi tersebut akan berumur panjang dan kelak boleh menjaga kami di usia tua nanti.”

“Kami pastinya tidak akan memilih bayi perempuan,” tambah suami Jinan. “Kami yakin dengan keputusan kami.” lagi sebelas baki bayi yang tidak dipilih oleh Jinan dan suaminya akan dilemparkan dari atas puncak gunung, sesuai ketetapan yang sudak termaktub dalam Undang Undang Kelahiran Kembar China. Sejak undang-undang ‘Satu Keluarga Satu Anak’ diwartakan pada tahun 1983, kerajaan China sudah membunuh lebih dari 65 juta bayi kembar di negara tersebut.

Jinan, yang mengaku bahawa sudah bertahun-tahun berusaha mendapatkan anak, dengan tegas menolak tuduhan bahawa dia mengambil pil kesuburan, sebuah amalan yang juga dijanjikan dengan hukuman mati di China. “Saya tidak mengerti kenapa ini boleh terjadi,” tambahnya.“Kepada seluruh rakyat China dan para pemimpin kami yang terhormat, saya memohon permintaan maaf atas kelahiran bayi kembar kami yang memalukan dan tidak bertanggung jawab ini.”

Sifat keperimanusiaan di China rasanya sudah lama PUPUS, kenapa kami berkata begitu? kerana sudah banyak kes, cerita mahupun berita yang kita dengar mengenai bayi dimakan, kanak-kanak didera, kanak-kanak dipukul dan kes kanak-kanak yang dilanggar, namun tiada mana-mana pihak yang mahu tampil untuk membantu! ''

Sejak kali pertama ditayangkan, artikel yang dimuat situs zei6iaqu-fey3ybur3q-an.justsharedthis.info telah dibagikan setidaknya sebanyak 7.700 kali di media sosial Facebook. 

Benarkah perempuan bernama Jinan Huang melahirkan 12 anak kembar dan berencana menyingkirkan 11 di antaranya? Dari mana sumber kabar tersebut? Apakah foto yang dipasang menggambarkan hal sesungguhnya? 

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Tak ada sumber berita dalam artikel yang diunggah situs zei6iaqu-fey3ybur3q-an.justsharedthis.info. 

Penelusuran di Google Search dengan kata kunci 'jinan huang 12 babies' menghasilkan temuan ini: 

[Cek Fakta] Ibu Terpaksa Membunuh 11 dari 12 Bayi Kembar yang Dilahirkan? Ini Faktanya (Google Search)

 Salah satunya adalah artikel berjudul, Chinese Woman Gives Birth to Septuplets, Has One Week To Choose yang dipublikasikan situs The Onion pada 15 Januari 1998. 

Berikut isi artikel tersebut:

SHANGHAI, CHINA—In the second such documented case ever, Jinan Huang, a 33-year-old Shanghai woman, gave birth to septuplets Monday.

 Jinan, who is in stable condition following the 31-hour delivery, has been given one week by government officials to decide which child she will keep.

  "My husband and I have not decided for certain," said Jinan, speaking to reporters from her hospital bed shortly after the miraculous birth. "But we are very much considering keeping the second-born boy. He is the heaviest and, therefore, the most likely to survive and tend to us in our old age."

"We definitely do not want either of the two girls," Jinan's husband Lin said. "Of that much we are certain."

  The six children not selected will, in accordance with Chinese multiple-birth law, be thrown off a mountaintop.

Since China's one-child-per-family law went into effect in 1983, more than 65 million multiple-birth babies have been put to death in the country.

Jinan, who said she had tried to have a baby for years, vehemently denied taking fertility drugs, the use of which is punishable by death in China. "I do not know how this happened," she said. "To my fellow citizens and our nation's leaders, I wish to apologize for this shameful and irresponsible multiple birth." 

Cek Fakta - Kabar 12 Bayi Kembar Dibunuh di China, Hoaks atau Fakta?

 

Dalam artikel dijelaskan bahwa, Jinan Huang (33) melahirkan anak kembar tujuh dalam persalinan yang menghabiskan waktu selama 31 jam. Ia konon diberi waktu seminggu untuk memilih anak mana yang akan dibesarkan. 

Hal itu diklaim terkait kebijakan satu keluarga satu anak Pemerintah China. 

Ada sedikit perbedaan dalam artikel The Onion dan situs zei6iaqu-fey3ybur3q-an.justsharedthis.info, namun nama, usia, dan  narasinya sama.

 

Apa Itu Situs The Onion?

Ini yang tertera dalam laman 'About The Onion' dalam situs www.theonion.com:

 

The Onion is the world’s leading news publication, offering highly acclaimed, universally revered coverage of breaking national, international, and local news events. Rising from its humble beginnings as a print newspaper in 1756, The Onion now enjoys a daily readership of 4.3 trillion and has grown into the single most powerful and influential organization in human history.

 In addition to maintaining a towering standard of excellence to which the rest of the industry aspires, The Onion supports more than 350,000 full- and part-time journalism jobs in its numerous news bureaus and manual labor camps stationed around the world, and members of its editorial board have served with distinction in an advisory capacity for such nations as China, Syria, Somalia, and the former Soviet Union. On top of its journalistic pursuits, The Onion also owns and operates the majority of the world’s transoceanic shipping lanes, stands on the nation’s leading edge on matters of deforestation and strip mining, and proudly conducts tests on millions of animals daily.

The Onion is now available exclusively online without charge in order to take advantage of various charity tax benefits.

 

The Onion mengklaim sebagai media terkemuka di dunia, dibaca 4,3 triliun kali sehari, dan tumbuh menjadi satu-satunya organisasi paling kuat dan berpengaruh dalam sejarah manusia.

The Onion mengklaim memiliki 350 ribu junalis, termasuk pekerja paruh waktu di sejumlah biro dan kamp kerja paksa yang berada di seluruh dunia.

Terdengar berlebihan? Memang. 

Cek Fakta - Tampilan situs The Onion

 

Seperti dikutip dari wikipedia, The Onion adalah situs satir asal Amerika Serikat.

Berikut ulasan dalam situs tersebut yang menjelaskan the onion:

The Onion is an American satirical digital media company and newspaper organization that publishes articles on international, national, and local news. Based in Chicago, the company originated as a weekly print publication on August 29, 1988 in Madison, Wisconsin.[1] In the spring of 1996, The Onion began publishing online. In 2007, the organization began publishing satirical news audio and video online, as the Onion News Network. In 2013, The Onion ceased publishing its print edition and launched Onion Labs, an advertising agency.[3][4]

The Onion's articles cover current events, both real and fictional, satirizing the tone and format of traditional news organizations with stories, editorials, op-ed pieces, and man-on-the-street interviews using a traditional news website layout and an editorial voice modeled after that of the Associated Press. The publication's humor often depends on presenting mundane, everyday events as newsworthy, surreal, or alarming (such as "Rotation of Earth Throws Entire North American Continent into Darkness").[5] In 1999, comedian Bob Odenkirk praised the publication, stating, "It's the best comedy writing in the country, and it has been since it started."[6]

The Onion also runs The A.V. Club and ClickHole. Initially created in 1993 as a supplement to the parent publication, The A.V. Club is an entertainment and pop culture publication that contains interviews and reviews of newly released media and other weekly features. ClickHole is a satirical website from The Onion founded in 2014 that parodies clickbait websites such as BuzzFeed and Upworthy.[7]

 

Asal Usul Foto

Penelusuran menggunakan Google Reverse Images terkait foto yang diunggah situs, menghasikan temuan berikut:

[Cek Fakta] Ibu Terpaksa Membunuh 11 dari 12 Bayi Kembar yang Dilahirkan? Ini Faktanya

 

 

Salah satunya berasal dari situs telegraph.co.uk dengan judul artikel "Pictures of the day: 26 April 2011".

Cek Fakta - Kabar 12 Bayi Kembar Dibunuh di China, Hoaks atau Fakta?

Berikut keterangan pada gambar yang dituliskan situs Inggris tersebut:

A Chinese hospital has enjoyed a baby boom after six sets of twins were born there in the space of just six days. The 12 babies were all born at Wuhan 11th Hospital in central China's Hubei Province between 17-22 April. Three of the six pairs are twin brothers, two pairs are a boy and a girl and there is also a pair of twin girls.

Foto itu tidak menggambarkan peristiwa bayi kembar 12 yang diklaim berasal dari rahim seorang ibu. 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Cerita tentang 12 bayi kembar yang dibunuh di China ternyata tidak benar dan tidak didukung bukti meyakinkan. Sumbernya berasal dari situs satir The Onion

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Loading
Artikel Selanjutnya
Cek Fakta Kesehatan: Jangan Langsung Minum Air Putih Usai Lari, Benarkah?
Artikel Selanjutnya
Cek Fakta Kesehatan: Kontrol Diabetes Cukup dengan Insulin?