Sukses

[Cek Fakta] Hoaks Makan Mi dan Cokelat Sebabkan Kematian

Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang peringatan bahaya makan mi goreng bersamaan dengan cokelat beredar di media sosial.

Kabar ini menyebutkan bahwa menyantap mi goreng berbarengan dengan cokelat dapat menimbulkan kematian.

Kabar ini sebagaimana yang diunggah oleh akun Facebook Ustadz Wijayanto pada 26 September 2018. Dalam unggahannya, Ustadz Wijayanto menceritakan ada seorang wanita yang mendadak meninggal karena mengonsumsi dua makanan tersebut bersamaan.

"SEKEDAR INFO KHUSUSNYA UTK ANAK KOST/ PERANTAUAN BUJANGAN/ siapa saja...

Ada seorang Wanita meninggal 'Mendadak' dgn ' Kelima Panca Indera keluar darah.Setelah diselidiki ternyata Wanita ini meninggal, bukan karena 'Bunuh Diri' atau 'Dibunuh', melainkan karena ketidaktahuan tentang 'Racun akibat Makanan'. Wanita ini memiliki kebiasaan makan coklat tiap hari, ini tidak masalah. Masalahnya, malam itu wanita ini kebanyakan makan 'MIE GORENG'. Sebenarnya cuma makan mie goreng saja , juga tidak masalah, karena orang rumahnya juga banyak makan mie malam itu & tak ada yg meninggal.Tetapi, karena MIE itu mengandung 'Arsenic Pentoxide' (As2O5) & berhubung habis makan MIE wanita itu makan COKLAT. Terjadilah *"Reaksi Kimia"* di dalam perut yg membuat 'Arsenic Pentoxide' (As2O5) berubah menjadi Arsenic Trioxide (As2O3) yg sangat beracun.- Inilah yg Mengakibatkan :• Hati• Jantung• Ginjal• Pembuluh Darah Rusak• Usus Berdarah• Pembuluh Darah Melebar/dilatasi.

= Sehingga wanita itu Meninggal dgn sangat mengenaskan dgn Kelima Panca Indera 'Keluar Darah' saat itu.

= Jadi Hati-hati!!, Jika habis banyak makan.• MIE Goreng•. MIE Kering•. MIE Soto & Mie Bakso

- Jangan makan coklat pada saat yg 'Bersamaan' !!!- Share-lah jika Anda 'Merasa' ini cukup 'Penting'- Kasih tahu ke semua Teman atau Keluarga.- Mari berbagi Kepedulian Kita dgn Sesama....!!!

*Info Kesehatan KemenKes RI*," tulis akun Ustadz Wijayanto.

Konten yang diunggah Ustadz Wijayanto telah dibagikan sebanyak 84.813 kali dan 3 ribu lebih dikomentari warganet.

Tak hanya akun Ustadz Wijayanto, akun Facebook Tb Indra juga mengunggah konten serupa pada 21 Februari 2018.

Konten yang diunggah Tb Indra ini telah 70 ribu kali dibagikan dan mendapat 22 komentar warganet.

 

2 dari 3 halaman

Fakta

Dari hasil penelusuran, kabar tentang bahanya mengonsumsi mi goreng berbarengan dengan cokelat ternyata tidak benar. Kabar ini sudah diklarifikasi oleh akun resmi Kementerian Kesehatan RI.

Dalam konten yang diunggahnya, Kemenkes RI menampilkan gambar tangkapan layar pesan berantai tentang bahaya memakan mi goreng dan cokelat bersamaan. Gambar tersebut kemudian diberi tanda 'HOAX', yang berarti informasi itu tidak benar.

"Halo Healthies! Pernah dapat broadcast message seperti ini? Harus diperiksa lagi kebenarannya loh, apakah berita itu benar atau hoax 😱😱..Mari kita beritakan yang benar 👌🏻👌🏻 #hoaxkesehatan #antihoax #beritakanyangbenar," tulis Kemenkes RI pada 22 Juni 2018.

Tak hanya itu, klarifikasi atas kabar itu juga bisa dilihat dalam artikel di Liputan6.com dengan judul 'Kemenkes Nyatakan Kisah Meninggal karena Makan Mi dan Cokelat Itu Hoaks' pada 23 Juni 2018.

Health Liputan6.com kembali menelusuri di internet apakah pesan tersebut pernah beredar sebelumnya dan benar saja, pada tahun 2016 dan 2017 beredar pesan yang persis sama dan kerap dibahas di berbagai forum jejaring sosial.

Bahkan, situs Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta jelas-jelas sudah pernah menyatakan bahwa pesan tersebut adalah salah satu hoaks yang beredar soal kesehatan di salah satu artikelnya.

"Berdasarkan hasil pengujian laboratorium, disimpulkan bahwa produk mi instan yang terdaftar dan beredar di Indonesia memenuhi standar dan persyaratan yang berlaku, serta dinyatakan aman untuk dikonsumsi," seperti ditegaskan oleh Dra. Kustantinah, Apt, M.App.Sc yang saat itu menjabat sebagai Kepala Badan Pengendalian Obat dan Makanan RI saat itu seperti yang dikutip dari situs dinkes DIY.

 

3 dari 3 halaman

Kesimpulan

Mengonsumsi mi goreng dan cokelat bersamaan ternyata tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi tubuh. Kabar yang menyebut bahwa hal itu menyebabkan kematian adalah tidak benar atau hoaks.

Kementerian Kesehatan RI juga sudah membantah kabar itu. Narasi yang disampaikan oleh sumber informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. 

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama 49 media massa lainnya di seluruh dunia.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi hoax yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoax yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Loading
Artikel Selanjutnya
[Cek Fakta] Viral Video Bocah Pemulung Meninggal Dunia karena Kelaparan, Ini Faktanya
Artikel Selanjutnya
[Cek Fakta] Viral Kabar David Beckham Diam-Diam Datang ke Papua, Benarkah?