Situasi Jelang Ruben Amorim Dipecat: Ruang Ganti MU Retak, Pemain Merasa Ragu

Laporan mengungkap pemain Manchester United merasa Ruben Amorim kehilangan kendali ruang ganti usai pidato membingungkan jelang laga imbang kontra Wolves.

Diterbitkan 06 Januari 2026, 19:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemecatan Ruben Amorim dari kursi manajer Manchester United menyisakan banyak cerita dari balik layar. Laporan terbaru menyebut suasana ruang ganti sudah goyah bahkan sebelum keputusan resmi diambil.

Rasa tidak aman mulai menyelimuti skuad senior, seiring munculnya keraguan terhadap kepemimpinan Amorim. Situasi ini mencapai titik kritis menjelang laga-laga terakhirnya bersama klub.

Salah satu momen kunci terjadi sebelum hasil imbang mengecewakan melawan Wolves. Dari sinilah, menurut laporan, kepercayaan pemain terhadap Amorim mulai runtuh secara terbuka.

Pidato Pra-Laga yang Mengubah Segalanya

Menurut laporan Daily Mail, Ruben Amorim dinilai telah kehilangan kendali atas ruang ganti menjelang pemecatannya. Masa jabatannya selama 14 bulan berakhir pada 5 Januari, setelah dianggap menjadi bayangan dari sosoknya sendiri.

Hasil imbang 1-1 melawan Leeds menjadi laga terakhirnya, meski keputusan berpisah disebut sudah diambil sebelumnya. Namun, ketegangan internal justru memuncak usai hasil imbang 1-1 di kandang melawan Wolves yang berada di dasar klasemen.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Amorim “meledak” saat pembicaraan panas dengan pejabat klub setelah laga itu. Insiden tersebut membuat posisinya semakin sulit dipertahankan.

Kebingungan Taktik dan Hilangnya Kepercayaan

Daily Mail mengungkap adanya “rasa terkejut dan kebingungan yang nyata” di antara pemain saat Amorim mengumpulkan skuad sebelum laga kontra Wolves. Ia menyampaikan adanya perubahan rencana, lalu kembali ke formasi 3-4-2-1 yang sebelumnya banyak dikritik.

Seorang sumber menggambarkan situasi tersebut dengan jelas. Pemain merasa pesan yang disampaikan Amorim tidak meyakinkan dan menunjukkan keraguan.

“Dia bergumam saat mencoba menjelaskan kepada mereka,” ujar sumber tersebut.

“Para pemain mendapat kesan bahwa dia tidak menguasai situasi. Dia terlihat penuh keraguan diri dan cukup tidak aman.”

Kondisi ini disebut mempercepat hilangnya dukungan ruang ganti. Setelah penampilan yang dianggap tidak menginspirasi, Amorim kembali mendapat cemoohan dari suporter saat tim meninggalkan lapangan.

Retaknya Hubungan dengan Papan Atas Klub

Laporan tersebut juga menyoroti hubungan Amorim dengan jajaran petinggi klub yang memburuk sejak periode Natal. Retakan dengan dewan dan direktur sepak bola Jason Wilcox disebut semakin melebar setelah laga kontra Wolves.

Amorim kemudian berbicara terbuka usai hasil imbang melawan Leeds, menegaskan keinginannya berperan sebagai “manajer” alih-alih “pelatih kepala”. Pernyataan itu muncul di tengah klaim bahwa ia akan menyelesaikan sisa kontraknya selama 18 bulan.

Namun, kurang dari 24 jam setelah komentar tersebut, Manchester United resmi mengakhiri kerjasama. Amorim menutup masa tugasnya setelah memimpin 63 pertandingan.

Daily Mail menyebut dalam beberapa pekan terakhir Amorim menerima masukan atasan secara emosional. Ia diklaim telah kehilangan dukungan ruang ganti dan kepercayaan pemain yang sejak awal tidak sepenuhnya nyaman dengan metodenya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Final Piala Dunia 2026 Jadi Event Olahraga dengan Tiket Termahal, Kalahkan Super Bowl

Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan