Mohamed Salah Bahkan Tidak Masuk 3 Besar Ballon d'Or 2025, Ternyata Ini Penyebab Utamanya

Jamie Carragher mengungkap alasan Mohamed Salah gagal masuk tiga besar Ballon d'Or 2025 meski tampil luar biasa dan membawa Liverpool juara Premier League.

Diterbitkan 26 September 2025, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Mohamed Salah harus menerima kenyataan pahit di ajang Ballon d’Or 2025. Meski tampil sensasional sepanjang musim, bintang Liverpool itu hanya finis di peringkat keempat. Hasil ini menimbulkan perdebatan besar, terutama karena Salah berada di bawah Vitinha, Lamine Yamal, dan sang pemenang, Ousmane Dembele.

Salah mencatat musim luar biasa bersama Liverpool. Ia memecahkan sejumlah rekor dan menjadi aktor utama dalam keberhasilan tim merebut gelar Premier League di musim pertama Arne Slot. Namun, raihan itu tak cukup untuk menembus tiga besar penghargaan pemain terbaik dunia.

France Football, penyelenggara Ballon d’Or, tampaknya kembali mengabaikan kontribusi luar biasa pemain Mesir tersebut. Di usia 33 tahun, peluang Salah untuk meraih trofi bergengsi ini tampak semakin menipis.

Carragher: Liga Champions Jadi Penentu

Legenda Liverpool, Jamie Carragher, mengungkap alasan mengapa Salah gagal memenangkan Ballon d’Or 2025. Dalam program The Overlap, Carragher menilai hasil di Liga Champions menjadi faktor utama yang menutup peluang sang winger.

Menurut Carragher, keberhasilan PSG menyingkirkan Liverpool sangat memengaruhi persepsi pemilih. “Trofis besar selalu punya peran penting,” ujarnya. “Biasanya di tahun-tahun Piala Dunia atau Euro, pemain terbaik turnamen cenderung menang. Begitu pula dengan Liga Champions.”

Carragher menambahkan, “Jika Liverpool mengalahkan PSG dan melaju ke semifinal atau bahkan juara, mungkin Salah akan memenangkan Ballon d’Or.”

Salah Kalah karena Dua Pertandingan

Komentar Carragher memperkuat pandangan bahwa Ballon d’Or masih sangat dipengaruhi prestasi tim di kompetisi Eropa. Dalam banyak kasus sebelumnya, pemenang turnamen besar sering kali otomatis diunggulkan dalam pemungutan suara.

Dengan begitu, kegagalan Liverpool di Liga Champions tampaknya menjadi titik balik yang membuat Salah kehilangan peluang emasnya. Meski secara statistik ia lebih produktif dibanding Dembele, Yamal, dan Vitinha, hasil akhir di Eropa tetap menjadi penentu utama.

Salah kini harus puas dengan posisi keempat, meski banyak pihak menilai penampilannya layak mendapat pengakuan lebih tinggi.

 
 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Bersinar di Usia 39 Tahun, Jalur Lionel Messi Menuju Ballon d'Or Kesembilan Terbuka

Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Liga Champions merupakan kompetisi sepak bola antar klub di benua Eropa
    Liga Champions merupakan kompetisi sepak bola antar klub di benua Eropa
    Liga Champions
  • liputan6
    Liga Inggris atau lebih dikenal dengan Liga Primer Inggris merupakan kompetisi utama di Inggris yang diikuti 20 tim untuk mendapatkan gelar
    Liga Inggris
  • Ballon d'Or adalah ajang penghargaan bergengsi bagi seluruh pemaik sepak bola yang ada di dunia
    Ballon d'Or adalah ajang penghargaan bergengsi bagi seluruh pemaik sepak bola yang ada di dunia
    Ballon d'Or
  • Liverpool FC merupakan klub tersukses asal Inggris di eropa. Raihan 5 trofi dari 7 final menjadi bukti betapa berbahayanya Liverpool di rana
    Liverpool FC merupakan klub tersukses asal Inggris di eropa. Raihan 5 trofi dari 7 final menjadi bukti betapa berbahayanya Liverpool di rana
    Liverpool
  • Klub sepak bola asal Perancis yang dibuat pada tahun 1970 dan berbasis di Paris.
    Paris Saint-Germain (PSG) merupakan klub sepak bola asal Perancis yang dibuat pada tahun 1970 dan berbasis di Paris.
    PSG
  • Ousmane Dembele adalah pemain sepak bola berbakat asal Prancis yang tergabung dalam klub Barcelona
    Ousmane Dembele adalah pemain sepak bola berbakat asal Prancis yang tergabung dalam klub Barcelona
    Ousmane Dembele
  • Mohamed Salah