Masalah Manchester United: Ruben Amorim Dinilai Salah Tempatkan Pemain Kunci

Manchester United kembali kalah telak di derby. Analisis menyebut masalah utama bukan pada formasi Ruben Amorim, melainkan penempatan pemain yang keliru.

Diperbarui 15 September 2025, 19:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Gol pertama City menjadi bukti. Fernandes gagal mengantisipasi pergerakan Foden yang menusuk dari lini kedua. Ia sempat berada di posisi, tetapi kehilangan fokus, hanya mengawasi bola tanpa membaca pergerakan lawan. Situasi serupa juga terjadi saat United kehilangan poin melawan Fulham pada Agustus.

Ironisnya, aspek distribusi bola Fernandes dari area tengah sebenarnya sangat baik. Umpan-umpannya dari posisi dalam mampu membuka ruang bagi para penyerang. Masalahnya, kontribusi itu dibayar mahal dengan kerapuhan ketika ia harus bertahan.

Kondisi ini menegaskan bahwa meski secara teknis mampu menguasai bola di berbagai situasi, Fernandes tetaplah seorang playmaker. Menempatkannya di posisi yang menuntut disiplin defensif hanya akan menimbulkan risiko besar bagi United.

Kesalahan Posisi Lain: Luke Shaw dan Lini Pertahanan Rapuh

Bruno Fernandes bukan satu-satunya yang dipaksa keluar dari zona nyamannya. Luke Shaw juga kerap dijadikan bek tengah dalam formasi tiga bek, padahal sebagian besar kariernya dijalani sebagai bek kiri dinamis.

Hasilnya terlihat jelas. Pada gol pembuka City, Shaw terlalu mudah dilewati Jeremy Doku. Situasi itu menggambarkan betapa Shaw tak sepenuhnya nyaman sebagai bek tengah. Adaptasi memang mungkin, tetapi kenyamanan dalam peran asli tetap memberi perbedaan besar.

Kelemahan itu semakin terlihat pada gol kedua City. Serangkaian kesalahan terjadi, mulai dari Manuel Ugarte yang kehilangan fokus, Mazraoui terlambat menutup ruang, hingga Leny Yoro yang gagal mengantisipasi gerakan Doku. Semua berawal dari pemain yang tidak sepenuhnya mantap di posisinya.

Ketika pemain merasa tidak natural dalam perannya, kesalahan kecil akan menumpuk. Itulah yang terjadi pada lini belakang United, yang akhirnya tidak mampu menahan gelombang serangan City di babak kedua.

Jalan Terjal United Jika Kesalahan Berulang

Kekalahan di derby memang menyesakkan, tetapi United sejatinya tidak tampil sepenuhnya buruk musim ini. Mereka punya peluang menang atas Arsenal, mengalahkan Burnley, dan seharusnya bisa menuntaskan laga melawan Fulham dengan tiga poin.

Masalahnya, setiap kali menghadapi tim besar, kelemahan yang sama kembali terbuka. Sistem yang sudah lebih baik tidak cukup menutupi fakta bahwa pemain kerap diposisikan salah. Akibatnya, kesalahan berulang dan hasil buruk pun tak terhindarkan.

Amorim tampaknya tetap kukuh dengan formasi pilihannya, tetapi jika pemilihan pemain tidak diperbaiki, masalah tidak akan selesai. Bruno Fernandes akan terus dinilai lemah di lini tengah, Shaw akan kewalahan sebagai bek tengah, dan United akan terus kebobolan dengan cara yang sama.

Jika situasi ini berlanjut, Manchester United hanya akan mengulang siklus yang sama. Perbaikan struktural tak akan berarti tanpa keberanian Amorim menempatkan pemain di posisi terbaik mereka.

 
 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan