Unwanted XI: Pemain-pemain yang Terpinggirkan jelang Akhir Bursa Transfer

Dua pekan jelang penutupan bursa transfer, sejumlah pemain justru mendapati diri mereka tidak lagi dibutuhkan di klub masing-masing.

Diperbarui 20 Agustus 2025, 18:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Dua pekan jelang penutupan bursa transfer, sejumlah pemain justru mendapati diri mereka tidak lagi dibutuhkan di klub masing-masing. Mereka tersisih dari rencana pelatih, kehilangan menit bermain, hingga terjebak dalam status "pemain cadangan abadi". Kondisi ini membuat masa depan karier mereka menjadi tanda tanya besar.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di klub-klub papan menengah, tetapi juga di tim-tim elite Eropa. Nama-nama besar yang pernah merasakan puncak kejayaan kini masuk daftar jual, bahkan sekadar dipinjamkan pun sulit. Inilah gambaran nyata betapa cepatnya roda sepak bola berputar.

Dalam formasi 4-4-2, deretan pemain dengan label "unwanted XI" ini menunjukkan betapa status dan reputasi tidak menjamin keamanan di klub besar. Siapa saja yang harus segera pindah jika ingin bermain reguler musim ini?

Dari Donnarumma hingga Chilwell: Barisan Belakang yang Terlupakan

Di bawah mistar, Gianluigi Donnarumma menjadi kisah paling mengejutkan. Dari mengangkat trofi Liga Champions bersama PSG, ia kini dikesampingkan oleh Luis Enrique hanya dalam hitungan bulan. Masa depannya disebut bisa bergeser ke Liga Inggris demi menit bermain.

Tyrell Malacia juga bernasib serupa di Manchester United. Bek asal Belanda ini baru tampil 16 kali di Premier League dalam tiga tahun, terlalu sedikit untuk ukuran pemain internasional. Ia kini siap bermain di posisi mana pun asal bisa mendapat kepercayaan.

Ben Chilwell, yang didatangkan Chelsea seharga £45 juta (sekitar Rp917 miliar) pada 2020, juga masuk daftar jual. Namun, The Blues kesulitan menemukan klub yang mau menampungnya setelah masa pinjaman di Crystal Palace berakhir. Sejak April 2024, ia tak lagi menyentuh lapangan Premier League.

Sementara itu, Arsenal memiliki dilema di sektor bek tengah. Jakub Kiwior tampil impresif musim lalu, tetapi kehadiran Cristhian Mosquera membuatnya kembali ke bangku cadangan. Nasibnya makin pelik dengan duet Gabriel dan Saliba yang tak tergoyahkan.

Oleksandr Zinchenko kini bahkan kalah saing dengan Jurrien Timber di posisi bek kiri Arsenal. Sang bek sayap asal Ukraina disebut bisa melanjutkan kariernya di Fenerbahce, di bawah asuhan Jose Mourinho. Sayangnya, keluarganya pun merasa kecewa melihatnya jarang bermain di Emirates.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Alejandro Garnacho baru berusia 21 tahun dan masih memiliki perjalanan panjang dalam kariernya. Namun, masa depannya tampaknya tidak lagi bersama Manchester United. Winger Argentina itu dikabarkan berpeluang hijrah ke Chelsea, yang sedang memantau situasi kontraknya di Old Trafford. Kalvin Phillips menjadi contoh kegagalan transfer mahal di Manchester City. Sejak 2022, ia hanya mencatat 16 penampilan di Premier League dan kini dikaitkan dengan kepulangan ke Leeds United. Gelandang Inggris ini seakan kehilangan arah setelah masa pinjaman singkat di West Ham dan Ipswich. Yves Bissouma, meski sempat tampil di final Liga Europa, kini disingkirkan Thomas Frank di Tottenham. Alasan kedisiplinan membuat gelandang Mali itu absen dari skuat Super Cup. Situasi ini menegaskan bahwa masa baktinya di London Utara sudah mendekati akhir. Di Chelsea, Raheem Sterling juga menghadapi jalan buntu. Dengan gaji £300 ribu per pekan (sekitar Rp6,1 miliar), winger Inggris ini terlalu mahal untuk dijual cepat. Meski diminati klub Jerman dan Turki, ia disebut ingin bertahan di sekitar London karena alasan keluarga.

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan