Petenis Prancis Arthur Gea Juara Turnamen Tenis M-25 di Bali

Petenis Prancis menjadi juara turnamen tenis M-25 di Bali usai menang atas jagoan dari Turki.

OlehThomas
Diperbarui 10 Agustus 2025, 21:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Petenis putra asal Prancis Arthur Gea mampu keluar sebagai juara tunggal putra Amman Men's World Tennis Championship seri ketiga M-25. Pada Turnamen yang merupakan kalender tetap ITF World Tennis Tour ini, pada laga final di lapangan A, kawasan wisata ITDC Nusa Dua Bali, meski harus bermain rubber set, Arthur Gea berhasil mengatasi perlawanan Yanki Erel dari Turki.

Mengawali set pertama Arthur Gea yang menempati unggulan pertama di seri ketiga M-25, bertanding dengan begitu energik untuk menutup areanya dari serangan lawannya.

Petenis berperingkat 278 ini tak memberi celah sedikitpun kepada Yanki Erel menampilkan performa terbaiknya untuk menang 6-3.

Di set kedua situasi mulai berbalik, dimana pemain Kidal Turki yang pernah merasakan juara turnamen ini dua tahun lalu di Jakarta, yang saat itu bernama BNI-Medco Energy M25k seri V, dengan cerdik mengubah strategi permainan.

Servis keras dan terarah yang diiringi cegatan voli, mampu mengubah ritme permainan yang menguntungkan baginya untuk balik merebut set ini 6-3, dan memaksa Arthur Gea bermain rubber set.

Di set terakhir laga final antara kedua finalis ini terus berlangsung dengan intensitas yang tinggi di perlihatkan oleh Arthur Gea maupun Yanki Erel hingga game ke-10.

Sempat Tertekan

Pada momen tertekan saat tertinggal 4-5, Arthur Gea justru mampu bangkit untuk menyamakan skor dan balik memimpin 6-5 dan sekaligus berhasil mematahkan servis Yanki Erel untuk menutup pertandingan dengan skor akhir 7-5, untuk tampil sebagai jawara ITF World Tennis Tour Bali.

Dengan raihan gelar juara tunggal putra di turnamen Amman Men's World Tennis Championship seri keempat M-55, Arthur Gea berhak atas hadiah uang sebesar 4.612 dolar AS, sementara di posisi runner up, Yanki Erel mendapatkan 2.701 dolar.

Menanggapi hasil yang diraihnya seusai menerima hadiah, Arthur Ghea mengaku bahwa Permainannya selama di seri tiga M-25, terus mengalami peningkatan meskipun udara tropis di Bali membutuhkan adaptasi tersendiri.

"Saya sempat kewalahan saat Yanki Erel bermain agresif terutama di set kedua. Dengan serangan yang bervariasi serta seminimal mungkin berbuat kesalahan, saya akhirnya membuahkan hasil bagus," ujar Arthur yang bertanding selama dua jam lebih di final.

Seri Berikutnya

Sementara itu Yanki Erel mengaku cukup realistis dengan raihan gelar runner up mengingat Dirinya masih perlu menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca, dan juga harus mengakui bahwa lawannya sangat bagus permainannya di final.

Seusai dengan perhelatan babak final tunggal Putra Amman Men's World Tennis Championship Seri III, Event ini berlanjut terus ke seri IV, M-25, dengan langsung mempertandingkan babak kualifikasi.

Beberapa petenis Indonesia yang tidak memiliki peringkat yang memadai serta fasilitas wildcard, harus mulai berlaga seperti Gunawan Trismuwantara dan Tegar Abdi Wibowo.

Hasil berbeda di babak kualifikasi tersebut, dimana Tegar Abdi Wibowo dibabak pertama berhasil mengalahkan Anup Bangardi 6-2 dan 7-5, sedangkan Gunawan Trismuwantara harus menyerah ditangan Maan Kesharwani dari India.

 

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Tempat Menonton Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026

ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan