Kata Pelatih Oxford Soal Pengalamannya Bermain di Piala Presiden 2025: Pengalaman Baru yang Menarik, Sangat Kompetitif

Pelatih Oxford United, Gary Rowett, mengatakan dirinya merasakan pengalaman menarik selama berada di Indonesia dan menyebut persaingan di turnamen Piala Presiden 2025 ini sangat kompetitif.

Diperbarui 11 Juli 2025, 20:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Pelatih Oxford United, Gary Rowett, mengatakan dirinya merasakan pengalaman menarik selama berada di Indonesia dan menyebut persaingan di turnamen Piala Presiden 2025 ini sangat kompetitif.

Turnamen Piala Presiden 2025 ini berbeda dibandingkan edisi-edisi sebelumnya. Sebab kali ini panitia mengundang dua tim luar negeri.

Mereka mengundang Oxford, yang berlaga di divisi Championship Inggris. Lalu ada tim besar asal Thailand, Port FC.

Hadirnya Oxford sangat menarik perhatian penggemar sepak bola di tanah air. Sebab klub tersebut diperkuat dua penggawa Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan dan Ole Romeny.

Pengalaman Baru yang Menarik

Oxford United berada di Grup A Piala Presiden 2025. Mereka bersaing melawan Liga Indonesia All Star dan Arema FC.

Menurut Gary Rowett, pengalaman selama bermain di Indonesia sejauh ini mengesankan baginya. “Ini baru bagi kami. Ini pengalaman baru,” ucap Rowett dalam wawancara di Gedung Sate, Bandung, Jumat (11/07/2025).

“Sangat menarik, berbagai jenis pertandingan yang kami jalani,” imbuh pelatih berusia 51 tahun tersebut.

Turnamen yang Sangat Kompetitif

Dari dua laga di Grup A, Oxford United meraih hasil positif. Mereka mengalahkan tim All Star dengan skor 6-3 dan Arema FC 4-0.

Meski menang besar, Gary Rowett mengatakan kedua laga itu tak mudah bagi anak-anak asuhnya. Apalagi gaya permainan kedua tim tersebut berbeda.

“Pertandingan pertama kami melawan All Star, adalah pertandingan yang sulit. Ini pertandingan yang berbeda. Melawan Arema, sedikit lebih mengandalkan fisik,” tuturnya.

“Kami menikmatinya. Pertandingan sejauh ini sangat kompetitif,” puji Gary Rowett.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Alasan Inggris Tidak Dapat Penalti saat Harry Kane Dijatuhkan Kiper RD Kongo

Dimas Ardi PrasetyaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan