Rahasia Transfer Harry Kane: Kenapa MU Gagal Dapatkan Sang Kapten Inggris

Harry Kane menolak tawaran Manchester United dan memilih bergabung dengan Bayern Munchen demi peluang meraih trofi. Keputusan itu terbukti tepat setelah ia sukses menjadi top skor dua musim beruntun dan meraih gelar Bundesliga.

Diperbarui 19 Juni 2025, 15:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Harry Kane mengakhiri kisah panjangnya bersama Tottenham Hotspur pada musim panas 2023. Ia resmi pindah ke raksasa Jerman, Bayern Munchen.

Keputusan Kane mengejutkan banyak pihak, termasuk penggemar Premier League. Selama bertahun-tahun, Kane dikenal sebagai simbol kesetiaan Spurs dan belum pernah mencicipi gelar juara.

Manchester United disebut-sebut sebagai klub paling serius untuk mendatangkan Kane. Bahkan, manajer Erik ten Hag sudah memasukkannya dalam daftar belanja sejak awal melatih di Old Trafford.

Namun, Kane memilih jalan berbeda. Ia ingin bermain di klub yang siap menjadi juara, bukan tim yang sedang dalam masa transisi.

MU Sudah Serius, tapi Kane Masih Bertahan

Sejak Erik ten Hag datang ke Manchester United pada 2022, Harry Kane langsung menjadi target utama transfer. Laporan eksklusif Mirror menyebut Ten Hag melihat Kane sebagai fondasi penting untuk membangun ulang skuad Setan Merah.

Namun pada saat itu, Kane belum tertarik untuk hengkang. Ia masih berambisi mengejar rekor pencetak gol sepanjang masa Tottenham yang saat itu masih dipegang oleh Sir Jimmy Greaves.

Kane akhirnya berhasil mencatatkan namanya dalam sejarah Spurs pada awal 2023. Ia menjadi top skor sepanjang masa klub, sebuah pencapaian yang telah lama ia incar.

Setelah pencapaian itu, spekulasi kepindahan pun kembali mengemuka. Manchester United merasa saat itulah momen yang tepat untuk merekrut sang kapten timnas Inggris.

Ketika Semua Jalan Terbuka, Kane Pilih Bayern

Pada musim 2022/2023, kondisi Manchester United mulai membaik. Mereka meraih gelar Carabao Cup, tampil di final FA Cup, dan finis ketiga di Premier League.

Sebaliknya, Tottenham justru berada dalam situasi sulit. Klub memecat Antonio Conte dan hanya finis di peringkat delapan, tanpa tiket Eropa untuk musim berikutnya.

Secara logika, United menjadi pilihan ideal bagi Kane. Klub tampil kompetitif dan sedang dalam fase peningkatan. Namun, bagi Kane, itu belum cukup.

Seperti diungkap Mirror, Kane hanya ingin bergabung dengan klub yang benar-benar siap bersaing merebut gelar besar. Bayern Munchen hadir dengan proyek yang konkret, dan Kane merasa inilah waktu yang tepat untuk mengambil langkah besar.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Sebelum menerima pinangan Bayern, Kane juga sempat dikaitkan dengan Paris Saint-Germain. Laporan Foot Mercato menyebut PSG bahkan telah menggelar pertemuan informal dengan perwakilan sang striker. Luis Campos, direktur olahraga PSG, membuka komunikasi terkait kemungkinan transfer Kane. Saat itu, PSG sedang dalam proses membangun ulang tim pasca era Lionel Messi dan Neymar. Namun, Ligue 1 bukan liga yang menarik bagi Kane. Ia ingin tetap tampil di kompetisi yang penuh tekanan dan rivalitas tinggi. Tottenham diketahui enggan melepas Harry Kane ke sesama klub Premier League. Hal ini membuat Bayern Munchen muncul sebagai opsi paling logis bagi sang striker untuk melanjutkan kariernya di luar Inggris.

Halaman
Show All
Aga Deta AndityaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan