5 Keputusan VAR di Liga Inggris yang Memicu Kontroversi: Tottenham Sering Mendapatkan Keuntungan

Pengenalan Video Assistant Referee (VAR) di Liga Inggris awalnya menandai titik balik yang signifikan dalam sejarah permainan sepak bola. Penerapannya bertujuan untuk mengatasi kontroversi yang sudah berlangsung lama dan memastikan keadilan dalam permainan yang indah.

Diterbitkan 04 Oktober 2023, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pengenalan Video Assistant Referee (VAR) di Liga Inggris awalnya menandai titik balik yang signifikan dalam sejarah permainan sepak bola. Penerapannya bertujuan untuk mengatasi kontroversi yang sudah berlangsung lama dan memastikan keadilan dalam permainan yang indah.

VAR diperkenalkan untuk menghilangkan kesalahan pada momen penting penentu pertandingan, seperti keputusan offside dan keputusan penalti yang kontroversial. Inovasi teknologi ini dilakukan dengan harapan dapat mengurangi kesalahan manusia, meningkatkan akurasi wasit pertandingan, dan menjaga keutuhan olahraga. 

Meskipun demikian, meskipun ada niat baik di baliknya, pengenalan VAR di Liga Inggris telah menyebabkan sejumlah kontroversi. Salah satu insiden kontroversial terbaru terjadi dalam pertandingan antara Liverpool dan Tottenham pada Sabtu (30/9), di mana VAR membatalkan gol yang jelas oleh Luiz Diaz. 

Selain itu, musim ini juga terjadi kontroversi yang cukup mencolok ketika Wolves merasa bahwa mereka seharusnya diberikan penalti dalam pertandingan pekan pertama melawan Manchester United, karena adanya benturan antara Sasa Kalajdzic dan Andre Onana. 

Keputusan yang memicu kontroversi dari VAR menimbulkan rasa frustrasi dan kebingungan di kalangan pemain, manajer, dan penggemar. Subyektivitas dalam beberapa keputusan VAR, terutama dalam kasus handball atau penilaian offside yang sangat sempit, semakin meningkatkan perdebatan. 

Dalam artikel ini, Liputan6.com akan melihat lebih dekat lima keputusan VAR di Liga Inggris yang memicu kontroversi.

 

 

1. Everton 0-1 Manchester City

Meraih kemenangan melawan Manchester City membutuhkan sejumlah besar faktor keberuntungan, dan pada pertandingan bulan Februari ini, Everton jelas tidak beruntung ketika pemain City, Rodri, tidak dihukum meskipun bola mengenai tangannya di dalam kotak penalti. 

Dalam momen yang sangat kontroversial, pemain Spanyol tersebut mengendalikan bola dengan tangannya, namun VAR dengan membingungkan menyatakan bahwa wasit tidak melakukan kesalahan yang jelas dan nyata dengan tidak memberikan tendangan penalti kepada Everton.

Hasilnya, City kemudian keluar sebagai pemenang dengan skor 1-0, dan manajer Everton, Frank Lampard, terlihat sangat kesal kepada wasit hingga akhir pertandingan.

2. Manchester United 1-0 Wolves

Skor akhir menandakan kemenangan bagi Manchester United, namun Wolves berhak merasa bahwa timnya telah dirugikan oleh keputusan wasit yang sangat aneh di Old Trafford. 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Pada saat-saat krusial menjelang akhir pertandingan, striker Wolves Sasa Kalajdzic mengalami pelanggaran yang sangat kasar dari Andre Onana ketika ia berusaha mengontrol umpan silang. Akan tetapi, wasit Simon Hooper memilih untuk tidak mengambil tindakan apapun, dan yang mengejutkan, VAR Michael Salisbury memutuskan untuk tidak mengulas kejadian tersebut di layar. Setelah pertandingan berakhir, PGMOL mengeluarkan permintaan maaf yang tulus kepada Gary O'Neil dan timnya.

Halaman
Show All
Razaqa Hariz, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan