FIFA Beri Indonesia Kartu Kuning, Arahan Presiden Jokowi kepada Erick Thohir Berjalan Baik

Presiden Jokowi memberi arahan kepada Ketua Umum PSSI Erick Thohir untuk menegoisasi FIFA agar tidak memberikan sanksi berat. Indonesia ingin menjelaskan ingin membangun sepak bola lebih maju lagi.

Diperbarui 07 April 2023, 19:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Indonesia berhasil terhindar dari sanksi berat usai FIFA memutuskan PSSI hanya mendapatkan sanksi administrasi berupa penghentian sementara bantuan dana FIFA Forward. Kantor Staf Presiden (KSP) menilai arahan Presiden Jokowi kepada Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang menegoisasi FIFA berjalan baik.

Karena negoisasi yang lancar, Indonesia tidak terkena sanksi berat alias hanya mendapat kartu kuning dari FIFA usai Piala Dunia U-20 2023 batal di Indonesia.

"Yang pertama, Pak Erick ini kan kembali lagi sesuai perintah bapak presiden melakukan negosiasi kembali dengan FIFA terkait dengan sanksi yang FIFA berikan kepada Indonesia dan PSSI. Karena itu, sesuai arahan Bapak Presiden menyampaikan ke Pak Erick selain melakukan negosiasi sekaligus beliau juga mempresentasikan kepada FIFA tentang blueprint transformasi sepak bola Indonesia," ujar Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin seperti rilis yang diterima media.

Ia menyampaikan bahwa bahwa arahan Presiden yang diberikan kepada Ketua Umum PSSI Erick Thohir tersebut dilakukan dengan baik. Dalam pertemuan tersebut, Erick Thohir menjelaskan komitmen pemerintah untuk memajukan sepakbola Indonesia.

Selain itu, Erick disebut menyampaikan komitmen Indonesia melakukan renovasi sejumlah stadion untuk dipakai dalam kegiatan FIFA.

"Jadi pada waktu ketemu Presiden FIFA, Pak Erick menjabarkan tentang komitmen pemerintah Indonesia dalam rangka renovasi 22 stadion yang dapat dipakai untuk kegiatan ini, Tim Nasional dan Liga," ucap Ngabalin.

Ngabalin mengatakan FIFA hanya memberikan sanksi administrasi kepada Indonesia. Sanksi ini berupa pembekuan dana FIFA untuk PSSI.

"Kemudian dari pesan Presiden itu, Pak Erick juga menyampaikan, tadi baru abis bicara telepon sama Bang Ali, FIFA itu hanya memberikan sanksi administrasi jadi berupa semacam pembekuan dana FIFA untuk keperluan PSSI. Jadi nanti akan di-review kembali setelah FIFA mempelajari strategi besar pengembangan sepakbola Indonesia," tutur Ngabalin.

 

Timnas Indonesia Bebas Beraksi di SEA Games

Ngabalin juga mengatakan, berdasarkan keterangan Erick, tim Indonesia tetap dapat bertanding dalam kegiatan SEA Games.

"Jadi tim Indonesia juga bisa bertanding di SEA Games. Jadi alhamdulillah wasyukurillah, saya terharu sekali. Ya syukur alhamdulillah Pak Erick sebagai Ketua Umum PSSI luar biasa maksimal," kata Ngabalin.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Tidak hanya itu, Indonesia pun disebut masih dapat melakukan program transformasi sepakbola dengan FIFA. Ngabalin menyebut negosiasi yang dilakukan Erick berjalan dengan baik, sehingga pemberian sanksi dari FIFA kepada Indonesia hanya berupa kartu kuning. "PSSI dan Indonesia masih terus melakukan program transformasi sepakbola dengan FIFA. Jadi sanksi yang diberikan ke Indonesia itu berupa pemberian kartu kuning bukan kartu merah. Sehingga kita bisa main dan berkompetisi di SEA Games pada akhir bulan ini," tuturnya. "Tadi dia sampaikan, tolong sampaikan terimakasih saya (Erick) pada seluruh rakyat Indonesia karena syukur alhamdulillah negosiasi ini berjalan dengan baik dan perintah Bapak Presiden bisa dijalankan dengan baik karena kita bisa disanksi berupa kartu kuning saja," sambungnya.

Halaman
Show All
Defri Saefullah, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan