Sukses

Pepe, Benteng Portugal dan Bek Tertua di Piala Dunia 2022

Liputan6.com, Jakarta - Portugal mendapat hasil positif pada laga perdana Grup H Piala Dunia 2022. Pasukan Fernando Santos menang 3-2 atas Ghana di Stadium 974, Doha, Qatar, Kamis (24/11) malam WIB.

Hasil ini membuat peluang Portugal melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2022 Qatar terbuka. Di dua laga berikutnya, Selecao das Quinas akan menghadapi Uruguay dan Korea Selatan.

Portugal belum pernah memenangkan Piala Dunia. Prestasi terbaik Portugal di pesta bola akbar empat tahunan ini adalah peringkat ketika pada edisi 1966.

Juara Piala Eropa 2016 itu datang ke Piala Dunia Qatar 2022 dengan membawa 26 pemain. Santos mempunyai sejumlah pemain muda bertalenta yang dipadu dengan para seniornya.

Cristiano Ronaldo adalah pemain senior yang bakal menjadi tulang punggung Portugal. Selain itu, ada juga bek tengah senior Pepe.

Pemain bernama lengkap Kepler Laveran Lima Ferreira itu adalah bek tertua pada Piala Dunia edisi kali ini. Dia sekarang berusia 39 tahun 9 bulan.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Debut Pepe di Timnas Portugal

Pepe lahir di ibu kota negara bagian Brasil, Alagoas, Marceio, pada 26 Februari 1983. Meski demikian, pemain dengan nama lengkap Kepler Laveran Lima Ferreira itu memilih membela Portugal.

Pepe mendapatkan panggilan pertama untuk memperkuat Portugal pada kualifikasi Piala Eropa 2008 melawan Armenia, November 2007. Saat itu, dia hanya menjadi pemanis di bangku cadang.

Tapi, empat hari kemudian dia bermain penuh 90 menit dalam penampilan perdananya untuk Portugal. Ketika itu, Selecao das Quinas menghadapi Finlandia dalam pertemua Grup kualifikasi Eropa di Porto.

Pepe adalah pemain penting saat Portugal memenangkan Piala Eropa 2016. Dia bermain sangat baik sepanjang turnamen. Tidak hanya menggagalkan serangan lawan, tetapi juga mengarahkan serangan Portugal.

Di final menghadapi Prancis, dia memimpin Portugal setelah Cristiano Ronaldo meninggalkan lapangan karena cedera. Selain membawa Portugal juara, dia memenangkan penghargaan Man of the Match di final.

 

3 dari 4 halaman

Kembali gemilang

Karier Pepe di klub sangat gemilang ketika memperkuat Real Madrid dari 2007 hingga 2017. Bersama raksasa Spanyol itu, dia tiga kali memenangkan gelar juara Liga Spanyol dan tiga trofi Liga Champions. Selain itu, Pepe juga merengkuh trofi Piala Dunia Antarklub dan Piala Super Eropa masing-masing sekali.

Setelah kontraknya tidak diperpanjang Real Madrid, karier Pepe meredup. Salah satunya penyebabnya adalah cedera yang mulai membayanginya.

Pepe sempat bergabung dengan Besiktas. Namun selama 1,5 musim memperkuat klub Turki, dia tidak pernah memenangkan trofi apapun.

Pada Januari 2019, Pepe memutuskan kembali ke Portugal dan memperkuat Porto. Di Porto, Pepe menemukan seolah kembali menemukan penampilan terbaiknya.

Pepe dipercaya menjadi kapten Porto sejak 2020. Kepercayaan itu dijawab dengan membantu Porto memenangi enam gelar juara, termasuk dua trofi Liga Portugal, pada periode keduanya di klub tersebut.

4 dari 4 halaman

Peringkat Grup H

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.