Jersey Ikonik Kamerun di Piala Dunia 2002 yang Bikin FIFA Geram

Piala Dunia 2002 banyak menghasilkan kejutan. Salah satunya adalah jersey Kamerun yang tanpa lengan. Ini membuat FIFA geram. Namun, jersey dari Puma itu menjadi ikonik karena dianggap sebagai terobosan.

Diterbitkan 02 September 2022, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu jersey yang menarik, tapi membuat FIFA jadi geram adalah jersey Kamerun. Ada yang menyebutnya sebagai jersey kontroversial, tapi lebih banyak yang melihatnya sebagai terobosan baru.

Jersey ikonik Kamerun itu dikenakan saat tampil pada Piala Dunia 2002 yang berlangsung di Jepang dan Korea Selatan. Ini merupakan ajang empat tahunan yang diselenggarakan di luar benua Eropa dan Amerika.

Tidak seperti jersey umumnya, Kamerun mengenakan jersey tanpa lengan. Disokong apparel asal Jerman, Puma, Kamerun menggunakan jersey tanpa lengan. Terinspirasi dari atlet-atlet basket, Samuel Eto'o dan kawan-kawan ketika itu bermain dengan ketiak yang terlihat.

Terobosan Puma dan Kamerun menuai pujian banyak orang, khususnya kolektor jersey dan pengamat mode.

Selain revolusioner, penggunaan seragam tanpa lengan di Piala Dunia juga menimbulkan kesan gagah. Apalagi, modelnya ketat. Secara praktis, jersey seperti itu sangat memudahkan para pemain ketika berlari, berebut bola, maupun menendang ke gawang.

Berkebalikan dengan respon positif para pecinta jersey dan dunia mode, FIFA sebagai induk olahraga sepakbola sedunia justeru berang. Seragam Singa-Singa Perkasa itu dilarang oleh FIFA.

Alasannya tidak jelas, karena jersey tanpa lengan tidak ada dalam peraturan pertandingan. Regulasi pun juga tidak secara jelas mengaturnya.

Tak cuma itu, FIFA pun sempat mengancam pencoretan Kamerun dari Piala Dunia yang pertama kali digelar di Asia itu. FIFA juga tidak segan menjatuhkan denda yang tinggi.

Ancaman

Juru bicara FIFA Keith Cooper mengatakan pada saat itu bahwa kit itu ditolak karena "itu bukan kemeja, itu rompi."

Cooper menambahkan: "Anda selalu dapat mengharapkan sesuatu yang berbeda dari Kamerun, tidak hanya dalam hal kaus mereka," dengan setengah pujian setengah hinaan terhadap Kamerun.

Ancaman itu, uniknya, tidak membuat Kamerun gentar. Mereka pun mengakali jersey tanpa lengan itu dengan modifikasi.

Kamerun sengaja tidak mau mengalah. Mereka ngotot mengenakan jersey itu karena FIFA juga tidak secara spesifik mengatur dalam regulasinya.

Hal lain yang membuat Kamerun berani melawan keputusan FIFA saat itu karena mereka sudah mengenakan jersey yang sama, tanpa lengan, saat memenangi Piala Afrika 2002.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF) ketika itu tidak mempermasalahkan penggunaan jersey tanpa lengan. Seragam gaya basket itu, memberi keberuntungan saat Kamerun mengalahkan Senegal melalui adu penalti untuk merebut Piala Afrika yang keempat kalinya di depan 50.000 penggemar di ibukota Mali, Bamako.

Halaman
Show All
Yo Kavya, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan