Byron Moreno: Dari Piala Dunia ke Jeruji Besi

Nama Byron Moreno menjadi mimpi buruk bagi sepak bola Italia dan penikmatnya. Fans Gli Azzurri tidak pernah melupakan nama itu dan bersikeras bahwa Moreno bertanggung jawab atas tersingkirnya Italia pada Piala Dunia 2002.

Diterbitkan 07 Agustus 2022, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Moreno kembali berulah saat menjalankan pertandingan ketiganya setelah masa skors berakhir. Ia kembali diskors satu pertandingan setelah mengeluarkan 3 kartu merah untuk tim tamu Deportivo Quito dalam laga imbang 1-1 melawan Deportivo Cuenca yang digelar bulan Mei 2003. Beberapa bulan kemudian, Moreno mengakhiri serangkaian kontroversi yang kerap disajikannya di lapangan hijau dan skors yang bertubi-tubi diterimanya dengan menyatakan pensiun dari sepak bola.

Moreno vs Gli Azzurri

Byron Moreno didaulat untuk memimpin laga 16 besar Piala Dunia 2002 antara timnas Italia dan tuan rumah Korea Selatan. Dalam pertandingan yang digelar di Daejeon World Cup Stadium pada tanggal 18 Juni 2002, wasit asal Ekuador dan para asistennya yang bertugas kala itu membuat serangkaian keputusan kontroversial yang dinilai sangat menguntungkan tuan rumah.

Dalam pertandingan yang berakhir kekalahan 1-2 untuk Gli Azzuri itu, Moreno menghadiahkan penalti kontroversial bagi timnas Korea Selatan di babak pertama yang berakhir dengan skor 1-1. Aksi nyeleneh Moreno berlanjut saat ia menganulir potensi gol emas Damiano Tommasi dengan keputusan offside yang dalam tayangan ulang di televisi terbukti lain. Keputusan aneh lainnya adalah saat ia mengusir Francesco Totti keluar lapangan karena dianggap melakukan diving. Gli Azzurri memprotes keras kartu merah Totti karena posisi Moreno sangat jauh dari posisi Totti saat keputusan itu diambil.

Publik sepak bola Italia masih mengingat kejadian itu hingga kini.

Kokain Membawanya ke Jeruji Besi

Setelah pensiun sebagai wasit, Moreno tampil di televisi Ekuador sebagai pengamat sepak bola. Ia juga sempat tampil dalam acara komedi televisi Italia di mana dirinya menjadi lelucon.

Namun, Moreno kembali menjadi berita pada tahun 2010. Tepatnya 21 September 2010, ia diamankan Satuan Polisi Anti Narkoba Amerika Serikat di Bandara Internasional John F. Kennedy New York karena kedapatan membawa enam kilogram kokain yang disembunyikan di pakaian dalamnya.

Pada Januari 2011, ia dinyatakan bersalah oleh Hakim Federal dan dituntut 10 tahun penjara. Namun, pengacaranya mengajukan pembelaan dengan dalih Moreno terpaksa menyelundupkan barang haram itu karena terlilit utang dan nyawa istrinya terancam setelah mengalami keguguran. Akhirnya ia dijatuhi hukuman penjara dua setengah tahun.

Moreno menghabiskan masa tahanannya di Rumah Tahanan Metropolitan Brooklyn di mana ia menjadi sosok tahanan teladan. Ia bekerja sebagai tukang setrika pakaian para tahanan lain dan juga mengorganisir turnamen sepak bola antar narapidana di dalam penjara. Moreno mendapatkan pengakuan dan sertifikat berkelakuan baik dari Kepala Rutan yang membuatnya bebas lebih awal. Setelah menjalani masa tahanan selama 26 bulan, Moreno dinyatakan bebas dan dipulangkan ke Ekuador.

Akui Kesalahan pada Piala Dunia 2002

Berdasarkan kutipan dari news.cgtn.com, dalam preview program Futbol Sin Cassette produksi Sky Sports, Moreno mengatakan ada banyak keputusan yang salah dalam pertandingan itu salah satunya adalah kartu kuning untuk Hwang Sun-Hong akibat tekel kerasnya terhadap Gianluca Zambrotta. Moreno setuju bahwa saat itu seharusnya kartu merah. Namun, dalam hal gol Tommasi yang dianulir, ia menyalahkan hakim garisnya kala itu, Jorge Ratallino.

Mengutip m.footballap.com, meski mengakui kesalahannya, Moreno masih menganggap bahwa laga Italia vs Korea Selatan pada Piala Dunia 2002 sebagai salah satu dari tiga penampilan terbaiknya sebagai wasit. Ia bahkan memberikan nilai 8,5 dari 10 atas penampilannya itu. Lebih lanjut, Moreno mengatakan bahwa hari itu Italia membuat kesalahan, seharusnya Trapattoni tidak memasukkan Gennaro Gattuso melainkan seorang striker.

Kabar Terkini Moreno

Sejak diekstradisi ke negaranya selepas 26 bulan masa tahanannya di Amerika Serikat, Moreno tinggal di Santiago de Guayaquil yang merupakan kota pelabuhan terbesar di Ekuador. Saat ini ia masih aktif tampil di televisi Ekuador sebagai komentator dan pengamat sepak bola di radio dan televisi setempat.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Dania Sakti, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan