11 Pebulutangkis Muda Indonesia Dikirim ke Turnamen di Eropa

Sebanyak 11 atlet bulu tangkis muda dari klub PB Djarum akan dikirim bertanding di Eropa.

OlehThomas
Diperbarui 26 April 2022, 21:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Daftar Atlet

“Jangankan di Indonesia, di Asia pun kondisinya begitu, turnamen berhenti semua. Mau tidak mau kami cari ke tempat yang lebih jauh yakni Eropa. Karena usia para atlet muda ini kan terus bertambah, mereka harus memiliki jam terbang yang cukup sehingga ketika nanti masuk ke level dewasa, mereka sudah siap membela nama bangsa dengan kemampuan yang mumpuni,” tegas Yoppy.

Dalam turnamen di Eropa ini, PB Djarum memberangkatkan total 11 atlet U-19 yang akan bermain di berbagai nomor yakni Jason Christ Alexander (Tunggal Putra), Chiara Marvella Handoyo, Aura Ihza Aulia (Tunggal Putri), Muh Putra Erwiansyah/Patra Harapan Rindorindo, Marwan Faza/Verrell Yustin Mulia (Ganda Putra), Puspa Rosalia Damayanti/Jessica Maya Rismawardani, Bernadine Anindya Wardana/Titis Maulida Rahma, Chiara Marvella Handoyo/Aura Ihza Aulia (Ganda Putri), Marwan Faza/Jessica Maya Rismawardani, Verrel Yustin Mulia/Bernadine Anindya Wardana, Patra Harapan Rindorindo/Titis Maulida Rahma, Muh Putra Erwiansyah/Puspa Rosalia Damayanti (Ganda Campuran).

Menariknya, dari belasan nama tersebut, sembilan diantaranya masih ‘hijau’. Mereka belum pernah mencicipi pertandingan di Benua Biru.

Dampak Positif

Team Manager PB Djarum Fung Permadi mengatakan kesempatan bertanding di kejuaraan luar negeri khususnya di Eropa memiliki dampak positif yang sangat besar bagi pebulutangkis muda. Di tiga kejuaraan yang diikuti, mereka akan menghadapi lawan dengan postur tubuh yang lebih besar dan tenaga yang lebih kuat. Hal ini tentunya menguji kecerdasan atlet muda agar mampu menyusun strategi permainan demi keluar sebagai juara.

“Dengan mengikuti kejuaraan-kejuaraan ini mereka akan tahu seberapa kerasnya persaingan bulutangkis di luar sana. Ini bagus agar mental mereka terbentuk sehingga tak gentar dan percaya diri menghadapi lawan yang posturnya lebih besar dan pukulannya lebih kuat. Namun, tetunya kami berikan mereka pembekalan yang cukup mulai dari penajaman saat latihan, pembentukan psikologis, strategi main hingga solusi saat menghadapi kesulitan di lapangan,” urai Fung.

Satu hal yang diwanti-wanti Fung kepada anak didiknya adalah jangan sampai merasa rendah diri ketika berhadapan dengan lawan yang berbeda ras. Untuk itu, para atlet muda harus memiliki pola pikir yang berorientasi pada strategi mengalahkan lawan di lapangan dan kepercayaan diri yang tinggi guna menjaga mentalitas saat bertanding. “Kalau hal tersebut dimiliki, tidak ada alasan untuk kalah,” tandas Fung.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Thomas, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan