Memulihkan Citra The Sparrow Hawks

Piala Afrika 2013 menjadi peluang bagi Togo untuk memulihkan citranya di kancah internasional menyusul aksi walk-out di Piala Afrika 2010 dan skorsing di Piala

Diterbitkan 17 Januari 2013, 02:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Togo identik dengan kontroversi. Enam setengah tahun yang lalu, tepatnya di putaran final Piala Dunia 2006 yang berlangsung di Jerman, Les Epervies atau The Sparrow Hawks, menyita perhatian dunia dengan rencananya melakukan aksi boikot di laga kedua penyisihan Grup G melawan Swiss, 19 Juni 2006 di Signal Iduna Park. Skuat meminta Federasi Sepakbola Togo (FTF) memenuhi janjinya terkait soal bonus bertanding. FIFA pun turun tangan. Akhirnya Emmanuel Adebayor dkk kembali bermain. Insiden tersebut membuat FIFA menjatuhkan sanksi berupa denda 100 ribu dolar Franc Swiss. Togo mengakhiri turnamen tanpa meraup satu poin pun dan hanya mencetak satu gol dari tiga pertandingan.Empat tahun kemudian di ajang Piala Afrika 2010 yang berlangsung di Angola, Togo kembali berulah. Menyusul insiden penembakan, Adebayor dkk mundur dari turnamen. Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF) menjatuhkan sanksi larangan bertanding pada Togo dalam dua edisi Piala Afrika: 2012 dan 2013. Sanksi yang kemudian dibatalkan Pengadilan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS). Karenanya, di saat-saat akhir, Togo baru dicantumkan dalam daftar negara yang ikut babak kualifikasi. Sayang, Togo tersingkir. Setahun kemudian, Togo berhasil melaju ke putaran final Afrika 2013 setelah unggul agregat 3-2 dari Gabon di partai kualifikasi. Kembalinya Adebayor—melalui intervensi Presiden Togo, Faure Gnassingbe—tentunya menjadi angin segar bagi pelatih Didier Six. Sebab, dari 23 pemain yang dipanggil, Adebayor merupakan salah satu pemain kunci dan termasuk barisan pemain paling berpengalaman di timnas. Adebayor pun merupakan top skorer dengan torehan 25 gol dari 53 partai (caps).Di Afrika Selatan, tugas berat menanti Adebayor dkk. Tergabung dalam Grup D, Togo harus bersaing dengan tim-tim kelas berat seperti Pantai Gading, Tunisia, dan Aljazair. Menghadapi Didier Drogba dkk di Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg, Selasa, 22 Januari 2013, menjadi langkah awal Togo memulihkan nama baiknya di kancah internasional.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Tempat Menonton Inggris vs Ghana di Piala Dunia 2026

Ajang NurdinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan