Selebrasi Sunyi Suporter di Balik Sukses Persija Jakarta Juara Piala Menpora 2021

Suporter sepak bola Indonesia menunjukkan kedewasaan selama penyelenggaraan Piala Menpora 2021.

Diperbarui 26 April 2021, 00:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tidak ada kegaduhan suporter di jalan begitu Persija Jakarta menaklukkan Persib Bandung 2-0 pada leg pertama final Piala Menpora 2021, Kamis (22/4/2021). Pendukung Macan Kemayoran menggelar selebrasi dalam sunyi.

Mengenal karakter Jakmania yang biasanya vokal menyangkut tim kesayangan, apalagi diraih atas musuh bebuyutan, perilaku ini merupakan anomali.

Jakmania selalu berpesta saat Andritany Ardhiyasa dan kawan-kawan merebut gelar, termasuk ajang pramusim. Masih lekat dalam ingatan bagaimana padatnya pawai kemenangan Persija saat memenangkan Piala Presiden 2018.

Kali ini mereka juga hampir pasti memetik prestasi. Asalkan tidak tumbang dengan defisit tiga gol di laga kedua, anak asuh Sudirman bakal menjuarai turnamen.

Pendukung Persija hanya menandai keyakinan melalui berbagai spanduk di penjuru ibu kota atau komentar di media sosial. Tentu ada beberapa pesan yang provokatif. Namun, hal itu bisa dimengerti mengingat rivalitas lawan mereka di final.

Sesumbar suporter pun tidak salah alamat. Persija mengamankan titel Piala Menpora 2021 usai kembali menaklukkan Persib 2-1 pada leg kedua final di Stadion Manahan, Solo, Minggu (25/4/2021). 

Osvaldo Haay dan Riko Simanjuntak mencetak gol kemenangan Macan Kemayoran, setelah Persib sempat membuka harapan lewat Ferdinand Sinaga. Persib kesulitan mengejar menyusul kartu merah bagi bek kiri Abdul Aziz sehingga kalah agregat 1-4.

Saksikan Video Berikut Ini

Suporter Sudah Dewasa

Aksi pendukung Persija merupakan gambaran suporter sepak bola Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Mereka tahu perayaan berlebihan dapat memberi dampak negatif bagi klub dan sepak bola dalam negeri secara keseluruhan.

Pelanggaran akan membuat gelaran kembali terhenti. Di sisi lain, kesuksesan Piala Menpora 2021 di dalam dan luar lapangan bakal berbuah izin bergulirnya kembali kompetisi. Adanya kejuaraan itu krusial bagi sepak bola Tanah Air yang sempat mati suri setahun lebih akibat pandemi Covid-19.

Klub bisa memutar roda operasional sembari memburu prestasi. Di saat bersamaan, klub memberi panggung bagi pemain untuk mengasah kemampuan, yang kemudian bermuara pada tim nasional Indonesia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Bagi timnas yang mewakili bangsa di pentas internasional, kesempatan ini penting karena berbagai ajang sudah di depan mata. Ada sisa kualifikasi Piala Dunia 2022, Piala AFF 2021, serta SEA Games 2021. Hasilnya pun sudah terlihat di Piala Menpora 2021. Muncul bintang-bintang baru yang bisa menarik perhatian pelatih timnas Shin Tae-yong. Ada Assanur Rijal, Frets Butuan, Pratama Arhan, Saddam Gaffar, hingga Hilman Syah. Suporter sudah dewasa terhadap konsekuensi-konsekuensi tersebut. Terbukti tidak ada laporan negatif selama penyelenggaraan Piala Menpora. Penerapan protokol kesehatan ketat juga berjalan lurus dengan lancarnya kompetisi, yakni tidak adanya laporan positif Covid-19 dari para peserta. "Kita jangan paranoid dengan penyelenggaraan turnamen sepak bola seperti Piala Menpora. Kejuaraan lebih banyak manfaatnya, tentu dengan protokol kesehatan ketat. Ini sudah terbukti dengan saat uji coba timnas, suporter kita sudah dewasa, tinggal bagaimana sosialisasi protokol kesehatan maka suporter akan berusaha menjalankannya," papar Ketua Umum Paguyupan Suporter Timnas Indonesia Ignatius Indro

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan