Sukses

6 Cedera yang Sering Dialami saat Olahraga

Liputan6.com, Jakarta- Olahraga merupakan aktifitas fisik yang berkaitan dengan pola hidup sehat. Dalam berolahraga, salah satu hal yang harus dihindari adalah timbulnya cedera. Hal ini dapat terjadi pada siapapun, baik tua maupun muda bahkan sekelas olahragawan profesional sekalipun.

Dokter spesialis orthopedi dari Siloam Hospitals Bali, dr. Made Bhawana Wijaya mengatakan, beberapa cedera yang biasa dialami saat berolahraga antara lain cedera lutut, cedera bahu, cedera tulang kering, otot tertarik, hingga patah tulang.

"Ada beberapa faktor terjadinya cedera. Selain faktor individu, penyebabnya dapat pula melalui sarana berolahraga dan jenis olahraga yang dilakukan. Dan umumnya cedera meliput wilayah otot dan tulang," papar dr. Made pada sesi pertama edukasi Kesehatan bertajuk "Cedera Bahu Saat Berolahraga" yang diselenggarakan Siloam Hospitals Bali, Sabtu (13/2/2021).

Selain faktor penyebab cedera, Made Bhawana menjelaskan tiga klasifikasi cedera yang didapat ketika melakukan kegiatan. Klarifikasi berdasarkan waktu, tingkat cedera dan berdasarkan jaringan yang terkena, yaitu jaringan lunak maupun jaringan keras.

2 dari 4 halaman

Berikut ini beberapa jenis cedera yang kerap terjadi saat melakukan kegiatan Olahraga

1. Benturan

Merupakan kerusakan yang terjadi pada jaringan lunak karena benturan langsung pada otot atau ligamen. Bila disertai dengaan perdarahan disebut memar.

2. Dislokasi

Merupakan pergeseran letak sendi dari tempat yang seharusnya disertai dengan kerusakan kapsul sendi dan ligamen yang mengelilinginya.

3. Strain

Merupakan kerusakan yang terjadi pada otot dan/atau tendon karena penggunaan atau peregangan yang berlebihan.

4. Patah tulang

Merupakan terputusnya kontinuitas tulang dan atau tulang rawan baik komplit maupun tidak komplit.

5. Kram otot

Merupakan kelainan pada otot akibat gangguan sirkulasi darah.

6. Sengatan panas

Merupakan kelelahan akibat sengatan panas. Bila tidak segera ditangani dapat menimbulkan gangguan pembuluh darah otak.

3 dari 4 halaman

Pencegahan

Agar tidak terjadi cedera sebaiknya lakukan beberapa pencegahan sebelum berolahraga. Tips ini diingatkan dr. Ida Ayu Dewi, Sp OT(K) yang juga hadir sebagai narasumber pada webinar edukasi tersebut.

dr. Ida Ayu mengatakan, keseimbangan berolahraga disesuaikan dengan tubuh dan melakukan pemanasan serta ditutup melakukan gerak pendingin paska berolahraga.

"Yang paling baik adalah mengenali kemampuan tubuh sebelum berolahraga. Lalu melakukan pemanasan. Biasakan dengan streching sebelum memulai secara bertahap dengan melakukan variasi dalam melakukan latihan," ujar dia.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Menarik Ini