Sukses

Perbasi Keluarkan Panduan New Normal, Kompetisi Basket Bisa Bergulir Lagi?

Liputan6.com, Jakarta- Kompetisi bola basket ikut terkena imbas dari pandemi virus corona Covid-19 di Indonesia. IBL, Srikandi Cup hingga DBL harus terhenti sejak pertengahan Maret lalu.

Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) mengeluarkan aturan New Normal di bola basket. Sejumlah panduan mulai dari berlatih hingga kompetisi diterbitkan oleh Perbasi.

Pedoman Penyelenggaraan Bola Basket Indonesia Menuju Normal Baru (New Normal) disusun Perbasi dibantu oleh tim dari Rumah Sakit Royal Progress, yaitu dr. Panudju Djojoprajitno, MARS beserta tim.

Dengan adanya Pedoman Penyelenggaraan Bola Basket Indonesia Menuju Normal Baru (New Normal) muncul secercah harapan bila kompetisi bola basket sudah bisa dimulai lagi dalam waktu dekat.

Namun Perbasi menegaskan Pedoman Penyelenggaraan Bola Basket Indonesia Menuju Normal Baru (New Normal) bukan berarti lampu hijau bagi penyelenggara kompetisi.

Kompetisi bola basket baru bisa dilanjutkan lagi jika sudah mendapat izin dari Gugus Tugas Covid 19 masing-masing daerah tempat penyelenggaraan event.

 

 

2 dari 3 halaman

Komentar

“PP Perbasi tidak bisa menentukan kapan kompetisi bola basket bisa dimulai. Karena untuk bisa dimulai latihan, harus seizin dan ikut aturan Gugus Covid 19 masing-masing daerah. Perbasi hanya bisa membuat protokolnya aja,” ucap Ketua Umum PP Perbasi, Danny Kosasih, dalam jumpa pers Virtual menggunakan media Zoom, Rabu (17/6/2020) siang.

“Perbasi tidak mau bermain-main dengan situasi New Normal. Kita sudah kangen pada bola basket, namun tetap harus ekstrahati-hati. Apalagi bola basket masuk dalam kategori cabang olahraga yang berpeluang besar menularkan Covid-19. Kita waspada dan siaga penuh,” tambah Danny Kosasih.

3 dari 3 halaman

Tes PCR

Dalam Pedoman Penyelenggaraan Bola Basket Indonesia Menuju Normal Baru (New Normal), Perbasi memang meminta para pemain dan perangkat pertandingan untuk menjalani tes PCR Swab guna membuktikan negatif virus corona Covid-19.

"Tes PCR Swab menjadi tanggung jawab penyelenggara. Jika tidak bisa memenuhi semua persyaratan maka tidak bisa menggelar pertandingan. Perbasi tidak membiayi tes PCR Swab. Kita hanya menyiapkan protokolnya," ujar Sekjen Perbasi, Nirmala Dewi.