Sukses

Benatia Ceritakan Keanehan di Laga Liga Champions 2018: Juventus vs Real Madrid

Turin - Medhi Benatia menganggap ada yang aneh pada Liga Champions 2018. Saat itu, timnya, Juventus, bersua Real Madrid pada leg kedua.

Liga Champions 2018 memang menyajikan banyak keajaiban. Salah satunya adalah aksi heroik AS Roma yang berhasil lolos setelah mengalahkan Barcelona pada leg kedua, di mana mereka sebenarnya sudah nyaris tersingkir.

Juventus berniat mengikuti jejak rivalnya itu. Pada leg pertama, Bianconeri kalah telak 0-3 atas Real Madrid. di situlah, Cristiano Ronaldo mencetak gol fantastis yang membuatnya mendapatkan standing ovation.

Mereka kemudian sukses membalasnya dalam leg kedua yang digelar di Santiago Bernabeu. Sayangnya, keunggulan itu tidak bertahan sampai permainan selesai karena Ronaldo mencetak gol pada menit-menit akhir.

Menjelang berakhirnya pertandingan, Benatia menjatuhkan Lucas Vazquez di kotak penalti Juventus. Wasit melihat insiden itu dan langsung menunjuk titik putih. Sontak Bianconeri marah dan memprotes keputusan wasit.

Gianluigi Buffon yang paling tak bisa menahan emosinya. Ia mengamuk tepat di hadapan wasit hingga dirinya harus diganjar kartu merah. Saat itu, teknologi VAR belum digunakan di Liga Champions dan keputusan pun tak bisa diubah.

Benatia sendiri menganggap itu sebagai insiden aneh yang biasa terjadi di Liga Champions. Dan bek yang sekarang memperkuat Al Duhail itu sudah melihatnya berkali-kali.

"Hal seperti ini terjadi beberapa kali di Madrid dan Liga Champions, jadi ini bukan pertama kalinya kami melihat sesuatu yang aneh terjadi," ungkap Benatia kepada Sky Sports Italia.

 

2 dari 3 halaman

Bukan Pelanggaran

Benatia juga menjelaskan kronologi kejadian yang tampak di hadapannya kala itu. Setelah dua tahun terlewati, ia tidak menganggap bahwa dirinya melakukan pelanggaran kepada Vazquez.

"Gigi Buffon sangat termotivasi. Kami bermain dengan luar biasa dan di akhir, Cristiano Ronaldo melompat lebih tinggi dari Alex," kata Benatia.

"Giorgio [Chiellini] menjaga gelandang, saya mencoba mengantisipasi Vazquez tanpa menyentuhnya, dia terkejut melihat saya di sana dan terjauh," lanjutnya.

"Saya tidak melanggar Vazquez, jika memang ada, itu adalah paha saya yang mengarah ke bawah. Kalau Anda ingin memberikan penalti di detik terakhir, itu harus pelanggaran yang benar-benar jelas," pungkasnya

 

3 dari 3 halaman

Madrid Juara

Madrid sendiri pada akhirnya jadi juara di Liga Champions di 2018. Pada laga final, Los Blancos mengalahkan Liverpool dengan skor 3-1.

 

Sumber: Football Italia

Disadur dari: Bola.net (Yaumil Azis, published 6/5/2020)