Hanya Fabio Capello yang Bikin Zlatan Ibrahimovic Gemetar dan Mati Kutu

Ternyata Fabio Capello merupakan sosok pelatih yang mampu membuat Zlatan Ibrahimovic mati kutu dan tak berani membantah setiap instruksi.

Diterbitkan 20 April 2020, 19:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Orang-orang bersikap baik di sekelilingnya," kata Zlatan. 

Ibrahomovic juga menceritakan betapa mengerikan saat melihat Fabio Capello marah. Para pemain hanya bisa tertunduk dan berusaha memberikan yang terbaik di lapangan, jika tak ingin mendapat konsekuensi yang buruk.  

"Ketika Capello marah, sulit mendapati pemain yang berani menatap matanya. Jika dia memberi Anda kesempatan dan Anda tak memanfaatkannya, Anda sebaiknya menjual hot dog di luar stadion," ujar Zlatan.

"Anda tak bisa menemui Capello untuk menceritakan masalah. Dia bukan temanmu. Dia tidak mengobrol dengan pemain, bukan yang tipenya seperti itu. Bukan tanda-tanda yang baik jika ia memanggilmu," imbuh Zlatan, yang pernah memperkuat PSG, Real Madrid, Inter Milan, AC Milan, Manchester United hingga LA Galaxy. 

  

Respek Tinggi untuk Capello

Meskipun kerap mati kutu dan gemetar di depan Capello, Zlatan Ibrahimovic sama sekali tak membencinya. Pemain yang memakai gaya rambut kuncir tersebut mengaku sangat respek terhadap Capello. 

Menurutnya, Capello sosok pelatih yang bisa memporak-porandakan pemainnya, kemudian membangunnya lagi menjadi lebih kuat. 

Zlatan mengenang suatu hari dalam sebuah sesi latihan Capello memberi instruksi singkat. "Dia bilang 'Masuk ke dalam, di luar lapangan'. Saat itu, tak ada seorang pun yang mengerti maksud Capello," ungkap Ibrahimovic. 

"Setelah itu tak ada sesi latihan lagi pada hari tersebut. Tentu rasanya membingungkan. Tapi, tentu saja dia memikirkan sesuatu di benaknya. Dia ingin kami kembali keesokan harinya, bersemangat seperti prajurit." 

"Saya suka gayanya itu, karena saya tak dibesarkan dengan banyak pelukan. Saya suka sosok yang punya kekuatan dan kelakuan yang baik. Selain itu Capello memercayai saya," sambung Zlatan. 

Zalatan mengatakan ada perkataan Capello yang terus melekat di benaknya, bahkan setelah sekian lama. Kata-kata itu diucapkan Capello saat hari pertama Zlatan Ibrahimovic tiba di Turin.

"Dia bilang bahwa saya tak perlu membuktikan apa pun. Dia tahu siapa saya dan apa yang bisa saya lakukan. Kata-kata itu membuat saya merasa aman," kata Zlatan. 

Selama dua musim di Juventus, Ibra ikut mengantarkan Bianconeri meraih dua gelar Serie A. Sayangnya, dua gelar tersebut kemudian dicopot karena Juventus terbukti terlibat skandal pengaturan skor, yang dikenal sebagai calciopoli. Bianconeri juga dihukum degradasi ke Serie B.

Zlatan Ibrahimovic memilih hengkang ketika Juventus tergusur ke Serie B. Pemain Swedia itu menerima pinangan dari Inter Milan. 

Sumber: Otobiografi I Am Zlatan 

Disadur dari Bola.com (Yus Mei Sawitri,published 20/4/2020)

 

 

 

 

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yus Mei Sawitri, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan