Sukses

Andres Iniesta Ceritakan Pengalaman Hidup di Jepang saat Pandemi Virus Corona Covid-19

Liputan6.com, Kobe - Andres Iniesta tidak khawatir dengan meningkatnya kasus virus Corona Covid-19 di Jepang. Mantan pemain Barcelona menilai semuanya masih terkendali sehingga dia masih betah tinggal di sana. 

Iniesta pindah ke Jepang dan bergabung dengan tim J League, Vissel Kobe, dua tahun lalu. Iniesta pindah setelah mengakhiri karier bersama Barcelona yang sudah dibelanya selama 16 tahun lamanya.

Saat pandemi virus Corona Covid melanda dunia, termasuk Jepang, Iniesta memilih bertahan di Jepang. Dia menceritakan detail kehidupannya selama berada di negeri Matahari Terbit tersebut.

"Sudah tiga bulan lebih sejak semuanya mulai dan saya merasa di sini masih terkontrol," kata Iniesta saat mengumumkan keterlibatannya dalam kampanye #YoMeCorono seperti dilansir dari Marca. 

"Orang-orang pergi ke jalanan. Langkah tepat yang mereka lakukan adalah segera menutup sekolah dan ajang yang melibatkan banyak orang. Semua itu meminimalisir resiko," beber Iniesta. 

Jepang salah satu negara di kawasan Asia yang terpapar virus Corona Covid-19. Belum lama ini, pemerintah Jepang bahkan telah menetapkan status darurat nasional menyusul meningkatnya jumlah pasien belakangan ini. Virus Corona Covid-19 juga membuat Olimpiade Tokyo 2020 diundur setahun. 

Selain itu, J-League juga terpaksa dihentikan. Untuk mengisi waktu, Iniesta mengaku tetap berlatih di rumah. "Kami punya program latihan sendiri. Lalu kami juga melakukan beberapa sesi inti dan hal-hal fisik dengan pelatih kebugaran melalui konferensi video beberapa hari," beber Iniesta menambahkan. 

Mantan gelandang Timnas Spanyol itu juga merasa beruntung tidak tinggal di kota besar. Sebab di tempatnya saat ini, dia masih bisa leluasa bergerak ke luar rumah. Di sini untungnya adalah pulau kecil dan kami masih dapat pergi ke luar untuk jalan-jalan atau lari. Kami semua menjaga kebugaran."

"Kami juga bermain TikTok bersama keluarga. Situasi ini telah mengajarkan kita hal-hal baru." 

 

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Khawatir Situasi di Spanyol

Berbeda dengan Jepang, negara asal Iniesta, Spanyol, salah satu yang paling parah terpapar virus Corona Covid-19. Di Negeri Matador, lebih dari 100 ribu orang sudah terjangkit Covid-19. Sementara tingkat kematian sudah mencapai 14 ribu lebih menurut data yang dilansir John Hopkins University.

Iniesta juga sangat khawatir dengan situasi ini. Dia berharap, pandemi bisa segera berakhir. 

"Dari luar, kami merasa gelisah dan khawatir melihat situasi ini. Kami harap semua bisa berakhir secepatnya, dengan kerjasama semua pihak itu dapat terwujud," kata Iniesta. 

"Satu-satunya yang bisa saya bantu dari sini mengirim pesan dan dukungan dan kekuatan," ujarnya. 

"Semua kota kosong dan solidaritas orang-orang menunjukkan kalau mereka semua terlibat dan perhatian dengan situasi yang tengah mereka lalui saat ini. Kita semua harus ambil peranan, tidak ada jalan lain. Kita harus bersatu dan bekerja sama," beber pria berusia 35 tahun itu. 

3 dari 3 halaman

Berharap Pandemi Berakhir Juni

Sementara itu, kompetisi di Spanyol yang kini terhenti akibat virus Corona Covid-19, Iniesta berharap itu bisa berakhir pada musim panas nanti. Menurutnya, apapun masih bisa terjadi.   

"Saya pikir pembicaraan tentang kapan itu akan dimulai atau tidak, tidak ada yang tahu untuk saat ini. Apapun bisa terjadi, setiap hari selalu tidak terduga, dan pada saat ini tampaknya sulit untuk melanjutnya kompetisi. Tapi kita semua percaya ini akan berubah, di mana jumlah yang terinfeksi akan berkurang pada musim panas nanti dan kompetisi bisa diselesaikan," beber Iniesta.