Sukses

Kiper Watford Minta Klub Liga Inggris Kompak Hadapi Pandemi Virus Corona Covid-19

Liputan6.com, London - Kiper Watford, Ben Foster menyerukan klub Liga Inggris harus kompak dalam menghadapi pandemi virus corona covid-19. Menurutnya, klub harus sepakat jika memang ingin memotong gaji para pemain.

Foster mengatakan, para pemain pada dasarnya tidak keberatan gajinya dipotong sebesar 30 persen. "Mayoritas pemain yang saya temui sepakat bahwa ada sesuatu yang harus dilakukan," katanya seperti dilansir Sportskeeda.

Pandemi virus corona covid-19 belum juga mereda. Ada sekitar 1,2 juta orang di seluruh dunia yang dinyatakan positif virus corona menurut data New York Times, Senin (6/4/2020).

Dari jumlah itu, 68.757 orang meninggal dunia. Amerika Serikat (AS) menjadi negara dengan kasus virus corona terbanyak yakni 336.619. Namun untuk jumlah korban jiwa, Italia berada di urutan pertama dengan 15.887 dari 128.948 kasus.

Pandemi virus corona membuat kompetisi sepak bola di Eropa dan hampir seluruh dunia terhenti. Akibatnya, klub-klub kehilangan pendapatan signifikan tak terkecuali Liga Inggris.

Beberapa dari klub Liga Inggris pun kabarnya ada yang memotong gaji pemain demi menyelamatkan keuangan. Namun beberapa klub lain malah mengandalkan bantuan pemerintah Inggris untuk membayar staf mereka.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Penting untuk Kompak

Foster menegaskan, penting bagi setiap klub untuk memberlakukan kebijakan yang sama. Jika tidak, akan terjadi kekacauan di kompetisi.

"Ketika Anda membiarkan setiap tim memberlakukan kebijakan masing-masing, di situlah kekacauan akan bermula," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Bantuan Pemerintah

Sementara itu, pemerintah Inggris mengeluarkan kebijakan yakni menanggung 80 persen gaji pegawai. Beberapa klub Liga Inggris seperti Liverpool, Newcastle United, Norwich City, dan Tottenham Hotspur kabarnya mengajukan diri untuk mendapat keringanan itu.

Tindakan klub-klub tersebut mendapat kecaman sejumlah pihak. Pasalnya, mereka dianggap tidak pantas mendapatkan bantuan itu lantaran kondisi keuangannya baik-baik saja.