Sukses

Tips Menyusun Kegiatan Selama 14 Hari Karantina Mandiri Hindari Corona Covid-19

Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah mempemperpanjang masa darurat bencana pandemi virus corona di Indonesia hingga 29 Mei 2020. Dengan begitu, beberapa instruksi atau imbauan kepada masyarakat masih akan berlaku.

Apalagi, pandemi virus corona masih belum mereda. Sesuai data Kementerian Kesehatan RI per Selasa (31/4/2020) pukul 16.30 WIB, kasus positif COVID-19 di Indonesia mencapai 1.528 kasus (naik 114) dengan angka kematian 1.36 (8,9 persen).

Beberapa instruksi maupun imbauan yang sudah disampaikan pemerintah kepada masyarakat untuk ikut membantu meredam penyebaran virus corona, seperti tetap berada di rumah dan hanya keluar untuk kepentingan mendesak, sehingga aktivitas semisal bekerja, belajar, dan beribadah dilakukan di rumah masing-masing.

Masyarakat juga diminta menjaga jarak (physical-social distancing), tidak mudik, hingga melakukan karantina mandiri.

Sudah lebih dari dua minggu masyarakat menjalankan imbauan-imbauan tersebut sehingga besar kemungkinan muncul rasa bosan, apalagi situasi semacam ini belum diketahui kapan berakhir.

Gangguan kesehatan mental menjadi persoalan yang diprediksi muncul menyertai pandemi virus corona, terutama sebagai dampak masa karantina mandiri.

Gangguan seperti cemas, gelisah, hingga stres berpotensi dialami sebagian orang, dari semua tingkat kelompok usia, baik anak-anak, remaja, orang dewasa, maupun lansia. Hal ini dinilai wajar karena berubahnya kebiasaan secara mendadak dan perasaan kehilangan kehidupan normal.

Namun, seperti dilansir Bola.com dari Real Simple, Rabu (1/4/2020), masih ada beberapa cara yang mungkin bisa Anda lakukan untuk menjalani masa karantina mandiri selama 14 hari akibat pandemi virus corona seperti imbauan pemerintah maupun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tanpa stres.

Berikut teknik hari per hari selama 14 hari untuk membantu menghabiskan karantina mandiri di rumah tanpa stres tersebut.

2 dari 5 halaman

Hari 1 hingga ke-4

Hari 1: Lihat gambaran besarnya

Untuk hambatan yang lebih kecil, tanyakan pada diri Anda seberapa stres situasi sebenarnya: Apakah ini akan terjadi dalam tiga bulan? Tiga tahun? Untuk masalah yang lebih besar dengan dampak jangka panjang (seperti virus corona), tuliskan persis apa yang Anda pikirkan masalahnya (karena berkaitan dengan situasi Anda saat ini).

Brainstorming apa yang dapat Anda lakukan untuk bergerak menuju hasil yang lebih baik, merinci langkah-langkah yang harus diambil, kemudian membuat rencana aksi yang konkret. Fokus pada langkah-langkah yang dapat ditindaklanjuti yang dapat Anda ambil.

Hari 2: Survei sistem dukungan Anda

Buat daftar orang-orang yang bisa Anda temui untuk saran dan bantuan langsung dalam keadaan darurat. Anda mungkin menyadari bahwa Anda memiliki lebih banyak orang yang dapat diandalkan untuk dukungan emosional, praktis, atau finansial daripada yang Anda kira Anda lakukan. Mengetahui bahwa mereka ada di sana, dapat mengurangi efek stres dan membuat Anda merasa lebih tangguh.

Hari 3: Tanam sesuatu

Merawat tanaman hijau dapat memiliki efek positif pada kesejahteraan Anda. Sebuah penelitian terbaru menempatkan pasien penyakit jantung dalam kelas terapi hortikultura.

Tak lama setelah mengikuti kelas tersebut, detak jantung mereka turun dan suasana hati mereka membaik. Berkebun dapat membantu mengalihkan fokus dari stres dalam hidup Anda dan menenangkan Anda.

Hari 4: Minum teh

Sebuah penelitian di Inggris menemukan minum teh hitam secara teratur dapat menurunkan kadar hormon stres dan memicu perasaan rileks. Perhatikan berapa banyak kafein yang Anda minum sebelum tidur.

3 dari 5 halaman

Hari 5 hingga ke-8

Hari 5: Pijat

Pijat profesional mungkin tidak tersedia untuk saat ini, tetapi coba solusi ini beberapa kali sehari:letakkan tangan kiri di depan Anda, telapak tangan menghadap ke atas dengan jari-jari Anda bersamaan.

Dengan menggunakan ibu jari kanan Anda, pijat bagian yang berdaging di antara ibu jari kiri dan jari telunjuk dengan gerakan memutar sementara Anda perlahan menghitung sampai 15.

Hari 6: Main Gim Online

Menurut penelitian dari East Carolina University, di Greenville, North Carolina, bermain teka-teki online, seperti solitaire atau sudoku, dapat mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati karena menjadikan sistem saraf Anda bisa rileks.

Temukan gim yang Anda sukai sehingga Anda bisa mengisi waktu, dan mainkan setiap hari.

Hari 7: Bersyukur

Berfokus pada apa yang Anda syukuri bisa mengubah pandangan Anda. Ketika Anda membiarkan hal-hal baik menjadi pusat perhatian, hal-hal yang membuat stres dapat surut.

Buat daftar tiga hingga lima hal khusus yang Anda syukuri; suami Anda mencuci pakaian hari ini, album baru yang Anda temukan di Spotify, dan sebagainya. Dengan latihan harian, rasa syukur akan segera menjadi kondisi pikiran yang lebih alami.

Hari 8: Gunakan Warna Pink

Ini mungkin bukan warna kesukaan Anda, tetapi, yang mengejutkan, warna permen karet pink yang awalnya disebut Baker-Miller Pink telah terbukti memiliki efek menenangkan sementara,  menurunkan tekanan darah.

Untuk menambahkan sedikit merah muda ke hari Anda, ganti screen saver Anda menjadi gambar merah muda cerah, simpan kertas dalam folder file merah muda, letakkan bantal merah muda di kursi Anda, atau tempel memo pada pink Post-it Notes.

4 dari 5 halaman

Hari 9 hingga ke-12

Hari 9: Matikan TV

Banjirnya informasi dapat membuat Anda merasa lebih tegang dan TV yang menggelegar menghantam Anda dengan stimulasi visual dan aural.

Pertimbangkan bentuk berita yang lebih tenang dan lebih sensoris, semisal koran di pagi hari atau radio mobil, dan batasi berita Anda pada satu sumber agar tidak kewalahan. Tetapkan batas waktu harian untuk konsumsi berita Anda di semua platform juga.

Hari 10: Ambil rute wisata

Sambil terus berlatih menjaga jarak sosial yang bertanggung jawab, cari jalan yang bisa dilalui dengan berjalan kaki di dekat pohon. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa rasa frustrasi agak berkurang jika Anda bepergian di jalan-jalan dengan pemandangan vegetasi. Jadikan tempat ini rute jalan kaki baru Anda saat Anda beristirahat sejenak dari rumah.

Hari 11: Lemaskan Diri

Beberapa kali sehari, pindai tubuh Anda dari atas ke bawah, dengan fokus pada area yang paling rentan terhadap ketegangan otot yang terkait dengan stres. Lepaskan otot-otot di dahi, mata, bibir, lidah, rahang, punggung bagian bawah, dan jari kaki Anda secara sadar.

Hari 12: Buang Pikiran Negatif

Berpikir negatif dapat memicu stres. Jadi, ketika pikiran-pikiran yang merusak dan tidak membantu muncul di benak Anda, tanyakan pada diri Anda: Bagaimana saya bisa memandang ini dalam perspektif yang netral?

Atau, coba bayangkan tanda berhenti raksasa merah di depan pikiran-pikiran itu. Kemudian ambil napas dalam-dalam yang lambat, dan putuskan apakah Anda perlu memikirkan yang negatif atau dapat memikirkan sesuatu yang lebih nyata.

5 dari 5 halaman

Hari 13 dan ke-14

Hari 13: Bantu seseorang

Bantu kolega yang berada dalam kemacetan dengan tanggung jawab WFH, lihat cara Anda dapat mendukung bisnis lokal selama periode berat di pandemi virus corona, dan pertimbangkan cara Anda dapat membantu orang lain selama momen sulit ni. Membantu orang lain menjauhkan Anda dari kekhawatiran yang Anda rasakan dan menempatkan segala sesuatu dalam perspektif.

Hari 14: Tertawa

Penelitian telah menemukan bahwa endorfin akan muncul dan suasana hati akan berubah menjadi baik begitu Anda tertawa. Jadi, mulailah melakukan hal-hal yang bisa memancing tawa lepas Anda.

Sumber: Real Simple

Disadur dari Bola.com (Aning Jati/Aning Jati, published 1/4/2020)