Sukses

3 Pemain Liga Inggris yang Bangkit dari Bayang-Bayang Suram Musim Lalu

Liputan6.com, Jakarta Liga Inggris musim 2019-2020 telah memunculkan beberapa pemain kejutan, meski ada juga yang tampil mengecewakan sepanjang musim.

Pemain seperti Jamie Vardy, Pierre-Emerick Aubameyang dan Sergio Aguero sekali lagi masih memamerkan kecemerlangan mereka di level tertinggi. Sementara Danny Ings dan Tammy Abraham telah menarik perhatian dengan performa mereka yang sempurna di Liga Inggris.

Namun, pemain bintang seperti David de Gea dan Mesut Ozil sebagian besar kurang beruntung. Tapi nama-nama terkenal lainnya seperti Kevin de Bruyne dan Sadio Mane telah mengambil alih liga dengan hebat.

Namun, ada pula beberapa pemain Liga Inggris yang mengalami peningkatan luar biasa dalam kinerjanya, bahkan kini telah menjadi sorotan. Berikut ada tiga pemain yang tampil lebih baik di musim ini.

2 dari 4 halaman

Jonny Evans

Mantan bek Manchester United ini, sekarang menjadi bek tengah Brendan Rodgers di Leicester City. Diberi label sebagai 'pencuri abad ini' oleh mantan manajer Liverpool tersebut, Jonny Evans tiba di Stadion King Power dari West Bromwich Albion dengan harga 3,5 juta poundsterling. Itupun setelah The Fox memenangkan persaingan dengan Manchester City pada musim panas 2018 lalu.

Pemain asal Irlandia Utara itu harus bersaing dengan Harry Maguire dan Caglar Soyuuncu untuk mendapatkan tempat awal di pertahanan Leicester di musim debutnya. Evans ketika itu bisa tampil di 24 laga.

Namun, dengan kepindahan Maguire ke Old Trafford musim panas lalu, Evans menjadi bek tengah utama di klub dan mengembangkan kemitraan yang hebat dengan Soyuncu di belakang. Sejak itu, duo ini tampil gemerlap bersama Leicester, dan menempatkan mereka di posisi empat besar.

Sebelumnya, pemain berusia 32 tahun itu hanya tampil di bawah 150 penampilan untuk United, dan meninggalkan klub raksasa Inggris itu setelah kurangnya kepercayaan manajerial dan waktu bermain. Padahal, bos legendaris Sir Alex Ferguson terpana dengan keputusan Louis Van Gaal untuk melepaskan Ulsterman.

Dan, Evans kini telah menyalakan kembali kariernya di Leicester City dan tampaknya tetap berada di klub East Midlands dan bisa menjadi fase terakhir dari kariernya.

Secara statistik, permainan Evans telah meningkat sangat sejak musim lalu. Tingkat keberhasilan tekelnya melonjak hingga 73 persen di musim ini dibanding musim lalu hanya 54 persen.

Evans tidak diragukan lagi terus berkembang di bawah manajer Brendan Rodgers dan telah beradaptasi dengan gaya permainannya dengan mudah. Dan dia akan mencari untuk mencapai kualifikasi Liga Champions dengan Foxes jika dan ketika musim dilanjutkan setelah istirahat.

3 dari 4 halaman

Scott McTominay

Gelandang kelahiran Lancaster ini adalah salah satu pemain Manchester United paling terkenal sebelum cedera lutut pada bulan Desember lalu. Scott McTominay, yang memenangkan penghargaan Player of the Month United pada bulan September dan Oktober, telah sangat diuntungkan dari ketidakhadiran Paul Pogba musim ini karena ia dijadikan pemain pengganti Ole Gunnar Solskjaer.

Bahkan, pemain berusia 23 tahun itu ditakdirkan menjadi kapten masa depan klub, seperti pengaruhnya pada tim di usia muda ini.

The Scotsman telah mencetak 4 gol dan memberikan satu assist dalam 20 penampilan dari posisi gelandang bertahan musim ini. Dia cukup solid mengalirkan serangan dari lini tengah United.

McTominay juga memiliki bakat untuk mencetak gol. Ia sering meluncurkan tembakan dari luar kotak seperti yang terlihat melawan Arsenal dan yang terbaru melawan rival Manchester City.

Penggemar Manchester United tentu akan sangat gembira dengan kemajuan McTominay di klub dan musim ini. Sejauh ini, ia telah mewakili apa yang mampu dicapai oleh pemain muda di tahun-tahun mendatang.

4 dari 4 halaman

Adama Traore

Adama Traore memiliki 11 kontribusi gol dalam 28 penampilan Liga Inggris musim ini. Penampilan pemain sayap Wolverhampton Wanderers ini cukup luar biasa musim ini. Pemain Spanyol itu, sebelumnya menghabiskan empat belas tahun di Barcelona hingga akhirnya menemukan tempat yang tepat di pusat perhatian di bawah manajer Nuno Espirito Santo.

Awalnya, Traore ditempatkan sebagai bek sayap kanan oleh manajer Portugal tersebut. Tapi, sekarang Traore adalah pemain sayap pilihan pertama Wolves karena penampilannya yang konsisten dalam serangan.

Pemain 24 tahun ini telah berkembang menjadi pemain yang jauh lebih dari sekadar kecepatan dan kelincahan. Mantan pemain Middlesborough dan Aston Villa itu menggunakan kecepatan eksplosifnya untuk merobek pertahanan dan fisiknya yang luar biasa memungkinkannya untuk melindungi bola dengan efektif.

Pertunjukan Traore musim ini tidak hanya menarik perhatian banyak klub di seluruh dunia. Beberapa klub elit Eropa juga siap membobol bank dan mendaratkannya di jendela transfer mendatang.