Pandemi Corona Covid-19: Ini 6 Cara Kendalikan Nafsu Makan Saat Karantina

Satu di antara "tantangan" yang harus dihadapi saat karantina mandiri akibat pandemi virus Corona adalah menahan keinginan makan atau sekadar ngemil.

Diterbitkan 27 Maret 2020, 21:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

berpotensi membuat kita tak sadar telah makan secara berlebihan.

2. Mengenali Makanan yang Memicu Nafsu Makan

Mengenali makanan mana yang dapat memicu nafsu makan dan menghindarinya, dapat membantu mengurangi kemungkinan makan berlebih.

"Sembunyikan" makanan-makanan tersebut, entah itu es krim, piza, cokelat atau apa pun, ditempat yang semestinya. Makin sulit Anda mendapatkan sesuatu, makin kecil pula kemungkinan Anda makan berlebihan.

Ada rekomendasi, untuk menyembunyikan makanan-makanan atau kudapan kurang sehat, jauh dari pandangan Anda, sehingga ketika Anda melewatinya, Anda tak akan tergoda untuk meraupnya.

Kurangi Stres

3. Jangan Langsung Menghilangkan Makanan Favorit dari Daftar Menu

Jangan langsung menghilangkan makanan favorit Anda dari pandangan karena hal ini justru memicu Anda melampiaskannya pada makanan lain dengan membabi-buta.

Namun, secara perlahan, kurangi porsi makanan favorit Anda. Dengan semisal hanya mengonsumsi piza satu potong saja, atau satu scoop es krim saja, dan sepotong kecil cokelat.

Setelah itu, coba ganti makanan tersebut dengan jenis makan lain yang lebih sehat dan kaya nutrisi sehingga Anda bisa menikmatinya kapan pun tanpa khawatir.

4. Kurangi Stres

Stres bisa memicu makan berlebih, jadi penting bagi Anda untuk mengontrol dan bahkan mengurangi stres tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Stres kronis meningkatkan kadar kortisol, hormon yang meningkatkan nafsu makan. Penelitian telah menunjukkan bahwa stres dapat menyebabkan makan berlebihan, meningkatkan rasa lapar, makan berlebihan, dan penambahan berat badan.

Ada banyak cara sederhana untuk mengurangi tingkat stres sehari-hari Anda. Pertimbangkan mendengarkan musik, berolahraga, atau berlatih yoga, meditasi, atau teknik pernapasan.

Mengonsumsi Makanan Sehat

5. Makan Makanan Kaya Serat dan Protein

Memilih makanan yang kaya serat, seperti kacang-kacangan, sayuran, gandum, dan buah-buahan, serta kaya protein dapat membantu menjaga tubuh Anda merasa kenyang lebih lama dan mengurangi keinginan untuk makan berlebihan.

Satu penelitian menemukan bahwa orang yang makan oatmeal kaya serat untuk sarapan merasa lebih kenyang dan makan lebih sedikit saat makan siang daripada mereka yang mengonsumsi cornflake untuk sarapan.

Lalu, makan sarapan berprotein tinggi terbukti mengurangi rasa lapar dan ngemil di kemudian hari.

Memilih sarapan kaya protein seperti telur cenderung menurunkan kadar ghrelin, hormon yang merangsang rasa lapar.

Menambahkan camilan berprotein tinggi seperti yogurt ke dalam rutinitas Anda juga dapat membantu Anda makan lebih sedikit sepanjang hari dan mengendalikan rasa lapar.

Atau, Mengemil kacang, menambahkan kacang-kacangan ke salad Anda, dan makan sayuran setiap kali makan juga baik untuk membantu mengurangi jumlah makanan yang Anda konsumsi.

6. Tetap Makan Secara Teratur

Ketika mencoba menurunkan berat badan, banyak orang yang tidak makan dengan harapan akan mengurangi jumlah kalori yang mereka konsumsi.

Meski ini mungkin berhasil dalam beberapa kasus, membatasi makan dapat menyebabkan Anda makan lebih banyak di kemudian hari.

Penelitian telah menunjukkan bahwa makan lebih sering sepanjang hari dapat mengurangi rasa lapar dan asupan makanan secara keseluruhan.

Sebagai contoh, beberapa orang mungkin melewatkan makan siang untuk membatasi kalori, namun makan berlebihan saat makan malam.

Air Putih

7. Makan dengan Pelan

Makan terlalu cepat dapat menyebabkan makan berlebihan dan menyebabkan kenaikan berat badan seiring waktu.

Makan lebih lambat dikaitkan dengan peningkatan kekenyangan dan penurunan rasa lapar dan dapat berfungsi sebagai cara yang berguna untuk mengendalikan makan berlebih.

Meluangkan waktu untuk mengunyah makanan secara menyeluruh juga terbukti mengurangi asupan makanan secara keseluruhan dan meningkatkan perasaan kenyang.

8. Ganti Minuman Manis dengan Air Putih

Minum minuman manis seperti soda dan jus dapat meningkatkan berat badan dan meningkatkan risiko penyakit tertentu, seperti diabetes.

Penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi minuman manis dengan makanan dapat dikaitkan dengan makan berlebihan juga.

Sebuah ulasan dari 17 penelitian menemukan bahwa orang dewasa yang minum minuman manis dengan makanan mengonsumsi 7,8 persen lebih banyak makanan daripada orang dewasa yang mengkonsumsi air dengan makanan.

Memilih air dibandingkan minuman manis dapat membantu meredam keinginan Anda untuk makan berlebih.

Sumber: Healtline

Disclaimer:

Bersama lebih dari 50 media nasional dan lokal, Bola.com ikut serta melakukan kampanye edukasi #amandirumah secara serentak di stasiun televisi, radio, koran, majalah, media siber, dan media sosial.

Bola.com secara intens akan memproduksi konten-konten edukasi informatif yang positif berkaitan dengan wabah virus Corona COVID-19 sebagai bagian gerakan moral bersama #medialawancovid19. Tolong bantu sebar seluas mungkin info positif ini ke seluruh lapisan masyarakat agar mata rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia dapat diputus.

 
 
 
View this post on Instagram

Untuk teman-teman yang masih harus keluar rumah demi ngantor, tetap jaga jarak, jaga kesehatan dan jaga kebersihan ya. Dan untuk yang lain, tolong tetap di rumah saja, jangan keluyuran dulu. Mari kita bantu perangi Virus Corona dengan memutus penyebarannya. Mulai dari kesadaran diri sendiri dan mulai dari sekarang juga. #MediaLawanCovid19 #Jagajarak #Amandirumah

A post shared by Bola.com (@bolacomid) on

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Rheza Aditya Gradianto, Jonathan Pandapotan Purba, Aning JatiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan