Virus Corona Covid-19 dan Malam Indah Atalanta yang Berubah Jadi Mimpi Terburuk Bergamo

Malam indah Atalanta di San Siro dianggap menjadi salah satu pintu masuk virus Covid-19 ke Italia.

Diterbitkan 23 Maret 2020, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bergamo - Atalanta tengah bersiap melepaskan warga Bergamo dari bayang-bayang dua raksasa Milan, Inter dan AC Milan lewat ajang Liga Champions musim ini. Namun virus corona covid-19 berbalik mengantar Sang Dewi-Atalanta dalam mitologi Yunani- ke dalam mimpi buruk yang tidak pernah terpikirkan.

Malam ajaib yang berlangsung sebulan lalu di San Siro, kini berubah menjadi nestapa bagi warga Bergamo. Cengkraman virus Corona Covid-19 harus dibayar dengan mayat-mayat bergelimpangan.

"Ini adalah malam yang indah, mimpi yang indah," ujar kapten Atalanta, Papu Gomez kepada Sky Sports, melukiskan perasaan mereka saat berhasil mengalahkan tamunya, Valencia 4-1 di Giuseppe Meazza (San Siro) pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2019/2020, sebulan lalu.

Gomez tidak berlebihan. Sebanyak 40 ribu suporter Atalanta hadir dalam laga ini. Mereka bergembira karena kemenangan itu bakal memudahkan langkah tim kesayangannya menuju babak 8 besar Liga Champions. Melanjutkan mimpi indah mereka di ajang paling kompetitif seantero benua Biru tersebut.

"Itu benar-benar malam yang luar biasa. Jujur saja, saya tidak berharap semua orang dari Bergamo ada di sini, ini fantastis, unik dan akan selalu kami kenang sepanjang hidup," kata Gomez kala itu.

Atalanta sebenarnya bukan wajah baru dalam persepakbolaan Italia. Namun selama ini, tim berjuluk La Dea tersebut selalu tenggelam di balik kebesaran dua tim tetangga, yakni AC Milan dan Inter Milan.

Musim ini pun menjadi momen Atalanta membebaskan diri. Setelah tahun lalu berhasil finis di urutan ketiga klasemen Serie A, Atalanta untuk kali pertama berhak menembus Liga Champions Eropa.

Sebagai pendatang baru, langkah Atalanta terbilang fanstastis. Meski harus bertanding di San Siro karena tidak punya stadion memadai, Atalanta melewati babak penyisihan sebagai runner up Grup C dengan koleksi 7 poin dari 6 laga atau terpaut 7 poin dari pemuncak klasemen Manchester City.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Sayang harapan yang dibawa Atalanta ternyata jadi salah satu pintu masuk bagi virus Corona Covid-19. Kegembiraan sebulan lalu di San Siro telah berbalik menghandirkan penderitaan bagi Bergamo. Seperti dilansir Goal.com, pelukan dan high five ria fans Atalanta menyambut aksi Gomez, Josip Ilicic dan Hans Hateboer mengobrak-abrik jala Valencia tanpa sadar ikut menyebarkan virus Corona Covid-19 yang saat ini telah membunuh lebih dari 5 ribu jiwa menjangkiti sekitar 59 ribu penduduk Italia. Malam indah di San Siro kini mendapat julukan menyeramkan. Mulai dari game zero hingga bom biologis, seperti kata Kepala Departemen Pulmonologi di rumah sakit pusat kota Bergamo. Kepada Corriere dello Sport, Kamis lalu, ahli Imunologi, Francesco Le Foche, juga menuding hal yang sama. "Mungkin saja ada beberapa pemicu utama dan katalis bagi penyebaran virus ini, tapi pertandingan Atalanta-Valencia berpotensi jadi salah satu di antaranya," ujarnya seperti dilansir Goal. "Sebulan telah berlalu sejak pertandingan itu, dan waktunya sangat relevan," bebernya. "Kumpulan ribuan orang, dengan jarak satu sentimeter satu sama lain, terlibat dalam manifestasi euforia seperti berpelukan, berteriak, dan semua itu bisa jadi pertukaran yang sangat besar." Le Foche bisa membayangkan euforia yang terjadi saat itu. Menurutnya, para pemilik tiket tidak ada yang ingin melewatkan pertandingan tersebut. Bahkan saat mereka demam sekalipun. "Tapi saat itu, semuanya memang belum cukup jelas. Tidak ada yang berpikiran akan seperti ini."

Halaman
Show All
Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan