Sukses

Olimpiade 2020 Terancam Batal Gara-gara Wabah Corona?

Jakarta - Anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang juga mantan atlet renang, Dick Pound, mengatakan Olimpiade 2020 kemungkinan akan dibatalkan jika wabah virus corona tak terkendali dan terbukti terlalu berbahaya. Dia bahkan menegaskan opsi pembatalan lebih dipertimbangkan dibanding menunda Olimpiade atau memindahkannya. 

Pound menyatakan keputusan akhir tentang penyelenggaraan Olimpiade Tokyo akan dikeluarkan pada akhir Mei 2020. 

"Mungkin sekitar itu (akhir Mei). Saya bilang, orang akan bertanya-tanya apakah semua ini (virus corona) terkendali sehingga kita bisa yakin pergi ke Tokyo atau tidak," kata Pound pada wawancara dengan Associated Press, seperti dilansir Guardian, Rabu (26/2/2020). 

"Anda tak bisa begitu saja menunda sesuatu yang begitu besar dan skala akbar seperti Olimpiade. Banyak yang akan dipindah, ada banyak negara yang terlibat, dan beragam hal. Anda tidak dapat dengan mudah menyatakan akan menyelenggarakannya pada Oktober,'" imbuh Pound. 

Menurut Pound, memindahkan Olimpiade 2020 ke negara lain sulit dilakukan. Menurutnya tak banyak negara yang bsia membangun atau menyediakan fasilitas untuk Olimpiade dalam waktu singkat. 

Wabah virus China yang dimulai di China sekitar dua bukan lalu telah menginfeksi puluhan ribu orang di seluruh dunia. Jumlah korban jiwa juga terus bertambah, hingga mencapai lebih dari 2.700 orang, yang mayoritas terjadi di China. 

Penyebaran virus corona kini makin tak terkendali. Ledakan kasus baru terjadi di negara-negara lain seperti Korea Selatan, Iran, hingga Italia. Kewaspadaan tak hanya terjadi di Asia, tapi juga menyebar hingga Eropa. Di Jepang, sejauh ini virus corona telah menewaskan empat orang. Alasan itulah yang membuat IOC serius menyoroti perhelatan Olimpiade 2020.  

 

2 dari 3 halaman

Atlet Diminta Tetap Berlatih

Meskipun ada ketidakpastian tentang penyelenggaraan Olimpiade, Pound meminta atlet tetap berlatih dan mempersiapkan diri. Sekitar 11.000 orang diperkirakan akan datang ke Jepang untuk Olimpiade 2020, yang dibuka pada 24 Juli. 

Sementara itu Paralimpiade juga akan diselenggarakan di Tokyo, dimulai pada 25 Agustus. Sebanyak 4.400 orang akan berpartisipasi pada Olimpiade tersebut. 

"Sepanjang yang kami tahu, Anda semua harus berada di Tokyo (untuk Olimpiade. Indikasi pada level ini bahwa semua akan berjalan seperti biasa. Jadi tetap fokus pada olahraga Anda dan yakinlah IOC tidak akan mengirimku ke situasi pandemi," tegas Pound. 

Sejak Olimpiade modern bergulir pada 1896, hanya sekali pesta olahraga itu dibatalkan akibat perang, pada 1940. Saat itu, Olimpiade seharusnya digelar di Tokyo tapi dibatalkan karena Jepang berperang dengan China, serta terjadi Perang Dunia II. 

Pound menegaskan IOC akan terus berkonsultasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan PBB dalam pengambilan keputusan tentang Olimpiade.

Sumber: Guardian

Disadur dari: Bola.com (penulis Yusmei, published 26/2/2020)

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini: