Proliga 2020: Jakarta BNI 46 Bertekad Mengawinkan Gelar Juara

Tim putra dan putri Jakarta BNI 46 bertekad mengawinkan gelar juara pada kompetisi bola voli Proliga 2020.

Diterbitkan 17 Januari 2020, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Jakarta BNI 46 siap menyambut kompetisi Proliga 2020. Sejak 12 Desember 2019, tim putra dan putri BNI 46 telah menjalani latihan di Padepokan Bola Voli, Sentul, Bogor, Jawa Barat, untuk mengarungi kompetisi bola voli kasta tertinggi di Tanah Air tersebut.

Di tim putra, BNI 46 mempertahankan skuat pada Proliga 2019. Skuat asuhan Samsul Jais ini hanya merekrut dua pemain baru, yakni Dony Haryono di posisi Outside Hitter dan pemain asing Osmany Camejo Durruthy, yang berposisi sebagai middle blocker.

"Tahun ini kami bersyukur bisa membentuk dua tim sekaligus, putra dan putri. Sekarang tinggal bagaimana mengawinkan juara putra dan putri sekaligus tahun ini," kata Direktur Human Capital dan Kepatuhan BNI Endang Hidayatullah pada acara peluncuran tim BNI 46 di Jakarta, Kamis (16/1/2020).

"Keduanya berpotensi juara. Saya berkeyakinan BNI bisa juara, terutama dengan materi pemain yang ada saat ini. Selama kita ada keyakinan, keinginan, dan serius maka tidak ada yang tidak mungkin," imbuhnya.

Bergabungnya Dony Haryono, yang bersama Timnas Indonesia meraih medali emas pada SEA Games 2019 di Manila, membuat BNI 46 optimistis bisa lebih baik dibandingkan tahun lalu. "Dari materi pemain, saya lebih optimistis tahun ini. Masuknya Doni Haryono semakin membuat kami optimistis. Tahun ini yakin jadi juara baru," kata Samsul Jais.

Sementara direkrutnya Osmany Camejo Durruthy untuk menutupi salah satu kelemahan BNI 46 di tahun lalu, yakni posisi middle blocker. Osmany pernah membela Jakarta Electric PLN dan menjadi juara Proliga 2015.

Selain Dony Haryono dan Osmany Camejo, tim putra Jakarta BNI 46 juga diperkuat sejumlah pemain Timnas Indonesia pada Proliga 2020. Mereka antara lain Dio Zulfikri, I Putu Randu Wahyu Pradana Putra, dan Sigit Ardian.

 

 

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Mental Juara

Ketua Tim Jakarta BNI 46 Iman Agus Faizal mengingatkan bahwa tekanan yang akan dihadapi dua kali lebih berat. Karena itu, mental juara Sigit Ardian dan kawan-kawan terus ditempa.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Cara melatihnya adalah bisa dari individu dan tim. Dari berbagai posisi mereka, bahasa yang keluar adalah bagaimana dia mengerti posisi, bagaimana bisa berakurasi yang bagus, bagaimana dari akurasi yang bagus bisa menerapkan strategi sesuai keinginan pelatih, bagaimana pemain ini bisa beadaptasi cepat terhadap tim dan audience. Itulah yang disebut dengan mental," papar pria yang akrab disapa Fafa tersebut. "Saya sudah jabarkan, kalau kamu masuk BNI, perang kamu tidak hanya dengan tim itu, tetapi audience. Tim itu audience, dari sekarang kalian harus siap. Karena pemain ini sudah solid, tapi kalo dia tidak punya mental juara, susah. Karena kalau sudah bermental juara, otomatis timnya juara." Fafa berkaca pada kegagalan Jakarta BNI 46 di final Proliga 2019. Saat itu, Jakarta BNI 46 tak hanya melawan Surabaya Bhayangkara Samator, tapi juga seluruh penonton yang memenuhi GOR Among Rogo, Yogyakarta. "Hal ini yang kita ubah dari tim putra, maka latihannya game situation-game situation. Mudah-mudahan apa yang diterapkan pelatih, apa yang diinginkan manajemen, bisa tercapture di tim itu," ucap Fafa. "Karena kalau sudah masuk proliga, tidak ada coba-coba, harus fokus. Makanya saya bilang, main volinya 14 orang, bukan 7 orang," imbuhnya.

Halaman
Show All
Bogi Triyadi, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan