Sukses

ONE Championship: Elipitua Siregar Punya Mimpi Besar di Tahun Baru

Liputan6.com, Jakarta Salah satu atlet mixed martial arts, Elipitua “The Magician” Siregar berhasil menunjukkan potensinya sebagai salah satu atlet berbakat dari Indonesia di ONE Championship.

Elipitua merupakan anak didik tim gulat Ragunan di Jakarta dan mulai bertransisi menuju mixed martial arts pada awal tahun 2018. Menghadapi Dodi Mardian dalam laga debut bersama ONE Championship pada bulan Mei tahun 2018, ia berhasil menyelesaikan laga dengan cepat lewat kuncian pada ronde pertama.

Sejak saat itu, Elipitua telah mencetak empat kemenangan dari lima laga yang telah ia jalani, termasuk dua kemenangan meyakinkan atas Phat Soda dari Kamboja serta Muhammad Imran dari Pakistan.

Terakhir, ia mengalahkan sesama atlet Indonesia Egi Rozten pada bulan Oktober lalu di Jakarta. "The Magician" menunjukkan sihirnya dan berhasil meraih kemenangan cepat lewat teknik rear-naked choke pada ronde pertama. Hasil itu membuat namanya layak menjadi salah satu kontender yang patut diperhitungkan di divisi strawweight ONE Championship.

Kini, atlet yang bernaung di bawah sasana Bali MMA ini tengah menatap tantangan baru dan mulai melangkahkan kaki menuju tangga yang lebih tinggi dalam kariernya di kancah seni bela diri profesional.

"Terkait harapan untuk tahun 2020, saya sudah ada dengan obrolan sama pelatih. Pelatih bilang, di sepanjang tahun 2020 sampai 2021 harus fight minimal empat kali dan harus menang semua baru bisa dapat kesempatan untuk title fight dan menantang Juara Dunia," kata Elipitua kepada situs ONE Championship.

 

2 dari 3 halaman

Mimpi Tertunda

Elipitua sebelumnya dijadwalkan untuk tampil dalam ajang perdana ONE tahun ini – ONE: NEW TOMORROW, namun ia harus menunda mimpinya untuk kembali berlaga di panggung dunia.

Berada dalam sebuah ekosistem yang mendukung mimpinya untuk menjadi Juara Dunia dari Indonesia. Ia berada dalam salah satu tim terbaik yang ada di Asia, tempat bernaung para atlet papan berpengalaman seperti Stefer Rahardian dan Xiong Jing Nan dan Muhammad Aiman.

Namun Elipitua mengerti bahwa hal tersebut tidak menjamin kariernya akan mulus jika ia tak memiliki tekad kuat untuk mengembangkan diri, apalagi di usia yang masih relatif muda – 23 tahun.

"Setiap latihan ada levelnya dan level latihan selalu naik terus sejak pertama saya di Bali MMA," kata atlet berusia 23 tahun ini.

 

3 dari 3 halaman

Pembuktian

Ia mulai menatap nama-nama besar yang ada dalam divisi tersebut untuk membuktikan kapasitasnya sebagai pesaing yang layak berada dalam deretan papan atas.

"Pastinya [saya ingin menghadapi] semua yang berada di top 5 – Alex silva, Yosuke Saruta, terus Dejdamrong sama juga Rene sama Robin catalan. Banyak sih yang udah top dan sepertinya saya harus melewati mereka dulu baru bisa dianggap siap untuk title fight," katanya.

ONE Championship akan melangsungkan ajang perdana tahun 2020 pada tanggal 10 Januari di Bangkok, Thailand, lewat perhelatan bertajuk ONE: A New Tomorrow. Aksi para atlet seni bela diri terbaik di dunia ini dapat ditonton gratis lewat ONE Super App.

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Stamp Fairtex Kejar Gelar Juara Dunia Lawan JT di ONE Championship Singapura
Artikel Selanjutnya
ONE Championship Meluncurkan Format Unik The Apprentice di Asia