Persaingan Grup B SEA Games 2019, Timnas Indonesia U-22 Diremehkan Tim Lawan

Benarkah Timnas Indonesia U-22 tak difavoritkan lolos dari Grup B SEA Games 2019?

Diterbitkan 16 Oktober 2019, 18:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Timnas Indonesia U-22 masuk grup neraka di SEA Games 2019. Sesuai hasil pengundian grup (15/10/2019), tim besutan pelatih Indra Sjafri itu berada di Grup B bersama Thailand, Vietnam, Singapura, Laos, dan Brunei Darussalam.

Di atas kertas, ada tiga negara yang dianggap punya potensi besar menjegal ambisi Timnas Indonesia U-22 untuk meraih medali emas, yakni Thailand, Vietnam, dan Singapura.

Thailand berstatus juara bertahan. Bahkan, sejak SEA Games edisi 2001 hingga 2017, Thailand mampu keluar sebagai juara dan meraih medali emas sebanyak tujuh kali (2001, 2003, 2005, 2007, 2013, 2015, 2017).

Sementara Vietnam, memang belum pernah mendapat medali emas di SEA Games. Vietnam pernah sekali menyabet medali emas, namun ketika SEA Games masih bernama South East Asian Peninsula Games (SEAP Games) pada 1959 dan Vietnam ketika itu masih bernama Vietnam Selatan.

Setelah itu, prestasi terbaik Vietnam di SEA Games adalah medali perak. Itu pun sudah lama, yakni pada edisi 2005. Alhasil, di bawah era pelatih Park Hang-seo, Vietnam begitu menggebu meraih medali emas.

Apalagi, sejak dilatih Park Hang-seo, medali emas SEA Games jadi "satu-satunya" prestasi prestisius yang belum dipersembahkan pelatih asal Korea Selatan itu.

Park sudah membawa Timnas Vietnam U-23 ke final Piala AFC 2018, empat besar Asian Games 2018, mengantar Timnas Vietnam2senior jadi juara Piala AFF 2018, dan ke perempat final Piala Asia 2019.

Medali emas SEA Games jadi target yang realistis buat Vietnam untuk diwujudkan dalam waktu dekat mengingat euforia sepak bola di negara itu saat ini sedang membumbung tinggi.

Jangan lupakan pula Singapura, yang belakangan di bawah arahan Fandi Ahmad terus menggelar persiapan intensif, termasuk berlatih dan beruji coba di Jepang demi menyabet medali emas pertama di SEA Games.

Lantas, di mana "posisi" Timnas Indonesia U-22 di peta persaingan Grup B, di antara impitan tiga tim tangguh serta dua tim lain (Laos dan Brunei) yang berpotensi jadi kuda hitam?

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Mengacu pada beberapa komentar pelatih-pelatih di negara tetangga, secara khusus Thailand, Vietnam, dan Singapura, Timnas Indonesia U-22 sepertinya tak masuk radar persaingan alias tak difavoritkan lolos ke semifinal. Mantan pelatih Timnas Thailand U-22, Worrawoot Srimaka, mengungkap pernyataan yang cukup berani. Kepada media Thailand, Siam Sports, ia menuturkan pendapatnya.  "Menurut pendapat saya, grup ini tak terlalu berat buat Thailand. Rival utama Thailand di grup ini adalah Vietnam. Ini jadi peluang buat Thailand untuk kembali meraih medali emas. Namun, tekanan untuk berprestasi bisa jadi beban. Hanya, saya melihat problem terbesar yang bakal dihadapi kemungkinan adalah kondisi lapangan yang berumput buatan. Bermain di rumput artifisial bisa mendatangkan kesulitan buat pemain Thailand," ujar pelatih yang mengantar Thailand menyabet medali emas SEA Games 2017 itu, seperti dikutip dari Bongdaplus. "Pada akhirnya, saya percaya penuh dengan potensi pemain muda Thailand. Mereka dipimpin oleh pelatih berkuallitas, Akira Nishino. Pelatih asal Jepang itu akan membantu Thailand merebut medali emas SEA Games keempat secara beruntun," imbuh Worrawoot. Mantan pelatih Timnas Thailand yang lain, Charnwit Polcheewin, juga dimintai komentarnya. "Dipastikan, tim yang bakal bersaing ketat dengan Thailand adalah Vietnam. Menurut saya, hal bagus buat Thailand bermain melawan Vietnam di penyisihan grup karena dengan begitu kami tak bertemu mereka di semifinal. Jujur saja, saya khawatir dengan kemungkinan Thailand bertemu Vietnam di semifinal karena meski Vietnam sering kalah di semifinal, saat ini mereka tim yang sangat kuat," tutur Charnwit. "Akan sangat bagus melihat Thailand dan Vietnam di laga puncak. Thailand akan memupus asa Vietnam untuk meraih medali emas SEA Games," lanjut pelatih yang menghadirkan medali emas SEA Games 2005 buat Thailand itu.    

Halaman
Show All
Aning Jati, Jonathan Pandapotan Purba, Aditya WicaksonoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan