Prediksi Arema vs Borneo FC: Singo Edan Dihantui Rekor Buruk

Arema punya catatan buruk setiap kali bersua Borneo FC di Malang dalam tiga pertemuan terakhir.

Diterbitkan 13 September 2019, 11:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Malang - Aremapunya rekor buruk saat melawan Borneo FC. Dalam tiga kali pertemuan di Malang, tim berjulukan Singo Edan ini selalu gagal menang. Tepatnya, dua kali imbang dan sekali kalah.

Catatan ini yang membuat Arema seakan punya beban lebih berat ketika harus bersua dalam laga pertama putaran kedua Shopee Liga 1 2019 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang (13/9/2019).

Apalagi mereka harus memenuhi ekspektasi Aremania untuk menang di kandang mengingat laga kandang terakhir dalam putaran pertama lalu, Arema ditahan PSIS Semarang.

"Sekarang kami dalam kondisi yang lebih baik dalam segala hal setelah jeda kompetisi 10 hari. Tentang rekor tiga tahun terakhir itu, tidak perlu jadi beban. Sekarang kami harus lebih semangat untuk mengakhirinya. Saya lihat pemain juga punya semangat tinggi untuk memulai putaran kedua dengan kemenangan di kandang," kata Milomir Seslija, pelatih Arema.

Meski kehilangan bek asing, Arthur Cunha yang cedera otot paha dalam latihan, Milo sudah memikirkan penggantinya. Dia akan memasang bek yang punya duel udara bagus. kantaran dia melihat Borneo FC punya striker jangkung yang punya tandukan mematikan.

Selain itu, dua pemain inti, Dedik Setiawan dan Ahmad Alfarizi, tampaknya juga belum siap turun sejak menit awal karena kedua pemain ini baru pulih dari cedera sejak 1,5 bulan silam.

"Kami sudah antisipasi dengan taktik baru. Yang pasti, pemain harus fokus penuh dalam pertandingan. Meski menguasai permainan selama 89 menit, dalam satu menit kami kehilangan fokus, itu akan bahaya," lanjut pelatih asal Bosnia ini.

Bocorannya, skuat Arema diharuskan terus menekan Borneo FC sejak bola masih di pertahanan lawan, sehingga lawan tidak akan banyak berkembang.

Borneo Lebih Baik

Selain itu, strategi Arema dalam laga ini akan lebih detail. Milo bahkan sudah memikirkan persoalan pergantian pemain mengingat selama ini tidak semua pergantian pemain bisa sukses dilakukan.

"Kami inginkan pengganti yang selalu bisa mengubah situasi pertandingan karena saat melawan PSIS di laga sebelumnya, harapannya bisa memenangi pertandingan. Tapi, tidak berhasil (laga berakhir imbang). Jadi, sekarang termasuk pergantian pemain harus kuat dalam menyerang dan juga bertahan," tutur Milo.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Arema juga sadar kekuatan Borneo FC musim ini lebih baik. Dari pandangan Milo, ada perubahan karakter permainan tim berjulukan Pesut Etam tersebut. "Dulu mereka bermain mengandalkan kekuatan. Tapi, sekarang tim ini lebih baik dan terlihat menikmati setiap pertandingan. Kami juga antisipasi hal itu. Jangan sampai mereka meniru PSIS, bisa menang di kandang PSM dengan skema serangan balik," lanjutnya.

Halaman
Show All
Iwan Setiawan, Jonathan Pandapotan Purba, Aning JatiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan