Keputusan meninggalkan kompetisi resmi berbuntut panjang hingga dualisme. Persebaya 1927, nama yang digunakan untuk membedakan dengan Persebaya DU, masih berkompetisi di IPL pada musim 2011-2012 dan 2013. Dualisme kompetisi masih mewadahi mereka berkiprah.
Tapi, lain halnya dengan musim 2014. Persebaya 1927 telah hilang. Sebagai penggati Persebaya DU yang naik kasta ke ISL 2014 muncul dengan menggunakan nama Persebaya Surabaya. Selama lebih dari lima tahun dualisme, Bonek dalam kondisi gamang melihat klub idamannya tidak bertanding. PSSI pun tak mengakui.
Penantian Bonek itu akhirnya semakin jelas saat Persebaya tandingan berganti nama mulai dari Persebaya, Bonek FC, Surabaya United, hingga Bhayangkara Surabaya United. Klub tandingan itu tak bisa lagi memakai berbagai atribut yang identik dengan Persebaya, sampai akhirnya memakai nama Bhayangkara FC setelah saham mayoritasnya dibeli oleh Polri pada 2016.
Tahun 2017, Bonek semakin tidak sabar melihat Persebaya yang asli diakui oleh PSSI. Pada 8 Januari 2017, harapan semua pecinta Persebaya akhirnya terkabul. Klub yang lahir pada 1927 itu diakui PSSI sebagai anggota. Tapi, mereka harus memulai dari Liga 2, tidak langsung masuk Liga 1.
Â
Kembali ke Kasta Tertinggi, Liga 1 2018
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2292737/original/016330300_1532620415-Bonek_4.jpg)
Berada di bawah kepemilikan sebuah media di Jawa Timur, Persebaya kemudian mulai membangun tim untuk melakukan persiapan Liga 2 2017. Beberapa pemain muda didatangkan. Mereka menyesuaikan dengan regulasi kompetisi yang mengharuskan skuat didominasi pemain di bawah 25 tahun.
Sebagai pemanasan, Persebaya kemudian mengikuti Piala Dirgantara 2017. Mereka berhasil meraih gelar juara di turnamen tersebut di bawah arahan pelatih kepala Iwan Setiawan. Sayang, perjalanan Iwan tidak lama karena berkonfrontasi dengan Bonek pada Mei 2017.
Setelah sempat ditangani Ahmad Rosidin sebagai interim, Persebaya lalu menunjuk pelatih asal Argentina, Angel Alfredo Vera. Nama satu ini agak asing di telinga Bonek. Tapi, Alfredo sendiri punya prestasi membawa Persipura Jayapura menjuarai ISC A 2016.
Alfredo kemudian mulai menata skuat yang dimilikinya. Dia benar-benar memoles pemain muda macam Irfan Jaya, Muhammad Hidayat, Miswar Saputra, Abu Rizal, Oktafianus Fernando, Misbakus Solikin, dan Rachmat Irianto. Semua nama itu belum dikenal publik secara luas sebelum bergabung Persebaya.
Pelatih berusia 46 tahun itu sempat kesulitan dan kalah 0-1 dari PS Badung dan imbang 1-1 dari Persik Kediri dalam laga uji coba. Begitu tampil di Liga 2, Alfredo mampu mengubah semangat juang dan mental pemberani para pemainnya.
Dari babak penyisihan, Persebaya berhasil menjuarai grup. Sampai seterusnya Bajul Ijo masuk ke perempat final, semifinal, hingga menjadi juara dengan mengalahkan PSMS Medan di partai puncak kompetisi kasta kedua itu. Persebaya akhirnya promosi ke Liga 1.
Mental juara para pemain Persebaya mulai terbangun sejak saat itu. Tapi, kebanyakan dari mereka belum berpengalaman di kasta tertinggi. Hal itulah yang kemudian membuat Persebaya sempat terseok-seok di beberapa pekan awal.
Padahal, nama-nama beken dan berpengalaman sudah bergabung dengan klub ini. Sebut saja Otavio Dutra, Robertino Pugliara, Osvaldo Haay, Ruben Sanadi, Nelson Alom, Fandi Eko Utomo, hingga David da Silva yang merupakan striker fenomenal.
Setelah tiga kekalahan beruntun, Alfredo mendapat tekanan mundur dari Bonek. Manajemen menyebut dirinya mundur pada awal Agustus, tapi belakangan Alfredo mengaku dipecat.
Persebaya saat itu masih tercecer di peringkat ke-15 setelah melewati 18 pertandingan. Manajemen menunjuk Sugiantoro sebagai pelatih interim. Lisensinya yang masih AFC B belum bisa membuatnya menjadi pelatih kepala. Beberapa pekan kemudian, Djadjang Nurdjaman muncul sebagai pengganti.
Pelatih yang akrab disapa Djanur itu tidak langsung menjalani pertandingan debutnya dengan mulus bersama Persebaya. Dia justru menelan kekalahan 0-2 dari PS Tira (kini Tira Persikabo) di hadapan Bonek (11/9/2018).
Titik keberhasilan Persebaya terjadi justru melawan mantan klub Djanur, Persib Bandung. Dalam laga bertajuk Perang Dulur, merujuk pada persaudaraan suporter kedua tim, Persebaya menang 4-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, 20 Oktober 2018.
Berikutnya Madura United, Persija Jakarta, PSM Makassar, Bali United, dan Bhayangkara FC menjadi korban keganasan Persebaya. Padahal, semua klub tersebut dikenal sebagai klub papan atas selama beberapa musim terakhir. Persebaya finis di peringkat kelima Liga 1 2018 dengan 50 poin.
Â
Mengawali 2019 dengan Tak Terkalahkan hingga Final Piala Presiden
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/2719413/original/081701700_1549117042-Djadjang_Nurdjaman-2.jpg)
Memasuki tahun 2019, Persebaya masih mempertahankan Djanur sebagai arsitek tim. Djanur kemudian mendatangkan sejumlah pemain berpengalaman macam Novan Sasongko, Hansamu Yama, dan Manuchehr Jalilov. Tak lupa, dua pemain asing baru yang sangat berkualitas pada diri Amido Balde dan Damian Lizio.
Kehadiran pemain baru itu dikombinasi dengan pemain lama yang masih muda seperti yang sudah disebutkan di atas. Nama-nama pemain yang bergabung sejak Liga 2 dipertahankan dan semakin matang menghadapi musim baru.
Alhasil, Persebaya menjadi satu-satunya tim tak terkalahkan selama 2019, termasuk Piala Indonesia dan Piala Presiden. Kini, mereka malah masuk ke final Piala Presiden 2019 dan kembali ke persaingan elit setelah jalan panjang. Lawan yang akan dihadapi pun bukan sembarangan, yakni Arema FC yang tak lain rival sesama klub Jawa Timur.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782154/original/031089800_1782878025-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-01T104708.110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493673/original/005478800_1770263148-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-05T103223.078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782149/original/002861400_1782877955-Cek_fakta_-_SIM_seumur_hidup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5449906/original/063102600_1766118428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-19T112523.408.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/2771307/original/016779700_1554564108-Persebaya-1-Selebrasi_pemain.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1350163/original/089293300_1474343528-Persebaya_Surabaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4045710/original/014963000_1654621709-064855000_1654512380-Piala_Presiden_2022_-_Ilustrasi_Logo_Piala_Presiden_2022_copy.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5406268/original/063294000_1762522677-Persik_vs_Persebaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5944876/original/027321000_1778841907-IMG_20260515_174240_878.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5315665/original/049375700_1755165938-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__2_of_75_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5518300/original/022329600_1772504953-bruno.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5469057/original/046007000_1768050001-Gustavo_Persebaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558713/original/013040200_1776475893-20260417IQ_Persebaya_Surabaya_vs_Madura_United-45.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5571945/original/053238500_1777713902-psby.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558720/original/065999500_1776476456-20260417IQ_Persebaya_Surabaya_vs_Madura_United-49.jpg)