5 Klub Sepak Bola Paling Tua di Indonesia

Berikut lima klub bola tertua di Indonesia.

Diterbitkan 25 Desember 2018, 18:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta Banyak cerita menarik dari sepak bola Indonesia. Selain soal PSSI, ada juga mengenai klub-klub yang usianya bahkan jauh lebih tua ketimbang induk organisasi sepak bola di Indonesia itu.

Sepak bola Indonesia bukanlah anak baru, karena sejal era 1910-an, geliat balbalan di Indonesia sudah mulai ramai. Dibawa oleh para bangsa penjajah, sepak bola di Indonesia sudah mulai dimainkan oleh orang-orang pribumi.

Tercatat dua klub sepak bola tertua di Indonesia, yakni Rood-Wit di Batavia dan Vitoria di Surabaya menjadi embrio berkembangnya sepak bola di Indonesia. Rood-Wit yang berdiri pada tahun 1894 awalnya merupakan klub kriket.

Namun, berkembangnya sepak bola di seluruh dunia, membuat Rood-Wit ikut memainkan sepak bola. Begitu juga dengan Vitoria yang memang murni klub sepak bola.

Seiring dengan populernya sepak bola, klub-klub pribumi pun mulai bermunculan. Klub-klub tersebut akhirnya membentuk suatu bond yang dalam pandangan masyarakat modern merupakan klub secara keseluruhan.

Bond-bond tertua di Indonesia membentuk federasi sepak bola yang saat itu bertujuan untuk perjuangan kemerdekaan. PSSI akhirnya terbentuk berkat kerja keras bond-bond pribumi yang ingin berjuang untuk merdeka lewat sepak bola.

Ketika PSSI berdiri, kompetisi pun mulai digulirkan pada tahun 1931. Selepas tahun tersebut, kompetisi PSSI terus berjalan hingga kedatangan Jepang. Sempat terhenti, Kompetisi PSSI kembali menggeliat sejak saat ini.

Sebagian besar bond tua masih berdiri hingga saat ini. Bahkan beberapa di antaranya menjadi klub yang banyak didukung oleh masyarakat Indonesia. Eksistensi bond yang menjadi klub itu terus berjalan. Hingga kini, klub tersebut masih bisa kita lihat kiprahnya di sepak bola Indonesia.

Bola.com menyajikan 5 klub tertua di Indonesia serta kisah-kisah menarik yang mewarnai perjalanan mereka di perhelatan sepak bola Tahan Air. Simak satu per satu:

PSM Makassar (1915)

Lahir pada 2 November 1915 dengan nama Makassar Voetbal Bond, PSM Makassar merupakan klub tertua di Indonesia. Perjalanan panjangnya pun patut diketahui oleh para penikmat sepak bola Indonesia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

MVB saat itu tidak murni berisikan orang-orang pribumi, karena para jajarang pengurusnya diisi oleh campuran keturunan Belanda dengan pribumi asli. Meski demikian, MVB merupakan motor penggerak sepak bola di tanah Sulawesi. Sejak kedatangan Jepang medio 1940-an, MVB mengalami kelimbungan. Pengurus-pengurus MVB yang keturunan Belanda ditangkap dan pribumi dijadikan romusha. Dengan keadaan seperti itu, praktis MVB lumpuh total. Saat itulah, Jepang merubah semua nama Belanda menjadi Indonesia demi menarik simpati. MVB pun berubah menjadi Persatoean Sepakbola Makassar yang kita kenal sebagai PSM. Pada era setelah kemerdekaan, PSM mulai mengatur kembali roda organisasi. Achmad Saggaf, Ketua PSM saat itu, menjalankan roda kompetisi internal yang teratur. Selain itu, PSM pun mulai membuka diri dengan klub-klub di pulau Jawa dan PSSI. Sejak saat itulah, komunikasi dengan PSSI terbuka lebar. Pesepak bola asli Makassar pun mulai mendapat kepercayaan untuk membuktikan kemampuanya di kompetisi PSSI. Bintang PSM pun bermunculan, salah satu yang melegenda adalah Ramang. PSM pada era Ramang pernah berjaya tahun 1957 dengan menjuarai kompetisi PSSI. Sejak saat itulah PSM menjadi salah satu klub kuat di Indonesia. Gelar tersebut menjadi pembukan gelar-gelar juara lainnya. Juku Eja hingga saat ini sudah memperoleh enam kali gelar juara dan yang terakhir direbut pada Liga Indonesia 2000. Hingga kini kiprah PSM terus berjalan. Aksi Juku Eja masih bisa dilihat dalam kompetisi Torabika Soccer Championshiop 2016 presented by IM3 Ooredoo.

Halaman
Show All
Wiwig Prayugi, Thomas, Ario YosiaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan