Sukses

Saling Sindir, Lorenzo Sebut Dovizioso Bikin Bosan

Liputan6.com, Jakarta - Sudah hampir sebulan perseteruan Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso belum juga reda. Sejak pertengahan balapan paruh pertama MotoGP keduanya kerap kali terlibat adu argumen.

Memanasnya garasi tim Ducati Corse dimulai ketika Dovizioso menyindir jika Lorenzo lambat dalam proses adaptasi motor Desmosedici GP18. Ini terjadi lantaran X-Fuera tampil kurang meyakinkan sejak bergabung dengan tim Ducati Corse pada tahun lalu.

Di sisi lain, Lorenzo merespon dengan membalas sindiran Dovizioso. Dikatakan, jika rekan setimnya itu selalu coba menjatuhkan mentalnya. Lelah dengan perseteruan yang terjadi membuat pembalap Spanyol memutuskan untuk hengkang dari pabrikan Italia.

Lorenzo akhirnya memilih untuk tidak membarui kontraknya dengan Ducati Corse. Dia justru menerima pinangan tim Repsol Honda hingga 2020 mendatang.

2 dari 3 halaman

Bosan

"Dovizioso membuatku bosan. Dia mendekati saya seperti seseorang dengan delusi dan kebencian dasar. Ini bukan pertama kalinya dia mengkritik saya. Tapi saya tidak ingin menonton dengan nyaman dan santai lagi," kesal Lorenzo dikutip dari Speedweek, Minggu (2/9/2018).

"Bagi Dovizioso, itu adalah hal terbaik untuk menjadi runner-up MotoGP 2017. Namun faktanya, selama bertahun-tahun dia hampir selalu berada di belakang Marc Marquez, Valentino Rossi, dan bahkan saya. Jika Casey Stoner masih membalap dan Marco Simoncelli masih ada di dunia, kemungkinan dia akan berada di belakang mereka berdua," sindir Lorenzo.

3 dari 3 halaman

Cara Kerja

Pada musim ini, Lorenzo telah mengumpulkan tiga kemenangan. Sementara Dovizioso baru naik podium pertama sebanyak dua kali. Catatan statistik itu membuat juara dunia tiga kali di MotoGP berada di urutan ketiga dengan raihan 130 poin atau unggul satu angka dari rekan setimnya tersebut.

"Saya sudah lebih cepat darinya. Oleh karena itu, Dovizioso harus memikirkan kembali cara kerjanya. Di tahun terbaiknya, ia menempati posisi kedua di Kejuaraan Dunia. Dia harus memikirkan dirinya sendiri dan meninggalkanku sendirian," pungkas Lorenzo. (David Permana)