3 Klub Serie A Paling Sering Keluhkan Teknologi VAR

Serie A jadi salah satu kompetisi yang telah menggunakan teknologi VAR dalam membantu tugas wasit.

Diterbitkan 14 Maret 2018, 06:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Liga Serie A Italia termasuk salah satu kompetisi di Eropa yang sudah menggunakan Video Assistant Referee (VAR), terhitung sejak musim 2017/2018 ini. Banyak manfaat yang dirasakan wasit sejak teknologi itu digunakan. Di antaranya dalam mengambil keputusan terkait pelanggaran atau ketika hendak memberikan penalti dan mengesahkan gol.

Salah satu momen yang paling diingat terkait penggunaan VAR adalah ketika kapten AC Milan, Leonardo Bonucci mendapat kartu merah, usai menyikut wajah pemain sayap Genoa, Aleandro Rosi saat kedua tim bertemu pada pertengahan Oktober 2017 lalu.

Wasit Piero Giacomellu sempat bimbang mengambil keputusan. Namun setelah menyimak tayangan di VAR beberapa kali, ia pun mantap mengeluarkan kartu merah untuk Bonucci.

"Saya tidak bermaksud menyakiti Rosi. Saya hanya mencoba menghindar dari pengawalannya. Kita semua melihat apa yang terjadi. Itu bukan sikutan yang disengaja. Terlepas dari itu, kita sekarang berada di era teknologi. Saya bisa menerima keputusan itu karena video itu bisa menentukan penilaian,” kata Bonucci saat itu.

Namun, meski cukup membantu kinerja wasit, keberadaan VAR nyatanya tidak begitu saja diterima. Para pemain, pelatih, dan petinggi klub tidak jarang kesal karena merasa dirugikan oleh keberadaan teknologi yang mulai digunakan sejak tahun 2016 itu.

Dari 20 tim yang berkompetisi di Serie A, berikut tiga klub yang paling sering merasa dirugikan oleh keberadaan VAR.

 

 

Lazio

Lazio menempati urutan pertama sebagai klub yang paling sering memprotes keputusan wasit terkait keberadaan VAR. Pelatih Lazio, Simone Inzaghi hampir tiap pekan mencak-mencak karena teknologi tersebut.

Teranyar, usai ditahan imbang Cagliari 2-2 hari Minggu, Inzaghi kembali meradang. Sebabnya adalah ofisial wasit tidak mau menggunakan VAR untuk melihat tayangan ulang pelanggaran yang dilakukan dua bek Cagliari terhadap penyerang Lazio, Ciro Immobile, yang menurutnya seharusnya layak diganjar penalti.

Kekesalan Inzaghi memuncak karena tak lama setelah insiden itu, ofisial wasit justru memanfaatkan VAR untuk melihat pelanggaran yang dilakukan bek Lazio, Luiz Felipe terhadap penyerang Cagliari, Leonardo Pavoletti, hingga berujung penalti dan sukses dikonversi menjadi gol oleh Nicolo Barella.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Sepanjang musim kami selalu dihukum penalti dan kami selalu berusaha berpikir positif. (Marco) Guida (wasit yang memimpin) bilang kalau dia melihat insiden itu dan yakin kalau itu tidak penalti. Saya tidak tahu apa yang dibilang ofisial VAR kepadanya, sama seperti halnya saya tidak tahu apa yang merak komunikasikan pekan lalu ketika melawan Juventus,” kata Inzaghi. Tak cuma Inzaghi, para pemain hingga ofisial klub juga angkat bicara terkait penggunaan VAR. "Lazio masih terluka. Kemarin di Cagliari, standar ganda diterapkan untuk menilai insiden penalti bagi kedua tim,” kata juru bicara Lazio, Arturo Diaconale. "Hal yang paling membuat saya marah adalah sepertinya VAR tidak berlaku untuk Lazio. Ketika giliran kami (dilanggar), mereka (wasit) bahkan tidak meminta untuk menggunakannya. Menurut saya pelanggaran hari ini merupakan salah satu penalti yang paling jelas yang pernah saya lihat,” ujar Ciro Immobile.

Halaman
Show All
Liputan6.com, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan