Sukses

Saat AC Milan Tentukan Nasib Wenger di Arsenal

Liputan6.com, Jakarta - Segalanya berjalan tidak seperti yang diinginkan Arsene Wenger di Arsenal musim ini. Arsenal, tim yang dilatihnya sejak 1996, tampil lebih buruk dibandingkan musim lalu.

Setidaknya, itu bisa dilihat dari torehan poin Arsenal musim ini. Menyisakan 9 laga di Liga Inggris musim ini, Arsenal baru mengoleksi 45 poin. Arsenal masih di zona Liga Europa tapi bisa saja terpuruk lebih jauh jika belum juga merebut kemenangan di pertandingan-pertandingan selanjutnya.

Arsenal terpaut 13 poin dari Tottenham Hotspur yang mengoleksi 58 poin di posisi empat klasemen sementara Liga Inggris. Musim lalu, Arsenal masih mengoleksi 75 poin hingga akhir musim meski gagal ke Liga Champions karena berbeda satu poin dari Liverpool.

Wenger sendiri sudah angkat tangan samai poin Arsenal itu pada musim ini. Satu-satunya cara untuk mengobati kegagalan yaitu Arsenal menjadi juara Liga Europa.

Sebelum memenuhi ambisi itu, Arsenal harus bisa kalahkan AC Milan pada dua leg 16 besar Liga Europa. Leg pertama bakal berlangsung di Stadion San Siro pada Jumat (9/3/2018).

Pemain Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang (kanan) merayakan golnya ke gawang Brighton pada laga Premier League di American Express Community Stadium, Brighton, (4/3//2018). Arsenal kalah 1-2. (AFP/Glyn Kirk)

Pentingnya dua laga ini seakan-akan bisa pula menentukan nasib Wenger di Arsenal musim ini. Legenda Arsenal, Sol Campbell meyakini itu menjadi kunci bagi Wenger untuk selamatkan muka.

"Semua orang panik saat Arsenal frustrasi. Kemenangan Piala FA dalam beberapa tahun terakhir sangat bagus, namun penggemar Arsenal menginginkan lebih," katanya.

"Apa yang berubah sekarang adalah bahwa dia tidak berada di posisi empat besar musim ini, dan itu menambah tekanan. Tapi, pria [Wenger] telah memberikan begitu banyak kepada Arsenal selama dua dekade terakhir dan saya yakin dia berhak mendapatkan satu celah terakhir. Saat dia mencoba menyelamatkan musim ini di Liga Europa," ujar Campbell.

 

 

 

1 dari 3 halaman

  Komentar Wenger

Wenger, meski selalu menunjukkan sikap tegar dan tak acuh, memang cukup realistis menghadapi tekanan yang dihadapinya dari fans Arsenal. Dia mengaku ogah memikirkan masa depan di Arsenal.

Dia lebih tertarik untuk mengangkat performa Arsenal agar bisa kembali menang. Salah satunya mampu menang saat menghadapi AC Milan di San Siro. Tugas ini tentu tidak mudah karena Rosoneri sedang on fire.

AC Milan saat ini sudah tak terkalahkan sebanyak 13 kali beruntun. Torehan ini memang tak pernah terbayangkan sebelumnya oleh publik mengingat masih minimnya jam terbang Gennaro Gattuso sebagai pelatih. Namun bukan kebetulan belaka Gattuso bisa membuat AC Milan jadi tangguh seperti sekarang.

Duel pemain Brighton, Davy Propper (kiri) dan pemain Arsenal, Shkodran Mustafi pada laga Premier League di American Express Community Stadium, Brighton, (4/3//2018). Arsenal kalah 1-2. (AFP/Glyn Kirk)

Wenger meminta pemainnya untuk menunjukkan kualitas. Dia mengatakan, ini kesempatan bagus bagi pemainnya untuk membuktikan mereka berkualitas.

"Anda ingin menunjukkan punya kualitas dan kekuatan. Anda hanya bisa lakukan itu di situasi sulit seperti sekarang," kata Wenger seperti dikutip Skysports.

"Itu kesempatan yang bagus dan dalam jangka panjang, ini bisa membuat tim lebih sulit."

AC Milan pun menaruh hormat yang begitu besar dengan Wenger. Gattuso bahkan menyebut dirinya hanya anak bawang dibandingkan Wenger yang sudah begitu lama menjalani karier sebagai pelatih.

“Saya akan menyambutnya dan saya akan menempatkan diri saya di sudut. Tidak perlu ada perbandingan. Saya sudah melalui pertandingan seperti ini sebagai pemain, dan segalanya berbeda sekarang. Dibandingkan Wenger, saya ini cuma anak bawang. Saya baru saja mulai, sedangkan dia sudah 30 tahun melatih,” ujar Gattuso.

2 dari 3 halaman

Krisis Kepercayaan

Wenger boleh saja meminta pemainnya untuk bangkit. Namun rumor yang beredar, pemain justru sudah kehilangan kepercayaan dengan Wenger. Ini bisa jadi petaka yang membuat Arsenal kembali terpuruk di laga nanti.

Seorang sumber di internal Arsenal, seperti dilansir ESPN, mengatakan pemain sudah frustrasi dengan taktik yang diterapkan Wenger. Maka itu, pemain menginginkan perubahan.

Wenger seperti biasa tak paham dengan kegelisahan pemain ini. Dalam konfrensi pers sebelum laga melawan AC Milan, dia mengaku tetap tenang dan malah yakin pemain ingin bangkit.

Striker Manchester City, Sergio Aguero dikepung pemain Arsenal Shkodran Mustafi, Welsh Aaron Ramsey dan Hector Bellerin pada laga pekan ke-28 Premier League di Emirates Stadium,  Jumat (2/3). Manchester City mempermalukan Arsenal 3-0. (Glyn KIRK/AFP)

Pelatih asal Prancis ini berpedoman kepada empat kekalahan beruntun yang didapatkan Arsenal. Dia meyakini, ini jadi alasan kuat pemain ingin menang lawan AC Milan.

"Pemain sedikit terpengaruh (dengan kekalahan-kekalahan beruntun). Pemain-pemain ini ingin menang, dalam hidup Anda terkadang begitu cepat melupakan betapa hebat Anda," ujar Wenger.

"Kami harus menetapkan target yang realistis, fokus untuk tampil lebih baik dan tidak terlalu takut memikirkan konsekuensi jika kalah."

Masalahnya, benarkah pemain Arsenal ingin menang? Itu bisa terjawab saat Arsenal jumpa AC Milan dini hari nanti.

Artikel Selanjutnya
AC Milan Vs Arsenal: Bagai Bumi dan Langit
Artikel Selanjutnya
Jadwal AC Milan Vs Arsenal: Tuan Rumah Diunggulkan