GABSI: Cabor Potensi Emas di Asian Games Harus Diutamakan

GABSI memprotes kebijakan Kemenpora yang memotong rencana anggaran biaya untuk pelatnas Asian Games.

Diterbitkan 04 Januari 2018, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dalam proposal program, GABSI mengusulkan Rp 23 miliar untuk 32 atlet. Akan tetapi, Kemenpora hanya bersedia memberikan Rp 9 miliar untuk 12 atlet. Lebih lanjut, Ekawahyu menegaskan pihaknya belum menyetujui angka tersebut.

Jika nantinya hanya Rp 9 miliar yang didapat, ia mengatakan bridge akan melepas target dua emas dari enam nomor di Asian Games Agustus mendatang.

"Caranya bukan potong anggaran jadi 50 persen. Kita harus mengamankan target emas dengan dana yang ada (Rp 600 miliar). Kembali lagi, dengan alokasi kepada cabor unggulan, mudah kok. Dengan dana yang ada, (bagaimana) target tercapai dan semua cabor tetap ikut. Prioritas kan prestasi emas, bukan partisipatif. Ya, semua memang ikut, tapi tetap prioritas untuk cabor unggulan emas," kata Ekawahyu.

Tak Pasang Target

Jika Kemenpora tak mengganti kebijakannya, PB GABSI sulit untuk mematok target emas seperti yang diinginkan pemerintah. Meski begitu, PB GABSI akan tetap mencoba untuk tetap menjalankan program.

"Saya katakan, kami bisa target dua emas apabila proposal kami yang sudah akurat dan sangat minim itu dipenuhi. Namun jika Kemenpora menegaskan tidak bisa memenuhi, tidak apa-apa, kami tetap akan menjalankannya, tetapi target dua emas itu tidak bisa kami pertanggungjawabkan," ucapnya.

Lebih lanjut, Ekawahyu berujar nominal yang diusulkan oleh GABSI dalam proposalnya sudah sesuai jika melihat try out dan training camp yang ada dalam daftar agenda GABSI. Rencananya, ucap Ekawahyu, GABSI melakukan try out di Eropa dan Amerika Serikat, sekaligus melakukan training camp bersama pelatih kenamaan di Negeri Paman Sam itu.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Defri Saefullah, Thomas, Hotnida Novita SaryTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan