5 Klub Ini Tak Diduga Jadi Juara Liga Inggris

Liga Inggris tiap musim tak ada yang bisa diprediksi juaranya

Diterbitkan 23 November 2017, 08:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Namun demikian, kilas balik ke abad 20, Newcastle United adalah pusat kekuatan sepak bola Inggris. Mereka pernah mencatatkan tiga gelar liga dalam lima tahun, yakni 1904-05, 1906-07, 1908-09.

Perang Dunia Pertama sempat mengganggu kemajuan mereka. Akan tetapi, Newcastle sukses bangkit dan akhirnya berhasil juara liga musim 1926/27.

Sayangnya, itu adalah gelar terakhir mereka pada kompetisi strata atas Inggris. Mereka sebenarnya telah juara empat kali di divisi dua, tapi tak ada yang peduli soal itu.

Secara keseluruhan, klub asal Tyneside ini memiliki enam Piala FA, yang terakhir berada di tahun 1955. Trofi terakhir mereka adalah Piala Intertoto pada tahun 2006, yang merupakan Piala Eropa tingkat ketiga yang biasanya diadakan pada pra-musim.

West Bromwich Albion

West Bromwich Albion belakangan dianggap sebagai tim yang bermain sangat membosankan bersama Tony Pulis. Entah bagaimana arah permainan mereka ke depan setelah Pulis dipecat beberapa waktu lalu.

Padahal faktaya, WBA adalah klub kedua dalam sejarah yang mencetak 100 gol dalam satu musim liga! Mereka melakukan ini pada 1919-20, dalam perjalanan menuju gelar liga pertama dan terakhir mereka hanya dalam sejarah. WBA awalnya dianggap sebagai tim yang punya daya serang mematikan.

Mereka hampir memenangkan liga dan Piala FA untuk pertama kalinya di Inggris pada 1953-54. Namun, akhirnya mereka kehilangan gelar liga setelah disalip Wolverhampton Wanderers.

Mereka masih memenangkan Piala FA pada 1958 untuk menambah tiga Piala FA yang dimenangkan sebelumnya. Kemenangan di Piala Liga pada 1966 adalah gelar terakhir mereka dan kesuksesannya kini sudah lama terlupakan

Burnley

Burnley pernah 30 pertandingan beruntun tak terkalahkan pada liga musim 1920-21 yang sekaligus memastikan gelar pertama dalam sepak bola Inggris. Rekor itu akhirnya berhasil dipecahkan Arsenal pada abad ke-20.

Tentu saja, itu merupakan rekor mengesankan bagi Burnley yang sempat bertahan lebih dari 80 tahun. Burnley memiliki beberapa hasil akhir yang konsisten pada periode antara 1910-1923.

Namun periode buruk datang. Setelah 40 tahun raih gelar, klub terdegradasi pada 1930 dan pada tahun 1947 baru bisa promosi. Kebijakan pembentukan tim berbasis pemain muda membuat Burnley memenangkan gelar liga kedua pada tahun 1959-60.

Manajer Harry Potts diberi banyak kebebasan untuk beroperasi dan ini adalah pertama kalinya dalam sejarah klub memberi kendali mutlak atas transfer pemain. Potts membawa mereka ke perempat final Piala Eropa pada tahun 1961-62 dan juara Piala Inter-Cities Fairs (Piala UEFA/Liga Eropa) pada tahun 1967.

Setelah itu, Burnley justru terpuruk di sepak bola Inggris. Burnley gagal memenangkan trofi sampai terdegradasi di tahun 1970an dan sama sekali tidak pernah menjadi klub yang sama sejak saat itu.

Huddersfield Town

Huddersfield Town AFC, tak banyak yang tahu soal klub ini. Sebab, mereka bahkan merupakan salah satu klub terkecil di Liga Primer dalam hal infrastruktur dan anggarannya.

Akan tetapi, dalam hal sejarah, Huddersfield sangat sukses jauh sebelum Arsenal memenangkan gelar liga pertama. Antara 1923-24 dan 1926-27 di bawah Herbert Chapman dan Cecil Potter, Huddersfield Town AFC memenangkan tiga gelar divisi pertama berturut-turut, plus Piala FA pada 1922.

Klub Yorkshire itu belum lagi memenangkan trofi sejak masa gemilang itu. Perang Dunia Kedua menghambat mereka dan ketika liga kembali, klub gagal menciptakan kembali kesuksesan dan akhirnya bolak-balik terdegradasi selama periode 1960an.

Mereka memenangkan divisi kedua pada tahun 1970 dan menghabiskan dua musim berikutnya di papan atas. Akan tetapi, semenjak itu, namanya tak lagi terdengar sampai akhirnya David Wagner memicu kebangkitan klub.

Huddersfield Town telah memulai musim ini secara positif. Andai bisa konsisten, bukan tak mungkin mereka akan jadi tim kuda hitam. (Eka Setiawan)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Achmad Yani Yustiawan, Reza Deni SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan